Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Stasiun Manggarai, Mimpi Buruk Pengguna KRL yang Ternyata Punya Nilai Sejarah

Kenia Intan oleh Kenia Intan
19 Oktober 2023
A A
Stasiun Manggarai, Mimpi Buruk yang Punya Nilai Sejarah MOJOK.CO

Stasiun Manggarai, Mimpi Buruk yang Punya Nilai Sejarah (https://heritage.kai.id/)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Stasiun Manggarai menjadi mimpi buruk bagi banyak pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line. Di balik itu, stasiun ini ternyata punya sejarah yang panjang. Bahkan, turut berperan dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia.  

Bagi pengguna KRL Commuter Line, transit di Stasiun Manggarai adalah mimpi buruk. Padatnya Stasiun Manggarai menjadi yang paling banyak dikeluhkan oleh mereka naik-turun melalui stasiun ini. Cuplikan mimpi buruk itu pernah dituliskan oleh salah satu penulis Mojok dengan judul “Merasakan Tua di Jalan: Naik KRL Transit Manggarai Harus Bayar Pakai Mental Health”.

Iklan

Setelah Stasiun Manggarai ditetapkan menjadi stasiun sentral pada April 2022, kondisinya tidak lebih baik. Stasiun Manggarai menjadi titik transit KRL Commuter Line jalur Jakarta Kota, Bogor, Tanah Abang, dan Bekasi. Kereta ini juga melayani Kereta Bandara Soekarno Hatta. Tidak heran apabila stasiun ini menjadi yang terpadat di Indonesia.

Di balik hiruk-pikuk Stasiun Manggarai, stasiun ini ternyata memiliki kisah yang panjang. Bahkan, Stasiun Manggarai menjadi saksi sejarah beberapa peristiwa penting. Salah satunya, menjadi titik keberangkatan pemindahan Ibu Kota Republik Indonesia sementara.

Setelah memproklamasikan kemerdekaan pada 1945, sejumlah gejolak politik dan militer menerpa Indonesia. Pada waktu itu, beredar kabar NICA Belanda akan membunuh para pemimpin Indonesia. Mendengar kabar itu, pemimpin Indonesia harus berpindah-pindah tempat.

Situasi di Jakarta yang tidak lagi kondusif mendorong Soekarno memindahkan ibu kota negara secara sementara ke Yogyakarta. Pada 4 Januari 1946, Soekarno dan Bung Hatta berangkat ke Yogyakarta melalui Stasiun Manggarai. Persiapannya dilakukan secara rahasia.

Sebulan berselang, pada 1 November 1946, Panglima Besar Jenderal Soedirman singgah di stasiun ini. Ia ke Jakarta untuk menghadiri perundingan gencatan senjata. Rakyat Indonesia pun menyambut kedatangan Sang Panglima dan rombongan dengan sorak-sorai.

Baca halaman selanjutnya …
Sejarah Stasiun Manggarai

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 20 Oktober 2023 oleh

Tags: jakartaKRL Commuter Line JakartaStasiun Manggarai
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

kebayoran baru, jakarta selatan, jakarta.MOJOK.CO
Urban

Punya Kos Murah di Kebayoran Baru adalah Kemewahan, Biar Berisik tapi Setidaknya Menyelesaikan 3 Masalah Besar Perantau di Jakarta

3 Juli 2026
Naik BYD Menyusuri Jalanan Jakarta Bikin Saya Jadi Kampungan MOJOK.CO
Otomojok

Pengalaman Menahan Rasa Penasaran di Dalam Kabin Mewah BYD demi Tidak Terlihat Kampungan ketika Menyusuri Jalanan Jakarta

30 Juni 2026
Nasib desainer grafis di desa kabupaten: jasa desain logi dianggap gratisan, pindah Jakarta kaget ternyata cuannya menjanjikan MOJOK.CO
Sehari-hari

Jasa Desain Logo di Desa Kabupaten Dianggap Sepele hingga Jadi Gratisan, Pindah Jakarta Kaget 1 Logo Cuannya Menjanjikan

23 Juni 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co
Urban

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Konten Kreator Perjalanan dapat pelajaran hidup di Lombok. MOJOK.CO

Konten Kreator Perjalanan Nyaris Luntang-lantung karena Tak Punya Uang, Malah Menangis Saat Meninggalkan Lombok

21 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.