Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Ribuan Harley Davidson Akan Sambangi Jogja, Bawa Misi Perbaiki Citra

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
1 September 2022
A A
JBR harley davidson

JBR kembali digelar setelah 7 tahun. (Dok JBR)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Lebih dari 1.000 motor Harley Davidson diperkirakan akan masuk ke wilayah DIY dalam rangka Jogja Bike Rendezvouz (JBR) pada 16-18 September 2022 mendatang. Ketua Umum Harley Davidson Club (HDCI) DIY, Santoso Rohmad punya misi memperbaiki citra pengendara Harley Davidson.

Menurutnya, HDCI memahami sisi keistimewaan dari Jogja. Sehingga pihaknya akan memastikan rombongan HDCI dari berbagai daerah bisa berkendara dengan santun dan menaati aturan.

Iklan

“Jogja beda dengan daerah lain. Saya ingatkan ke teman-teman ketika masuk ke Jogja dari Bandung, Jakarta, dan kota besar lain dengan Patwal. Namun, jangan menerabas lampu merah,” tegasnya dalam sesi jumpa media, Rabu (31/8). Terakhir JBR diselenggarakan 7 tahun silam, atau tahun 2015 dengan kesan acara yang kurang baik di mata masyarakat. 

Karena itu, panitia punya misi untuk memperbaiki citra pengendara motor gede (moge), terutama Harley Davidson. Mereka ingin mengurangi kesenjangan di jalan dengan menaati aturan. Serta melakukan sejumlah aksi sosial dan memberdayakan UMKM lokal dalam rangkaian acara di Jogja.

“Harapannya, rider bisa menikmati, masyarakat juga tidak terganggu. Meski suara motor ini mau bagaimanapun tetap kencang,” kata Santoso yang juga merupakan direktur utama Bank BPD DIY.

Pihak panitia memperkirakan jumlah motor Harley Davidson yang masuk ke Jogja dalam gelaran acara mendatang berkisar antara 1.000 sampai 2.000 kendaraan. Itu belum termasuk para peserta yang datang dari luar anggota HDCI.

Motor dengan panjang badan mencapai dua meter ini akan memadati ruas jalan Jogja. Namun, Santoso mengatakan sudah menyiapkan sejumlah rencana pengaturan massa agar tidak terjadi penumpukan terlalu tinggi di titik tertentu.

“Tentu kami sudah antisipasi. Seperti di Bali (acara sebelumnya) juga ada ribuan motor. Kalau di Bali masuknya satu pintu, lain dengan Jogja yang punya banyak pintu masuk. Kami sudah berkoordinasi dengan HDCI pusat dan Satlantas. Misal dari Bandung masuk Jogja jam berapa, jadi kami perkirakan, dan antisipasi,” ucapnya.

Di hari pertama acara, peserta dari berbagai daerah akan diarahkan langsung untuk berkumpul di Pantai Depok, Bantul. Di sana akan diadakan drag race khusus Harley Davidson di landasan pacu sepanjang kurang lebih 800 meter. Ini merupakan drag race Harley Davidson seri pertama yang digelar di Indonesia.

Selain itu bakti sosial juga akan diadakan di sekitar kawasan tersebut. Panitia masih berkoordinasi dengan HDCI Bantul untuk menentukan titik pasti pelaksanaan bakti sosial.

Selain di Pantai Depok, acara inti lain akan digelar terpusat di Jogja Expo Center. Harapannya para pengendara dapat lebih terkondisikan dan tidak memadati jalanan di Jogja. Maka, acara berdurasi tiga hari ini terpusat di tiga titik yakni Pantai Depok, JEC, dan hotel penginapan masing-masing peserta.

“Kira-kira dibutuhkan lebih dari 1.000 kamar. Sebagian besar dari mereka sudah booking hotel. Harapannya ini juga menambah spend mereka di Jogja dan membantu perputaran ekonomi,” harap Santoso.

Reporter: Hammam Izzuddin
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Cuma Indro Warkop yang Bisa Bawa Harley Davidson dan Tetap Lucu

 

Terakhir diperbarui pada 1 September 2022 oleh

Tags: Harley DavidsonJBRMogemoter besar
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

BAGAIMANA SEPAK BOLA INDONESIA TANPA DEGRADASI?
Video

Bagaimana Jadinya Sepak Bola Indonesia Tanpa Degradasi?

18 Januari 2023
Ducati Scrambler: Motor Impian Nyaman kayak Golongan PNS 4E MOJOK.CO
Pojokan

Ducati Scrambler: Motor Impian Nyaman kayak Golongan PNS 4E

12 November 2021
Ngerengek Minta Honda Jazz, Cintanya Kadung Jatuh Untuk Suzuki Sidekick MOJOK.CO
Pojokan

Ngerengek Minta Honda Jazz, Cintanya Kadung Jatuh untuk Suzuki Sidekick

10 Oktober 2021
Cuma Indro Warkop yang Bisa Bawa Harley Davidson dan Tetap Lucu MOJOK.CO
Otomojok

Cuma Indro Warkop yang Bisa Bawa Harley Davidson dan Tetap Lucu

22 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kenapa aktivis yang memulai bisnis kerap dicap sebagai kapitalis? MOJOK.CO

Kenapa aktivis harus miskin dan yang memulai bisnis kerap dicap sebagai kapitalis?

4 Agustus 2026
KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas MOJOK.CO

KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas

3 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Andai ormas-ormas lain seperti Yakuza Maneges Kediri. Bukan tukang malak tapi garda depan berantas kekerasan seksual di pondok pesantren MOJOK.CO

Andai Ormas Lain seperti Yakuza Maneges Kediri: Dulu Dihina tapi Buktikan Sangat Berguna

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.