Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Jualan Sapi, Tukang Foto KTP Keliling, dan Pekerjaan Lain Sebelum Sultan HB X Jadi Raja Keraton Yogyakarta

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
9 Maret 2024
A A
Jualan Sapi, Tukang Foto KTP Keliling, dan Pekerjaan Lain Sebelum Sultan HB X Jadi Raja Keraton Yogyakarta MOJOK.CO

Jualan Sapi, Tukang Foto KTP Keliling, dan Pekerjaan Lain Sebelum Sultan HB X Jadi Raja Keraton Yogyakarta. (Ilustrasi Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sultan HB X pernah tekuni bisnis film

Bisnis lain yang BRM Herjuno Darpito atau KGPH Mangkubumi  tekuni adalah bisnis film. Saat masa-masa awal kuliah, ia berburu dan menyewa film dari luar kota untuk diputar di bioskop yang ada di Yogyakarta.

Setelah berkeluarga, bisnis ini dicoba dengan menjadi distributor film. KGPH Mangkubumi bepergian ke berbagai festival film di dunia untuk mencari film yang akan dipasarkan di Indonesia.

Meski putra seorang raja, Herjuno Darpito tidak malu melakukannya. Bahkan jika melihat periodenya, ayahnya Sultan HB IX saat itu menjadi tokoh dan pejabat nasional, di antaranya, sebagai Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan, dan Industri yang pertama di Indonesia periode 1966-29 Maret 1973. Kemudian terhitung 23 Maret 1973, Sri Sultan Hamengkubuwono IX menjadi Wakil Presiden RI hingga 1978. 

Kisah Sultan HB X dalam buku “Lenggahing Harjuno, Sultan, Takhta, dan Kedaulatan”

Kisah tentang masa-masa perjuangan Sultan HB X muda ini ada dalam buku “Lenggahing Harjuno, Sultan, Takhta, dan Kedaulatan” yang diterbitkan Kagungan Dalem Museum Keraton Yogyakarta. Buku ini bisa masyarakat umum dapatkan dengan membeli di Toko Kagungan Dalem Kedhaton atau di Wahanarata.

Buku tersebut juga menceritakan, masa muda Sultan HB X yang gemar berolahraga. Saat masih SD ia menjadi kapten tim kasti sekolahnya. Romo Tirun, teman masa kecil Sultan HB X mengatakan, saat masa kecil, Raja Keraton Yogyakarta itu hobi bermacam olahraga seperti bulu tangkis, sepak bola, tenis, tenis meja, voli, renang, dan lompat tinggi. 

“Kalau sepak bola biasanya kami bermain di pelataran Keben, lawannya anak-anak dari luar (kampung sekitar keraton),” kata Romo Tirun dalam buku tersebut. 

Menurut Romo Tirun, saat SMA ia bersama BRM Herjuno Darpito dan beberapa kawan yang lain membentuk klub voli amatir yang diberi nama ‘Hobo’. Klub ini kadang mengikuti pertandingan antarkampung Njeron Benteng atau wilayah yang masih kompleks Keraton Yogyakarta. 

KGPH Mangkubumi kemudian mendirikan grup olahraga Pranama yang merupakan singkatan dari Prajurit Narendra Mataram. Awalnya, grup ini untuk mewadahi kegiatan prajurit keraton saja. Namun, kemudian meluas untuk masyarakat umum yang punya minat dalam bidang olahraga. Lima cabang olahraga di grup ini yaitu sepak bola, voli, bulu tangkis, tenis meja, dan catur.

Tahun 1977, Herjuno Darpito mendapat amanah dari ayahandanya untuk memegang kendali Pabrik Gula Madukismo yang merupakan perusahaan milik Keraton Yogyakarta. Ia juga sempat menjadi anggota DPRD DIY. KGPH Mangkubumi kemudian naik takhta sebagai Sri Sultan HB X pada 7 Maret 1989.

Penulis: Agung Purwandono
Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA Warung Bu Spoed yang Sudah 100 Tahun dan Mbah Galak yang Menolak Permintaan Sultan HB IX

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 10 Maret 2024 oleh

Tags: keraton YogyakartaLenggahing Harjunopilihan redaksisultan hb xYogyakarta
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis di Mojok.co, suka bercocok tanam.

Artikel Terkait

Parijoto, pecel pakis, hingga lalapan kelor. Khazanah kuliner di Desa Colo yang erat dengan dakwah Sunan Muria MOJOK.CO
Lipsus

Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria

27 Februari 2026
Gen Z photobox di Tugu Jogja
Urban

Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO

27 Februari 2026
KIP Kuliah di Jogja.MOJOK.CO
Edumojok

Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

27 Februari 2026
UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO
Urban

Modal Ijazah S1, Nekat Adu Nasib ke Jakarta: Sudah Bikin Syukuran karena Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Pertama Belum Turun

26 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau Mojok.co

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau 

25 Februari 2026
Honda Supra X 125

Maunya Motor Matic, tapi Terpaksa Pakai Supra buat Kuliah di Fakultas “Elite” di UGM demi Menyenangkan Ayah

24 Februari 2026
Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala 'Big Tech' MOJOK.CO

Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala ‘Big Tech’

25 Februari 2026
Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026
Mekanisme beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri masih silang sengkarut, awardee cemas jadi "WNI" MOJOK.CO

Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi

23 Februari 2026
User bus ekonomi Sumber selamat pertama kali makan di kantin kereta api. Termakan ekspektasi sendiri MOJOK.CO

User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.