Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Ada Kandungan Paracetamol di Perairan Teluk Jakarta, Kok Bisa?

Redaksi oleh Redaksi
4 Oktober 2021
A A
Ada Kandungan Paracetamol di Perairan Teluk Jakarta, Kok Bisa?

Ilustrasi paracetamol. Mojok.co.

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Perairan Teluk Jakarta disebut telah terkontaminasi paracetamol. Fakta mengejutkan ini diungkap oleh sejumlah peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Paracetamol kita kenal sebagai obat pereda nyeri. Biasanya sih paracetamol seringkali digunakan sebagai obat untuk meredakan sakit kepala, demam ataupun sakit gigi. Namun temuan mengejutkan diungkap oleh sejumlah peneliti LIPI. Kandungan Paracetamol ditemukan di perairan Teluk Jakarta, duh kok bisa?

Iklan

Kajian mengenai tercemarnya Teluk Jakarta oleh paracetamol pertama kali dipublikasikan di Jurnal Science Direct. Judulnya High concentrations of paracetamol in effluent dominated waters of Jakarta Bay, Indonesia.

Peneliti Oseanografi LIPI Wulan Kagouw yang tergabung dalam tim peneliti tersebut seperti yang dikutip dari CNNIndonesia.com mengungkapkan bahwa kandungan paracetamol tinggi terdapat di dua wilayah Teluk Jakarta yakni Ancol dan Angke. Kandungannya berjumlah 420 nanogram per liter di Ancol dan 610 nanogram per liter di Angke.

“Konsentrasi tinggi yang terdeteksi, dibandingkan dengan tingkat lain yang dilaporkan dalam literatur ilmiah, meningkatkan kekhawatiran tentang risiko lingkungan yang terkait dengan paparan jangka panjang dan, terutama, dampak pada peternakan kerang di dekatnya,” ujarnya.

Lantas darimana asal kandungan paracetamol yang ada di Teluk Jakarta? Zainal Arifin, Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lipi, yang juga salah satu peneliti dari kajian tersebut menjelaskan bahwa terdapat beberapa kemungkinan mengapa kandungan paracetamol ada di perairan Teluk Jakarta.

Dilansir dari Kompas.com, Zainal mengatakan kemungkinan pertama adalah konsumsi berlebihan oleh warga Jabodetabek. Paracetamol akan keluar melalui air seni dan feses lalu masuk ke septic tank yang sistem limbahnya kurang bagus. Lalu kemungkinan lainnya berasal dari limbah rumah sakit dan perusahaan farmasi yang pengelolaannya kurang optimal.

“Jadi sisa-sisa obat itu masuk ke sungai kemudian ke pantai,” katanya.

Zainal belum bisa memastikan apakah dengan adanya temuan ini akan berbahaya terhadap manusia. Menurutnya hal ini memerlukan penelitian lebih jauh lagi.

Menanggapi temuan ini pejabat Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yogi Ikhwan mengatakan akan mengecek soal temuan ini terutama soal parameter apa yang digunakan dalam penelitian ini.

“Kita terima kasih kepada para peneliti yang mau meneliti kualitas air laut, itu kan bagian air pencemaran. Nanti kita dalami, kita telusuri di mana sumbernya dan akan membuat kebijakan-kebijakan untuk mengatasi pencemaran itu,” ungkapnya, seperti yang dikutip Detik.com.

BACA JUGA Bahan Baku Gudeg dari Luar, Jogja Bikin Hutan Nangka dan artikel Kilas lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 12 Oktober 2021 oleh

Tags: paracetamolTeluk Jakarta
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Tim Medis Penanganan Gagal Ginjal Akut pada Anak RSUP Dr Sardjito menyampaikan hasil pemeriksaan di RS setempat, Rabu (19:10:2022). (Yvesta Ayu:Mojok.co)
Kesehatan

Anak yang Meninggal karena Gagal Ginjal Akut di DIY Bertambah, Kemenkes Imbau Hindari Obat Sirup

19 Oktober 2022
Limbah di teluk jakarta mojok.co
Kilas

Pembuang Limbah Paracetamol di Teluk Jakarta Terungkap, Diberi Sanksi Teguran

9 November 2021
Pojokan

Misteri Tulisan Dokter Susah Dibaca Kayak Perasaannya Padamu

1 Mei 2019
Pojokan

Fakta-fakta Anies Segel Pulau Reklamasi yang Dibilang Pencitraan

8 Juni 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.