MOJOK – Sekolah kemitraan yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberi kesempatan bagi anak-anak kurang mampu bisa melanjutkan pendidikan. Tidak pelak jika kesempatan tersebut menyimpan haru.
Saat Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, berkunjung dan memberi motivasi di SMK Mitra Karya Mandiri Kabupaten Brebes pada Kamis (7/8/2026), seorang siswi yang duduk di barisan depan tiba-tiba menangis sesenggukan.
Siswi kelas 10 tersebut bernama Valentina asal Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Brebes. Derai isak tangis Valentina tidak terbendung saat Ahmad Luthfi menceritakan masa kecilnya yang juga anak seorang petani dengan ekonomi pas-pasan. Di titik itu, Valentina langsung teringat dengan kedua orang tuanya di rumah.
Sudah, sudah, jangan nangis. Sini maju, diusap dulu air matanya pakai tisu,” kata Ahmad Luthfi yang langsung mengajak Valentina maju ke depan dan memeluknya agar tangisnya reda.
Setelah tangisnya mereda, Ahmad Luthfi memberikan satu unit sepeda kepada Valentina sebagai hadiah dan pelecut semangat untuk tetap giat belajar, membahagiakan orang tua, dan dapat mengubah nasib keluarga.

Terima kasih “disekolahkan” Gubernur Jawa Tengah
Valentina berasal dari keluarga kurang mampu. Biaya pendidikan untuk meraih cita-cita mulanya tentu menjadi beban tersendiri bagi orang tua.
Namun, mendengar cerita Ahmad Luthfi, ada perasaan haru luar biasa. Tumbuh optimisme juga bahwa ia bisa mengejar cita-cita.
Terlebih, yang Valentina syukuri, ia menjadi salah satu penerima manfaat program sekolah kemitraan yang digagas Ahmad Luthfi bagi anak keluarga miskin ekstrem dan kurang mampu di Jawa Tengah.
“Terima kasih Pak Gubernur telah menyekolahkan saya di sini. Saya akan lebih semangat lagi. Senang sekolah di sini. Dulu tidak terbayang bisa sekolah di sini, sekarang tahu dan terima kasih,” ujar Valentina.
Ahmad Luthfi memang berpesan kepada seluruh siswa sekolah kemitraan untuk tidak minder. Harus percaya diri dan memiliki cita-cita yang tinggi, serta harus giat belajar untuk mewujudkan mimpi masing-masing.
Tidak hanya itu, Ahmad Luthfi juga membagikan sepatu dan perlengkapan sekolah kepada anak-anak sekolah kemitraan. Bahkan, Ia juga memakaikan sepatu kepada salah seorang siswa.
“Kaget. Nggak nyangka (dipakaikan sepatu oleh Gubernur). Saya cita-cita mau jadi polisi. Senang bisa sekolah karena banyak teman. Sekolahnya gratis selama tiga tahun,” ungkap siswa bernama Abio itu, pelajar kelas 10 SMK Muhammadiyah Mangunsari.
Sekolah Kemitraan: sekolah gratis untuk keluarga kurang mampu dan miskin ekstrem
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menjelaskan, sekolah kemitraan merupakan program sekolah gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan kurang mampu.
Dirintis sejak 2025, saat ini Total ada 139 sekolah yang menjadi mitra Pemprov Jateng. Anak-anak yang ikut program sekolah tersebut dibiayai secara penuh oleh Pemprov Jateng.
Program ini, lanjut Ahmad Luthfi, merupakan upaya Pemprov Jateng untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan sumber daya manusia.
“Mereka kita biayai. Mulai pakaian, sepatu, buku, PKL, dan sebagainya. Semua gratis dari Pemprov Jateng,” kata dia. ***(Adv)
BACA JUGA: Pemprov Jawa Tengah Minta Pondok Transparan Jika Terjadi Perundungan, Wujudkan Program Pesantren Ramah Anak atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan