Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal

Cerita di Balik Jasa dari Sebuah Aplikasi Kencan Hijau, Berkubang dalam Situasi Sulit nan Kompleks

Fareh Hariyanto oleh Fareh Hariyanto
11 Juni 2023
A A
Beranda Liputan Sosok
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Memenuhi rasa penasaran pada open booking online (open BO) saya mengggunakan sebuah aplikasi kencan untuk memesannya. Di sebuah hotel kelas melati, saya tuntaskan rasa ingin tahu pada sosok perempuan berusia awal tiga puluhan.

***

Iklan

Waktu di ponsel saya menujuk pukul 16.00 WIB, sore itu Kamis 08 Juni 2023 saya mengaku masygul saat membaca tuliasan Ussy Sara Salim tentang penyalahgunaan foto seseorang di akun tidak wajar. Akibatnya, saya penasaran bagaimana bisnis ini bekerja dengan sasaran lelaki hidung belang

Saya pun mencari akal untuk bisa membuat tulisan dengan tema yang sama tapi fokusnya berbeda. Saya memutuskan untuk menjadi laki-laki hidung belang itu. 

Menggunakan ponsel, saya mencoba instal aplikasi kencan hijau yang dikenal memilik lalu-lintas padat dalam dunia aplikasi kencan hijau ini. Setelah mengisi nomor ponsel dan alamat email, saya langsung mengklik tulisan pengguna di sekitar. 

Dari situ saya lalu mencoba menghubungi lima kontak lawan jenis. Satu orang sepakat untuk bertemu usai melakukan negosiasi perihal transaksi dan lokasi. 

Baca Juga:

Geliat open bo di MiChat saat malam Valentine: pelampiasan lewat layanan "rasa pacar" MOJOK.CO

Geliat Layanan Open BO “Rasa Pacar” di MiChat, Pelampiasan dan Upaya “Laki-laki Gagal” Mencari Validasi

14 Februari 2026
Ilustrasi mahasiswi UIN - MOJOK.CO

Realitas Mahasiswa dan Mahasiswi UIN, Tampak Agamis di Kampus tapi di Luar Mengerikan

13 Oktober 2025

Setelah waktu disepakati, saya langsung bergerak menuju ke sebuah hotel yang membutuhkan jarak sekitar 30 menit menggunakan motor.  Sesampainya di lokasi, Azalea (bukan nama sebenarnya) yang sebelumnya sudah bertukar nomor WhatsApp langsung mengarahkan saya untuk masuk ke kamar yang sudah ia tunjuk.

Begitu saya memasuki ruang itu, kondisinya memang agak gelap dengan sedikit pencahayaan, saya merasakan kegugupan yang tak terelakkan. Di depan saya, duduk seorang wanita muda dengan tatapan mata menyala. 

Cerita di balik penggunaan aplikasi kencan hijau

Saat saya menyampaikan maksud dan tujuan saya ternyata hanya untuk wawancara bukan untuk saling pagut, ia sempat menolak lantaran saya tidak langsung terang melalui pesan.  Namun, dengan berbagai persyaratan termasuk merahasiakan identitasnya serta tidak memfoto dia, akhirnya Azalea mengiyakan.  Toh, saya tetap membayar sesuai perjanjian di awal. 

Azalea, mengaku baru-baru ini memutuskan untuk beralih ke aplikasi kencan hijau sebagai sarana mencari pelanggan guna menawarkan jasanya. 

Saat ia mulai bercerita posisi duduk saya berada di kursi tepat di depannya sementara ia berada di ujung ranjang dengan jaket cokelat membalut tubuhnya. Dia memulai dengan menceritakan hidupnya hingga sampai di titik saat ini. 

Azalea mengaku lahir tahun 1991. Itu artinya usianya sekitar 32 tahun. Ia sudah menjadi orang tua saat usianya 19 tahun. “Dulu karena pacarannya kebablasan, anak pertama saya lahir 2010, anak kedua 2012. Saat anak kedua saya usia 1 tahun, suami ke Bali dan nggak pernah balik lagi,” kata Azalea.

Kedua anaknya saat ini masih sekolah di SMP dan SD. Keduanya ikut ibunya. Ia menjadi tulang punggung keluarga satu-satunya.

Untuk diketahui Azalea, tumbuh dalam keluarga yang kurang mampu di salah satu daerah Tapal Kuda. Kondisi finansial yang sulit dan tekanan kehidupan membuatnya memilih jalan yang tidak biasa untuk mencari nafkah.

Iklan

Namun, seiring berjalannya waktu, Azalea menyadari bahwa dia ingin mengubah hidupnya dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi keluarganya.

“Sejak dulu, saya merasa terjebak dalam situasi tanpa jalan keluar. Tapi, saya tidak ingin terus-terusan seperti ini,” katanya dengan suara yang penuh tekad.

Percaya pada insting

Perubahan dalam kehidupan Azalea dimulai ketika ia menjadi pemandu lagu di salah satu tempat karaoke. Namun, lambat laun pendapatannya menurun hingga tergantikan dengan para pendatang baru yang lebih fresh. 

Mendengar beberapa temannya menggunakan aplikasi kencan hijau, membuat Azalea penasaran sekaligus memberikan harapan baru. Ia memutuskan untuk mencobanya sebagai alternatif dari jalur yang selama ini ia tempuh.

“Saya tahu bahwa ini adalah langkah yang berisiko dan kontroversial. Namun, saya juga melihatnya sebagai kesempatan untuk memperbaiki hidup saya,” jelas Azalea tentang pilihannya.

Pada perjalanan adaptasinya dengan aplikasi kencan hijau, Azalea menghadapi tantangan dan pengalaman yang mengubah pandangannya tentang dirinya sendiri dan pekerjaan yang ia geluti.

Azalea mulai membangun hubungan dengan pelanggan secara lebih personal dan menemukan bahwa banyak dari mereka mencari keintiman yang lebih dari sekadar hubungan fisik.

“Saya belajar bahwa ada banyak orang yang kesepian dan mencari seseorang yang bisa mereka percayai dan berbicara. Saya tidak hanya memberikan layanan fisik, agar tetap ada pelanggan, saya juga mendengarkan mereka dengan penuh perhatian,” cerita Azalea dengan senyuman lembut.

Namun, Azalea juga tidak menutup mata terhadap sisi gelap yang ada dalam industri yang ia geluti saat ini. Dia mengakui bahwa risiko keamanan dan perlindungan menjadi hal yang harus selalu dia waspadai. Tak dia mungkiri, banyak berita tentang pekerja aplikasi kencan hijau sepertinya yang dihabisi pemesan, tapi sekali lagi, kebutuhan hidup membuatnya tak banyak memiliki pilihan.

Oleh karena itu, dia berusaha menjaga keamanan dirinya sendiri dengan mengikuti aturan yang ketat dan memilih pelanggan dengan hati-hati.

“Saya belajar untuk mempercayai insting saya. Jika sesuatu terasa tidak aman atau tidak nyaman, saya akan menghindarinya. Keamanan saya adalah prioritas utama,” tegasnya.

Niat keluar dari lingkaran hitam aplikasi kencan hijau

Azalea mengaku jika dia juga ingin keluar dari lingkaran hitam yang dia geluti saat ini. Dia ingin mencari perubahan positif dalam hidupnya. Dia kadang rindu akan pemahaman dan empati dari masyarakat untuk melihat mereka sebagai manusia secara utuh.

Dia pun berusaha untuk berani dalam menghadapi tantangan hidupnya. Sebab beberapa temannya sudah kembali ke “jalan yang benar”. Itu menjadi contoh nyata bahwa perubahan dan kemajuan dapat diwujudkan melalui tekad dan keinginan yang kuat. Meski belum tahu kapan perubahan itu akan datang baginya.

Azalea punya keinginan, ia ingin berhenti dan melanjutkan hidup sebagai penyanyi yang mengisi pentas hiburan dari panggung ke panggung. Atau paling tidak menjadi penyanyi untuk acara pernikahan.

Kondisi ranjang di dalam ruangan yang pesan oleh Azalea. MOJOK.CO

Kondisi ranjang di dalam ruangan yang pesan oleh Azalea. (Dok. Pribadi/Fareh Hariyanto)Dia sadar bakat dan kecintaannya pada musik. Alasannya terjun sebagai pemandu lagu itu selain karena impitan ekonomi juga karena ia merasa punya kemampuan menyanyi. 

Azalea mengatakan jika orang sebaiknya tidak terburu-buru dalam memberikan penilaian pada orang-orang sepertinya. Sebab ia juga sebenarnya tidak ingin berada di posisinya saat ini. Baiknya mencari pemahaman yang lebih dalam tentang kehidupan orang.

“Meskipun terdapat stigma negatif terkait profesinya, saya ingin menunjukkan bahwa ada harapan dan peluang bagi setiap individu untuk mengubah hidup mereka menuju arah yang lebih baik pada waktunya,” tandasnya.

Pun Azalea menyebut jika pilihannya terjun ke dunia jasa di aplikasi kencan hijau sangatlah kompleks. Setelah ditinggal suaminya yang menjadi tulang punggung keluarga, Azalea harus menghadapi beban tanggung jawab penuh untuk menghidupi kedua anaknya dan orang tuanya. 

Sebagai seorang ibu muda dia harus kuat. Azalea berusaha mencari pekerjaan yang dapat memberikan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Berkubang pada situasi sulit

Ia mencoba peruntungan sebagai pemandu karaoke di beberapa tempat hiburan malam. Namun, persaingan yang ketat dan keterbatasan peluang membuatnya kesulitan mendapatkan penghasilan yang memadai. Di tengah keputusasaan dan tekanan finansial, dia menghadapi pilihan yang sulit pelik dan amat sulit.

Pada saat keadaan yang putus asa, Azalea memutuskan untuk mengambil langkah yang kontroversial dengan memasuki dunia jasa di aplikasi kencan hijau. Ia sadar ini adalah keputusan yang sulit dan penuh risiko. Namun, Azalea melihatnya sebagai cara yang mungkin menghasilkan uang yang cukup untuk memberikan masa depan yang lebih baik bagi kedua anaknya.

Sebab dalam industri ini, persaingan sangatlah sengit, dan Azalea harus berjuang keras untuk mendapatkan pelanggan. Dia merasakan tekanan dan kekalutan dalam upayanya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun, dia terus berjuang dan belajar melalui pengalaman yang sulit ini.

“Tidak ada seorang pun yang ingin berada dalam posisi seperti saya,” ujarnya mulai terisak.

Reporter: Fareh Hariyanto
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Penderitaan Mereka yang Fotonya Dicuri Akun Open BO dan Bokep

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 4 Juli 2026 oleh

Tags: jasa open BOopen BOProstitusi
Fareh Hariyanto

Fareh Hariyanto

Kontributor Banyuwangi

Artikel Terkait

Geliat open bo di MiChat saat malam Valentine: pelampiasan lewat layanan "rasa pacar" MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Geliat Layanan Open BO “Rasa Pacar” di MiChat, Pelampiasan dan Upaya “Laki-laki Gagal” Mencari Validasi

14 Februari 2026
Ilustrasi mahasiswi UIN - MOJOK.CO
Kampus

Realitas Mahasiswa dan Mahasiswi UIN, Tampak Agamis di Kampus tapi di Luar Mengerikan

13 Oktober 2025
Sanggrahan Jogja: Dulu Kampung Prostitusi, Kini Jadi Kampung Takwa
Video

Sanggrahan Jogja: Dulu Kampung Prostitusi, Kini Jadi Kampung Wisata

15 November 2024
Warung di atas makam Kembang Kuning Surabaya. MOJOK.CO
Ragam

Menjemput Rezeki di Antara Pusara Kembang Kuning Surabaya

1 November 2024
Muat Lebih Banyak
Pos Selanjutnya
uin mojok.co

Jika Kalian Suka Tampil Nyentrik, Jangan Coba-coba Kuliah di UIN

Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.