Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Tak Ada Lagi Angka Delapan dan Zig-zag di Praktik Uji SIM C 

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
27 Juni 2023
A A
Tak Ada Lagi Angka Delapan dan Zig-zag di Praktik Uji SIM C. MOJOK.CO

Konsep baru uji praktik SIM C di Kepolisian Resor Bantul yang mulai diberlakukan, Senin (26/06/2023). (Istimewa)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kepolisian Resor Bantul, DIY mulai memberlakukan konsep baru dalam praktik uji Surat Izin Mengemudi (SIM) C di kabupaten tersebut. Uji praktik SIM C kini tidak konsep  pola zig-zag maupun angka delapan seperti yang sudah-sudah.

Konsep baru uji Surat Izin Mengemudi yang dari Polres Bantul tersebut berdasarkan hasil analisis dan evaluasi soal tingginya angka kecelakaan kendaraan roda dua di wilayah tersebut. Terutama karena akibat faktor kelalaian pengendara. Materi zig-zag dan angka delapan dihilangkan agar ujian praktik lebih sesuai dengan kondisi di jalan umum.

Wakapolda DIY, Brigjen Pol Slamet Santoso kepada wartawan, Senin (26/06/2023) mengungkapkan konsep uji SIM yang baru itu supaya linier antara ujian teori yang sudah diperbarui menjadi audio visual dengan ujian praktik.

“Sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Lima item jadi alat penilaian uji SIM C

Menurut Slamet, konsep tersebut sebenarnya masih berada dalam tahap pengajuan kepada Mabes Polri. Polda DIY berencana mengembangkan konsep tersebut di tingkat Polda DIY.

Ada lima item yang menjadi alat penilaian untuk menentukan lulus tidaknya peserta ujian SIM dalam konsep baru tersebut. Yakni faktor keseimbangan, perilaku pengendara, reaksi dan keterampilan lainnya.

Meski berbeda konsep uji praktik, ujian teori dalam pembuatan SIM roda dua di Satpas Polres Bantul tetap sama. Para pemohon SIM C pun masih harus mengikuti ujian teori dengan konsep yang berubah dari text book menjadi electronic audio video integrated system.

“Kami ajukan dahulu, mudah-mudahan dalam waktu yang singkat dan dalam tempo yang secepat-cepatnya itu bisa berlaku di seluruh nasional,” jelasnya.

Pengendara harus jalani tes awal sampai akhir

Sementara Kapolres Bantul AKBP Ihsan menjelaskan tes yang berlaku merupakan satu rangkaian dari garis start hingga finish, mulai dari pemakaian helm yang baik dan benar. 

Dalam ujian praktik berkendara, pemohon SIM C harus melewati tes keseimbangan di permulaan tes. Peserta nggak boleh menurunkan kaki ketika melintasi jalan selebar 60 centimeter hingga sebelum garis ‘stop’ di lampu lalu lintas pertama.

“Ini untuk menguji keseimbangan peserta di jalur yang sempit,” jelasnya.

Dosen UNY sekaligus aktivis Pusat Studi dan Transportasi (pustral) UGM, Pangesti Wiedarti, mengungkapkan konsep uji SIM yang baru ini merupakan konsep uji SIM terbaik. Konsep tersebut menyesuaikan dengan beberapa negara lain berupa Taiwan, Australia, maupun Jepang. 

“Semoga naskah bisa segera disusun dan diusulkan ke tingkat nasional. Namun, harus melalui beberapa tahap yang berjenjang dan bisa segera menjadi pedoman serta masyarakat memahami sehingga bisa lebih tertib berlalu lintas,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

Iklan

BACA JUGA Susahnya Ujian Sim C: Ini Tipsnya Biar Lulus Menurut Polisi, Ahli, dan Orang yang Gagal Berkali-kali

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 28 Juni 2023 oleh

Tags: polres bantulsim cuji sim cujian SIM
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Ujian SIM C. MOJOK.CO
Sehari-hari

Pelajaran Berharga dari Gagal Ujian SIM C Sebanyak 11 Kali: Diam Bukan Pilihan untuk Melawan Hal yang Janggal

18 Mei 2026
Pertama kali membuat SIM C di kantor Satpas demi patuhi aturan, berujung kapok karena kegalakan petugas MOJOK.CO
Ragam

Pertama Kali Ngurus SIM di Satpas: Nanya Sopan Malah Digalaki dan Dibiarkan Ruwet Sendiri, “Praktik Kotor” Tersaji di Depan Mata

3 Juli 2025
Ujian Praktik SIM C Gunakan Sirkuit Huruf S, Pemohon di Jogja Lebih Banyak yang Lulus. MOJOK.CO
Kilas

Ujian Praktik SIM C Gunakan Sirkuit Huruf S, Pemohon di Jogja Lebih Banyak yang Lulus

8 Agustus 2023
Uji SIM C Polres Bantul Tanpa Zig-Zag Angka Delapan MOJOK.CO
Esai

Uji SIM C Polres Bantul Tanpa Zig-zag Angka Delapan: Bantul Memang Beda

29 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja.MOJOK.CO

Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja

6 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026
Ilustrasi perantau dari desa.MOJOK.CO

Tangis Sunyi Para Perantau: Uang Habis Untuk Hidupi Keluarga, tapi Dicap Durhaka karena Jarang Pulang dan “Tak Hadir” di Orang Tua

3 Agustus 2026
Elang Jawa terbang bebas di Gunung Gede Pangrango, tapi masih berada dalam ancaman MOJOK.CO

Konsultasi Publik di Bandung Hasilkan Masukan Strategis Konservasi Elang Jawa 2026-2036

3 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.