Traumanya Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta, Tak Mau Lagi Pakai Nama Diponegoro

Traumanya Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta, Tak Mau Lagi Pakai Nama Diponegoro MOJOK.CO

Pangeran Diponegoro dari Kartasura yang memberontak pada Amangkurat IV

Yosef Kelik memaparkan, tidak aneh jika Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta punya trauma dengan gelar Pangeran Diponegoro. Selain sosok Pangeran Diponegoro yang mengobarkan Perang Jawa, ada sosok Pangeran Diponegoro lain yang pernah ada di kerajaan dinasti Mataram Islam ini. 

Pangeran ini juga punya nama Pangeran Diponegoro. Sosoknya memberontak saat Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta masih menjadi satu sebagai Mataram Islam. Saat itu masa ketika keraton beribukota di Kartasura sehingga dikenal juga dengan Keraton Kartasura.

Raja yang memimpin Keraton Kartasura saat itu adalah Sri Susuhunan Amangkurat IV. Pemberontakan ini merupakan episode perang besar lainnya di Jawa yakni Perang Suksesi Jawa II. Perang berlangsung tahun 1719 hingga 1723 atau seabad sebelum Perang Jawa berkobar.

Lebih lengkapnya untuk mengetahui fakta-fakta tersembunyi Pangeran Diponegoro ada di kanal YouTube Mojok di program JasMerah, “Pangeran Diponegoro: Fakta Tersembunyi dari Pangeran Pemberontak.”

 

 

Penulis: Agung Purwandono

Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA Jika Perang Diponegoro Tak Pernah Ada

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 2 April 2024 oleh .

Agung Purwandono

Jurnalis dengan pengalaman lebih dari dua dekade yang menekuni penulisan feature dan jurnalisme naratif. Punya ketertarikan pada kisah-kisah manusia yang jarang mendapat sorotan.