Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Produk Gagal Sih Boleh, tapi Jangan Alphard Dong

Edi AH Iyubenu oleh Edi AH Iyubenu
16 Juni 2017
A A
alphard

toyota alphard otomojok

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tahun 2011, zaman kaya, saya membeli Toyota Alphard dua kali. Satu warna hitam, kemudian putih. Alphard pertama, hitam, saya beli second di Jakarta. Maksud hati sesungguhnya hanya ingin menjajal seberapa nyamankah Alphard sebagai “mobil puncak” kategori MPV; apakah setimpal harganya, seperti kabar-kabar eksklusif di media, ataukah hanya begitu-begitu saja.

Well, Alphard itu langsung saya geber ke rumah nenek di Jember. Nyaman! Sungguh nyaman! Meski dalam hati saya masih menyimpan satu pertanyaan, jangan-jangan ini karena euforia semata alias belum tahu level Alphard sehingga sekalinya memakai Alphard langsung terkesima. Boleh jadi.

Dua minggu kemudian, saya beli Alphard putih gres. Tipe G 2.5. Alasannya sederhana: lagi kaya. Saya pikir, mobil baru niscaya lebih nyaman, aman, dan tidak berisiko menyedot biaya-biaya tak diperlukan di luar dugaan untuk soal-soal perbengkelan. Alphard hitam saya jual kemudian. Alhamdulillah, rugi 50 juta.

Di tahun itu, Alphard putih adalah model terbaru (kini telah ada model berikutnya yang tampangnya mirip robot sakit gigi dengan bokong kotak ala Kim Kardashian meniru pantat jembar Grand Max). Model 2011 yang saya beli itu, menurut saya, tampilan depan dan belakangnya lebih kerenlah.

“Ini sungguh mobil idaman!” demikian testimoni saya saat Alphard putih itu datang. Dibanding seluruh pengalaman gonta-ganti berbagai jenis mobil, dari sedan, SUV, sampai MPV, Alphard pasti adalah ma’rifatus sayyarah, puncak spiritualitas pencinta mobil. Tenaganya sungguh powerful, handling mantap, kabin jelas kedap suara, dan muatan bisa bejibun atau sangat longgar untuk leyeh-leyeh.

Tapi … belakangan kok terasa ada dua keanehan yang tak masuk di akal, bahkan sampai kini.

Pertama, ini mobil premium. Mahalnya kampret banget. Tapi sound-nya sungguh mengecewakan.

Dibanding sound bawaan Accord atau Camry, sound Alphard sungguh mengenaskan. Padahal harganya jauh di atas dua sedan premium itu. Plus, tak ada USB port-nya. Heran saya sama Toyota, apa sulitnya ngasih hal-hal standar begitu ya? Wong segmen pembelinya jelas banget kelas ekonominya.

Kedua, ini yang paling fatal, semua anggota keluarga selalu mengeluh pusiiing setiap bepergian pakai Alphard ini. Bukan hanya istri—yang sebenarnya antimabuk darat, laut, dan udara—tetapi juga anak dan keponakan-keponakan. Aneh!

Memang, di driver, di baris depan, tak terasa sama sekali keluhan itu. Pernah saya mencoba duduk di tengah. Anjiiirrr! Memang limbung benar nih mobil kalau digeber. Apalagi di belakang. Pantas saja mereka mengeluh pusing.

Bahkan, saking traumanya sama Alphard, setiap kami akan bepergian dan di depan rumah telah disiapkan Alphard, mereka semua langsung menekuk muka penuh rasa mual. Sudah siap muntah bahkan sebelum naik kabin.

“Yah, mendingan pakai Innova aja deh, anak-anak ngeluh pusing semua kalau naik Alphard,” kata istri suatu hari.

Saya terpukul sekali. Saya menangis dan menjerit siang malam mengingat uang yang telah saya bayarkan untuk memboyong Alphard ini. Tetapi, sebagai muslim saya harus kuat, inilah keputusan Gusti Allah, melalui Alphard yang limbung ini.

Bayangkan, lur, gimana nggak sakit hati, Innova lebih dipuja ketimbang Alphard lo. Sungguh dunia telah makin dekat kiamat: yang benar dianggap salah, yang kopet dianggap ulama, Innova dianggap lebih nyaman dibanding Alphard. Bah ….

Saya lalu membawa Alphard, yang kini sebutannya di keluarga kami telah berubah menjadi Alkampret, itu ke bengkel resmi. FYI, saya selalu rutin menyervis sesuai buku panduan. Di bengkel, keluhan limbung yang bikin penumpang pusing itu saya sampaikan dengan jernih. Orang-orang bengkel pun heran. Mereka lalu melakukan pengecekan secara menyeluruh secara elektronis dan computerized. Hasilnya, tidak ada masalah apa pun, begitu testimoni mereka.

Mereka hanya menyarankan satu hal: disalonkan saja mobilnya luar dalam, Pak, untuk mengusir segala bau-bauan yang mungkin potensial menyebabkan pusing.

Oke, saya manut. Beres. Lalu kami bepergian. Hasilnya? Sama saja! Pusing semua!

Dengan gemas, kecewa, dan trauma, mobil Alkampret itu saya jual di tahun 2014. Harganya jempalitan.

Iklan

Kini, bila bepergian dengan jumlah penumpang di atas lima orang, saya membawa Innova.  Semua penumpang nyaman. Lelap. Tidak pusing. Jika penumpangnya di bawah lima, kadang pakai CR-V atau Accord. Penumpang pun nyaman, lelap, tak pusing blas.

Bila berpapasan dengan Alphard di jalanan, saya berkata kepada anggota keluarga: “Alphard sekarang sudah baru modelnya lo. Beli yuk ….”

Spontan mereka berteriak. “Nggaaakkk!!! Pusiiinggg!!!”

“Jadi Innova saja?”

“Iyaaa …!!!”

Asuog.

Ya sih, dalam hati saya kerap membatin, mungkin saja Alphard putih yang saya beli gres itu pas kena produk gagalnya Alphard. Gagal boleh, manusiawi. Kesempurnaan hanya milik Allah.

Tapi dipikir-pikir, mbok ya jangan Alphard-lah, bro. Mendoan kek, kerupuk upil, sosis, pukis, atau kolak kek. Itu aja yang sahih gagal. Lha ini gagal kok Alphard. Rak yo hasyu!

Terakhir diperbarui pada 10 November 2020 oleh

Tags: Alphardinnovakelemahan alphardtoyotatoyota alphard 2011
Edi AH Iyubenu

Edi AH Iyubenu

Yang punya Kafe Basabasi.

Artikel Terkait

Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab (Wikimedia Commons)

Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga

4 April 2026
Calya, Mobil Toyota yang Ganggu Kewarasan Logika Saya MOJOK.CO

Derita Toyota Calya Adalah Penderitaan yang Mengobrak-abrik Kewarasan Logika Saya padahal Ia Adalah Pahlawan Finansial Keluarga Kelas Pekerja

24 Maret 2026
Innova Zenix Wujud Kebodohan Finansial- Terbaik Tetap Reborn MOJOK.CO

Mendewakan Innova Zenix Adalah Kesesatan Finansial, Wujud Kebodohan Struktural yang Sangat Hakiki karena Tetap Kalah Aura Dibanding Innova Reborn

10 Maret 2026
Denza D9 Bikin Alphard Terlihat Tua dan Tidak Menarik MOJOK.CO

Denza D9 Datang, Bikin Alphard Langsung Terlihat Tua dan Tidak Menarik: Pelajaran dari “Mobil China” yang Mengusik Singgasana Sang Raja

28 Februari 2026
Innova Reborn Terlahir Jadi Mobilnya Orang Bodoh dan Pemalas (Wikimedia Commons)

Bapak Rela Jual Tanah demi Membeli Innova Reborn Setelah Tahu Bahwa Reborn Bukan Sekadar Mobil Terbaik 2025, tapi Investasi yang Nggak Bisa Rugi

25 Februari 2026
Toyota Avanza Perusak Gengsi, Gak Waras Gak Berani Beli MOJOK.CO

Toyota Avanza Bekas Perusak Gengsi, tapi Orang Waras Pasti Tidak Ragu untuk Membeli Mobil yang Ramah Ekonomi Keluarga Ini

24 Februari 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Gus Yahya dalam sambutan pembukaan Muktamar ke-35 NU: Nahdlatul Ulama harus bersinergi dengan pemerintah untuk kemaslahatan rakyat MOJOK.CO

Gus Yahya: NU Tidak Punya Jalan Lain Selain Kerja Sama dengan Pemerintah jika Ingin Hadirkan Manfaat Nyata

27 Agustus 2026
Semesta Buku Yogyakarta 2026 MOJOK.CO

Semesta Buku Yogyakarta Hadir Bersama Pasetaky #4 dan Jakal Bookshop Festival 2026: Rayakan Buku, Komunitas, dan Ruang Literasi 

27 Agustus 2026
Pelaku pembakaran hutan di Kalimantan dan titik lemah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia MOJOK.CO

Titik Lemah Penanganan Karhutla di Indonesia: 72 Orang Sengaja Bakar Hutan untuk Buka Lahan, Jadi Ancaman Ekosida

23 Agustus 2026
4 tradisi hajatan di Rembang (bancaan) yang terdengar asing bagi orang daerah lain MOJOK.CO

4 Tradisi Hajatan di Rembang yang Bikin Heran Orang Daerah Lain: Terkesan Ada-ada Saja, Terlalu Detail ke Banyak Urusan

27 Agustus 2026
Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.