Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6

Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6 MOJOK.CO

Petugas dari PT KAI menutup perlintasan liar di daerah Sukoharjo. (Istimewa)

MOJOK.CO – Wonogiri menjadi wilayah dengan jumlah penutupan perlintasan liar terbanyak di wilayah kerja KAI Daop 6 Yogyakarta. Sebanyak 17 perlintasan liar di Wonogiri ditutup selama periode 2023 hingga Juli 2026.

Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan wilayah lain. Dari total 42 perlintasan liar yang ditutup KAI Daop 6 bersama pemerintah, masing-masing empat perlintasan berada di Solo, Wojo, Wates, dan Yogyakarta.

Sementara itu, penutupan di Brambanan, Sumberlawang, Sragen, dan Klaten masing-masing berjumlah dua perlintasan. Satu perlintasan lainnya berada di Palur.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan penutupan dilakukan karena perlintasan liar tidak memiliki pengamanan memadai dan berada di luar pengaturan resmi. Kondisi tersebut membahayakan perjalanan kereta api sekaligus pengguna jalan.

“Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama,” kata Feni dalam keterangan tertulis yang diterima Mojok. Senin (27/7/2026).

Delapan perlintasan liar ditutup sepanjang Januari-Juli 2026

Khusus sepanjang Januari hingga Juli 2026, KAI Daop 6 mendukung pemerintah menutup delapan perlintasan liar. Namun, KAI tidak memerinci lokasi delapan perlintasan yang ditutup pada periode tersebut.

Secara kumulatif, terdapat 42 perlintasan liar yang telah ditutup sejak 2023. Rinciannya, enam perlintasan ditutup pada 2023, masing-masing 14 perlintasan pada 2024 dan 2025, serta delapan perlintasan hingga Juli 2026.

Meski puluhan perlintasan sudah ditutup, KAI Daop 6 masih mencatat 14 perlintasan liar di wilayah kerjanya. Selain itu, terdapat 292 perlintasan sebidang yang terdiri atas 97 perlintasan dijaga KAI, 32 dijaga pemerintah daerah, dan 23 dijaga pihak eksternal. Sebanyak 126 perlintasan lainnya tidak dijaga.

Penanganan perlintasan ke depan akan dilakukan melalui penutupan titik berisiko, peningkatan penjagaan dan pengawasan, serta pemanfaatan teknologi.

KAI Daop 6 menggelar 337 sosialisasi keselamatan

Selain menutup perlintasan liar, KAI Daop 6 menggelar 337 kegiatan sosialisasi keselamatan sepanjang semester pertama 2026. Sebanyak 327 kegiatan dilaksanakan di perlintasan sebidang, sedangkan 10 kegiatan lainnya menyasar sekolah dan lingkungan masyarakat.

Perangkat pengeras suara berisi imbauan keselamatan juga dipasang di 14 titik. Fasilitas tersebut digunakan untuk memberikan peringatan kepada pengguna jalan agar mematuhi rambu dan meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi jalur kereta api.

KAI Daop 6 juga telah melaksanakan pembinaan bagi petugas penjaga perlintasan hingga angkatan ke-10. Pembinaan tidak hanya ditujukan kepada petugas KAI, tetapi juga petugas yang berada di bawah pengelolaan dinas perhubungan.

Evaluasi rutin dilakukan jajaran manajemen melalui kegiatan Tilik Perlintasan Sebidang setiap bulan. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan petugas bekerja sesuai prosedur serta meningkatkan kesiapsiagaan di lapangan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dengan disiplin mematuhi rambu dan aturan saat melintas di perlintasan sebidang demi keselamatan bersama,” ujar Feni dalam siaran pers yang diterima Mojok.co, Senin (27/7/2026). (*)

BACA JUGA: KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta

Exit mobile version