Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Sebaiknya sih Honda Air Blade 150 Nggak Dibawa ke Indonesia

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
17 Desember 2019
A A
honda air blade 150 honda air blade 2020 review versu yamaha aerox 155 mojok.co

honda air blade 150 honda air blade 2020 review versu yamaha aerox 155 mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Honda Air Blade 150 dirilis di Vietnam untuk menantang Yamaha Aerox 155. Bau-baunya motor ini akan dijual di Indonesia pula. Bentar, emang bakalan laku ya?

Honda resmi merilis Honda Air Blade 150 yang ditargetkan bisa menantang Yamaha Aerox 155 per tahun 2020. Meski produk tersebut memang belum dirilis di Indonesia, geliat Aerox yang mulai naik memberi sinyal bahwa ada kemungkinan Honda Air Blade 150 bakal mengaspal di Indonesia.

Iklan

Diibaratkan tokoh film, Honda itu ibarat Takiya Genji. Semua orang ditantang berantem agar dia bisa meraih puncak Suzuran. Honda menantang Suzuki, Yamaha, dan Kawasaki serta pabrikan lain di Indonesia untuk meraih puncak. Serizawa, Chuta, dan Bandou dihajar agar langkah Genji lancar menuju puncak.

Yamaha, ibaratnya Narumi Taiga dari Housen, adalah musuh bebuyutan Suzuran dan juga musuh utama Takiya di Crows Zero 2. Kedua sekolah tersebut saling mengalahkan satu sama lain hingga kedua sekolah tersebut terpaksa membuat pernyataan damai agar tawuran tidak terjadi lagi.

Terus apa hubungannya dengan Honda Air Blade 150?

Honda membuat banyak produk yang bisa dibilang ada untuk meruntuhkan dominasi lawan atau mengajak pabrikannya berantem untuk berebut pasar. Beat dan Vario dibuat untuk meruntuhkan dominasi Mio. R15 diremuk oleh CBR 150R. Yamaha Vixion ditantang CB150R di pasar. Bahkan di kelas motor sport 250 cc saja Honda tidak mau diam.

Yamaha membuat motor yang punya segmen tersendiri, seperti Aerox–yang tidak punya pesaing jelas di pabrikan lain–serta MX King. Dan yang dilakukan Honda adalah membuat produk untuk menyaingi Aerox di skala global, yaitu Honda Air Blade 150.

Honda Air Blade awalnya hanya punya cc kecil namun dirombak total agar bisa menyaingi Aerox. Dari awalnya ber-cc 110 menjadi 150 cc. desainnya juga dirombak total agar bisa menarik mata para calon konsumen.

Honda Air Blade 150 diklaim mampu menyemburkan torsi puncak 13,3 Nm dan tenaga maksimal 13 hp pada 8.500 rpm. Honda juga mengklaim bahwa Honda Air Blade sanggup meraih angka 6,2 detik untuk meraih kecepatan dari 0 ke 100 kilometer per jam. Hal ini jadi menarik karena kalau benar, ia akan menjadi salah satu motor 150 cc yang punya akselerasi bagus.

Namun, membawa Honda Air Blade 150 ke Indonesia adalah langkah riskan. Untuk pasar 150 cc saja Honda punya PCX, Vario 150, juga Honda ADV 150 cc. Kalau produk baru ini pasarnya diluaskan ke sini, bisa-bisa malah jadi bumerang untuk produk Honda lainnya.

Pasar matik 150 cc benar-benar sudah ramai. Untuk sekarang, persaingan Nmax, PCX, dan Vario 150 saja sudah terlalu sengit. Di belakang ketiga motor tersebut masih ada Aerox 155, Vespa Sprint 150, dan Peugeot Jango 150 cc yang membayangi. Persaingan yang penuh sesak itu jelas akan menambah pekerjaan Honda.

Jadi, sekarang Honda bikin produk untuk menyaingi Aerox, yang masih kalah sama Vario dan PCX, lalu ngapain susah-susah membawa produk tersebut ke Indonesia?

Dari pengalaman yang sudah-sudah, jika Honda melawan satu produk tertentu, dia butuh merevisi produknya berulang kali hingga benar-benar berhasil. CBR harus menempuh facelift, Vario harus menempuh banyak revisi hingga akhirnya benar-benar mengalahkan Mio. Apa Honda mau menempuh risiko tersebut untuk melawan Aerox?

Kalau Honda mau merasakan kegagalan Yamaha pada produk Nouvo yang sudah direvisi tapi tetap gagal, ya monggo. Tapi dengan posisi senyaman ini, Honda mending fokus pada penyegaran Honda PCX dan menambah fitur pada Vario.

Iklan

Pada akhirnya, Genji juga harus takluk pada Rindaman. Entah usaha sekeras apa pun dan berapa kali pun mencoba, Genji tetap tumbang melawan Rindaman. Sekarang Honda sedang di puncak Suzuran, dan lebih baik berusaha keras agar puncak Suzuran tidak direbut.

BACA JUGA Tahun Baru Saja Belum, Yamaha Sudah Merilis All New Nmax 155 atau ulasan otomotif lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Terakhir diperbarui pada 17 Desember 2019 oleh

Tags: honda air blade 150honda air blade 2020yamaha aerox 155
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kesehatan mental dan stigma odgj mojok.co

Indonesia Darurat Depresi pada Remaja: Jangan Pernah Takut Mencari Bantuan Masalah Kesehatan Mental

31 Juli 2026
Di Antara Teriakan Maling dan Sunyinya Nurani: Seorang Anak Menangisi Bapaknya yang Tewas Dikeroyok Massa MOJOK.CO

Di Antara Teriakan Maling dan Sunyinya Nurani: Seorang Anak Menangisi Bapaknya yang Tewas Dikeroyok Massa

27 Juli 2026
Titi terendah perempuan: bawa bocil saat naik kereta api MOJOK.CO

Titik Terendah Ibu saat Naik Kereta Api Bawa Bocil: Mental Terguncang Bukan karena Bocil Tantrum tapi Mulut Jahat Sesama Perempuan

27 Juli 2026
Korupsi makin parah, MUI dorong hukuman mati bagi koruptor MOJOK.CO

Kasus Korupsi di Indonesia Kian Mengkhawatirkan, MUI Dorong Hukuman Mati bagi Koruptor

28 Juli 2026
jadi bridesmaid usai cut off di pernikahan mantan sahabat. MOJOK.CO

Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan

31 Juli 2026
Penggagalan perdagangan ilegal burung di Tanjung Perak Surabaya. Satwa dilindungi dimasukkan boks sampai ada yang mati MOJOK.CO

Penggagalan Perdagangan Ilegal Burung di Tanjung Perak Surabaya, Satwa Dilindungi Dimasukkan Boks sampai Ada yang Mati

30 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.