Tips Melindungi Diri Saat Terjadi Crowd Crush

crowd crush mojok.co

Ilustrasi penonton konser. (Mojok.co)

MOJOK.COFestival, konser musik, dan pertandingan olahraga yang menghadirkan kerumunan penonton kembali digelar setelah hiatus selama dua tahun karena pandemi. Animo masyarakat menyambut acara tersebut gila-gilaan. Tiketnya cepat ludes walaupun harganya mahal.

Sayangnya, beberapa acara yang mengundang kerumunan tersebut berakhir menjadi bencana. Tragedi Kanjuruhan misalnya, tembakan gas air mata dari polisi ke arah tribun penonton memicu kepanikan hingga menimbulkan ratusan korban meninggal dunia.

Kejadian serupa hampir saja terjadi pada Festival Berdendang Bergoyang pada 28-29 Oktber lalu di Istora Senayan. Pertunjukkan musik yang harusnya dilaksanakan selama 3 hari harus dihentikan pada hari ketiga. Salah satu penyebabnya terkait kelebihan kapasitas penonton (overcapacity) yang menimbulkan puluhan orang pingsan.

Lalu, kasus desak-desakan penonton juga sempat terjadi pada saat konser NCT 127 yang diselanggarakan di Indonesian Convention Exhibition (ICE) BSD Hall 7 dan 8, Tanggerang pada Jumat (4/11). Penonton yang antusias membuat kerumunan menjadi tidak kondusif. Akibatnya konser dihentikan oleh pihak kepolisian.

Kondisi di atas memang tak terhindarkan jika kerumunan penonton terlampau padat dan tak terkendali. Situasi semacam ini biasa disebut juga dengan crowd crush.

Adanya dorongan fisik dari kerumunan membuat orang akan kehilangan kesimbangan dan mementik dorongan yang lainnya. Kondisi ini amat berbahaya karena penonton akan mengalami situasi darurat yang berpotensi terinjak-injak.

“Kegilaan orang banyak adalah ketika orang mulai bergerak menuju hiburan utama. Hal ini dapat menyebabkan gelombang kerumunan dan kemudian keramaian,” ucap seorang Pendiri Manjemen Kerumunan, Paul Wertheimer di click2houston.com.

Lantas bagaimana jika kondisi ini menimpa dirimu? Mojok merangkum dari berbagai sumber beberapa cara melindungi diri saat terjadi crowd crush.

#1 Jangan panik dan perhatikan tanda peringatan

Situasi crowd crush tentu membuat orang panik dan ketakutan, tapi dalam situasi semacam ini hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan jangan panik. Ini bertujuan agar pikiran kita tetap rileks sehingga masih mempunyai ruang untuk mengatur napas. Banyak orang meninggal dalam kerumunan akibat sesak napas.

Setelah itu kita bisa perhatikan tanda peringatan untuk mencari pintu keluar. Pikiran yang tenang lebih memudahkan kita untuk berpikir mencari jalan keluar dan melihat tanda peringatan yang telah disediakan panitia.

#2 Tetap berdiri dan pasang kuda-kuda

Saat mulai adanya tanda dorongan di kerumunan, tetap berdiri dan pasang kuda-kuda. Posisi lengan atas seperti petinju untuk membuat keseimbangan. Hal ini membentuk dkondisi yang padat, yang bertujuan untuk melindungi organ dalam seperti jantung dan paru-paru dari ribuan pound (kg) yang menekan dada.

#3 Lindungi punggung, perut, dan kepala

Jika terjatuh dalam kerumunan, segera lindungi bagian punggung dan perutmu. Dalam keadaan terjatuh, upayakan tubuhmu agar bisa bangkit kembali. Namun, bila situasi tidak memungkinkan, berbaringlah ke salah satu sisi untuk melindungi bagian tubuh penting (dada, perut, dan kepala). Dan minta bantuan sesegera mungkin untuk membantumu berdiri kembali.

#4 Ikuti arus

Bergeraklah mengikuti arus kerumunan, seperti mengikuti arus lalu lintas pejalan kaki. Kamu juga bisa bergerak secara diagonal atau zig zag dengan memanfaatkan celah-celah kecil yang terbentuk di antara orang-orang yang bergerak. Namun, pada situasi ini, jika ada barangmu yang terjatuh kamu tidak perlu kembali untuk menggambilnya.

Penulis: Mutiara Tyas Kingkin
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Bahaya Overcapacity dan Kerumunan Massa yang Tak Terkendali

Exit mobile version