Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Susi Pudjiastuti Menangis Saat Ungkapkan Kekecewaannya Atas Kebijakan Ekspor Benih Lobster

Redaksi oleh Redaksi
28 Juli 2020
A A
susi pudjiastuti
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sangat sedih atas kebijakan ekspor benih lobster yang kini dibuka kembali.

Salah satu pihak yang paling bersedih atas kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang kini membuka kembali ekspor benih lobster tentu saja adalah mantan Menteri Susi Pudjiastuti.

Iklan

Susi Pudjiastuti berkali-kali tak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan yang baru Edhy Prabowo yang kini melegalkan ekspor benih lobster. Maklum saja, di masa kepemimpinannya, Susi melarang keras praktik ekspor benih lobster karena selain dinilai tidak strategis secara pemasukan untuk negara, juga punya dampak yang buruk terhadap kelestarian lobster.

Seperti diketahui, Edhy, melalui Peraturan Menteri KKP Nomor 12/Permen-KP/2020 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp), dan Rajungan (Portunus spp) di Wilayah Negara Republik Indonesia memang sudah secara resmi mencabut aturan larangan ekspor benih lobster yang pernah diterbitkan oleh Susi Pudjiastuti.

Melalui sosial media, Susi berkali-kali menuliskan kekecewaan dan protesnya terhadap praktik pelegalan ekspor bibit lobster tersebut.

“Saya memang tidak rela bibit lobster diekspor. Saya rakyat biasa yang tidak rela bibit diekspor,” tulis Susi beberapa waktu yang lalu melalui akun Twitternya.

Sekira bulan Juni lalu, Susi bahkan sempat menanggapi artikel tentang keputusan ekspor benih lobster dengan sticker menangis.

pic.twitter.com/z2slKWBS4z

— Susi Pudjiastuti (@susipudjiastuti) June 23, 2020

Kelak, tangisan tersebut pada akhirnya benar-benar menjadi nyata dan bukan hanya sticker belaka.

Dalam acara Rembug Nasional Muhammadiyah bertajuk “Ancaman Atas Kedaulatan Sumber Daya Laut” yang dihelat oleh PP Muhammadiyah beberapa hari yang lalu, Susi menumpahkan kesedihannya atas kebijakan ekspor benih lobster tersebut. Saking emosionalnya, Susi sampai menangis berkali-kali.

“Mereka adalah plasma nutfah. Agama dan negara harus lindungi karena itu keberlanjutan kita sebagai manusia. Di negeri kita tidak ada kepedulian itu. Pak Busyro (Pimpinan Pusat Muhammadiyah), saya menangis karena saya tahu,” kata Susi.

Dalam diskusi tersebut, Susi memang tampak menyeka air matanya berulang kali.

Menurut Susi, langkap Menteri KKP Edhy Prabowo mengizinkan kembali ekspor benih lobster bisa berdampak buruk pada ekosistem laut. Selain itu, juga bisa merugikan para nelayan karena produksi lobster bisa turun.

“Di Pangandaran dulu (produksi) lobster 2 ton, ikan 30 ton sehari. (Sekarang) di tengah laut ikannya diambilin, bibit lobsternya diambilin, ya hilang. Kita mau kemana?” terang Susi.

Iklan

Lebih lanjut, Susi juga menjelaskan harga jual benih yang kini turun drastis.

“Hanya Indonesia di dunia ini yang mengizinkan ekspor bibit lobster. Sejak keran ekspor benih lobster dibuka, harga jualnya hanya Rp 5 ribu per ekor. Padahal, saat dilarang dulu harga jual benih lobster bisa mencapai Rp 60 ribu per ekor.”

susi pudjiastuti

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2020 oleh

Tags: KKPlobstersusi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)
Kabar

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026
Jurusan Perikanan Kerap Dianggap Sebelah Mata, padahal Potensi Cuannya Amat Besar dan Peluang Kerjanya Begitu Luas!
Kampus

Jurusan Perikanan Dianggap Sebelah Mata, padahal Potensi Cuannya Amat Besar dan Peluang Kerjanya Begitu Luas!

24 April 2024
sekolah kedinasan perikanan dan kelautan mojok.co
Pendidikan

Deretan Sekolah Dinas di Bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan

6 April 2023
benih lobster
Kilas

Jadi Pelaksana Tugas Menteri Kelautan dan Perikanan, Luhut Langsung Setop Izin Ekspor Benih Lobster

27 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

77 persen lulusan sekolah vokasi (sarjana terapan) tembus dunia kerja. Lebih dari dari lulusan S1 MOJOK.CO

Lulusan Sekolah Vokasi (Sarjana Terapan) Lebih Laris di Dunia Kerja dari S1, Industri Butuh yang Berketerampilan

7 Agustus 2026
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026
Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan MOJOK.CO

Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan

10 Agustus 2026
Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026
Derita lansia pakai cashless seperti QRIS. MOJOK.CO

Derita Lansia Tak Bisa Beli Roti Hanya karena QRIS yang Menghantui

4 Agustus 2026
Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja MOJOK.CO

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.