Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Coba-coba Order Zendo (Ojol Muhammadiyah) di Jogja, Berujung Tak Tega sama Driver-nya

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
21 Januari 2025
A A
Coba-coba order Zendo Jogja, ojol Muhammadiyah MOJOK.CO

Ilustrasi - Coba-coba order Zendo Jogja, ojol Muhammadiyah. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Menempuh jauh untuk fee Rp12 ribu

Saya jadi merasa bersalah dengan driver Zendo Jogja yang saya order. Pasalnya, untuk mengantar saya ke lokasi tujuan (kantor Mojok), dia hanya mendapat fee Rp12 ribu. Jaraknya memang hanya tujuh-delapan menit saja. Rasa-rasanya tidak cucuk dengan effort-nya menempuh jarak 20 menit menjemput saya.

Apalagi akhirnya saya tahu, driver Zendo Jogja itu mengaku kesulitan mencari penumpang.

“Saya dari arah kota tadi, Mas. Jadi lama,” ujar si driver, laki-laki berumur 30-an tahun. Mohon maaf, saya tidak bisa menyebut namanya. Tapi yang jelas, dia ramah dan baik.

“Lah kok mau ambil orderan saya, Mas?” Tanya saya.

“Lumayan, Mas. Daripada nggak dapet,” balasnya.

Seturut keterangan si driver, Zendo di Jogja memang menyebar-nyebar. Hanya saja tidak rata karena belum sebesar aplikator ojol lainnya. Sehingga, untuk daerah seperti Ngaglik, Sleman, akan terasa sulit menemukan driver terdekat.

Sulit dapat penumpang

Sebelum jadi driver Zendo Jogja, si driver mengaku pernah menjadi driver aplikasi ojol lain. Lalu dia tertarik gabung Zendo karena menawarkan jaminan kesejahteraan.

“Cara daftarnya juga mudah. Lewat WA,” terang si driver.

Adapun syarat mendaftar jadi mitra ojol Muhammadiyah tersebut antara lain:

  1. Laki-laki atau perempuan usia 18-53 tahun
  2. Niat kerja serius
  3. Punya KTP, KK, SIM, motor/mobil
  4. Punya HP
  5. Bisa baca maps

“Ini juga buat sambilan, Mas. Saya kan juga buka warung kelontong,” sambung si driver.

Si driver tertawa saat saya tanya, sehari bisa dapat berapa penumpang? Katanya, untuk mendapat lima penumpang saja sesulit itu.

Dalam regulasi Zendo, sistem kerja driver terbagi dalam tiga shift. Namun, praktinya, si driver yang mengantar saya bisa online terus. Sebab, online terus saja tidak mesti dapat 10 penumpang kok.

Tidak tega order lagi

Selepas Magrib, saya mencoba menghubungi admin Zendo Jogja lagi untuk menjemput sekaligus mengantar saya dari kantor Mojok.co ke Akademi Bahagia. Berharap mendapat driver terdekat. Sekali lagi, sangkaan saya, ada lah driver terdekat.

Namun, admin akan mengirim driver yang sama—yang pagi sebelumnya mengantar saya dari Akademi Bahagia ke kantor Mojok.co. Kali itu, admin menyebut estimasi penjemputanya 25 menit. Artinya, lokasi si driver makin jauh.

Iklan

Saya meminta admin mencarikan driver lain yang lebih dekat. Tapi admin bilang tidak ada. Yang paling dekat adalah yang berjarak 25 menit itu. Maka, saya putuskan untuk membatalkan pesanan.

“Memangnya kenapa nggih kak jika boleh tahu? Apakah ada kendala saat penjemputan tadi siang?” Tanya admin.

“Oh tidak. Tidak ada masalah. Si driver baik. Hanya saja saya tidak tega,” jawab saya.

Saya tidak tega saja, si driver Zendo Jogja itu harus menempuh jarak jauh (bolak-balik) tapi hanya dapat fee Rp12 ribu. Artinya, kalau dua kali antar-jemput saya, dia mendapat Rp24 ribu. Kalau dipotong admin 20%, dia mendapat Rp22 ribu. Sekali lagi, tidak cucuk dengan jarak tempuhnya. Saya tidak tega.

Konsekuensi karena saya membatalkan pesanan, saya dikenai uang ganti fee sebesar Rp5 ribu. Tak masalah. Tapi yang mengganjal pikiran saya, apakah uang ganti itu kemudian menjadi hak driver?

Kalau iya, itu lebih baik. Setidaknya tanpa jalan menjemput penumpang, dia dapat pengganti. Tapi saya tidak tahu bagaimana sistemnya.

Ojol Muhammadiyah belum siap jadi alternatif?

Saya hanya merasa, ojol yang dikembangkan Muhammadiyah itu perlu dimatangkan lagi. Dalam banyak sisi. Terutama sisi-sisi yang diributkan di media sosial.

Kalau dalam konteks kasus saya, Zendo Jogja sepertinya perlu memberi batasan yang jelas.

Misalnya, jika ketersediaan driver untuk sementara hanya padat di daerah Kota Jogja, maka ditegaskan saja campaign bahwa Zendo Jogja masih hanya menerima orderan untuk wilayah Kota Jogja saja.

Karena, selain saya, tentu masih banyak orang yang menyangka bahwa Zendo ini sudah seperti aplikasi ojol lain, yang driver-nya sudah menyebar. Kalau salah sangka itu terus-terusan terjadi, akibatnya bisa seperti driver yang saya alami: bolak-balik jarak jauh untuk fee yang nggak nutup.

Begitu pula di 70 kota/daerah lain—sebagai lokasi ketersebaran Zendo. Ditegaskan, untuk sementara, titik mana yang available dan aksesibel.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Cara Berkendara Motor Plat K Diresahkan Orang Jogja, Tapi bikin Takjub Orang Surabaya atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2025 oleh

Tags: ojolojol muhammadiyahpilihan redaksizendozendo jogja
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Rela utang bank buat beli mobil keluarga Suzuki Ertiga demi puaskan mertua. Ujungnya ribet dan sia-sia karena ekspektasi. MOJOK.CO
Sehari-hari

Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia

21 Maret 2026
Lontong dan kangkung, kuliner tua Lasem dalam khazanah suluk Sunan Bonang MOJOK.CO
Lipsus

Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan

21 Maret 2026
Memelihara kucing.MOJOK.CO
Catatan

Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

20 Maret 2026
Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang MOJOK.CO
Esai

Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

20 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
Burger Aldi Taher Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian DUAR CUAN! MOJOK.CO

Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik

17 Maret 2026
meminjam uang, lebaran.MOJOK.CO

Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit

21 Maret 2026
Bukan Cuma Gaji Kecil, Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja Juga Mesti Siap dengan Budaya Pekewuh yang Memperlambat Kerjaan Mojok.co

Penyesalan Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja: Selain Gaji Kecil, Budaya Pekewuh Ternyata Memperlambat Kerjaan

22 Maret 2026
Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026

Video Terbaru

Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026
Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

20 Maret 2026
Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.