Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

Reaktivasi Jalur Trem di Surabaya dan Malang, Mimpi yang Terus-menerus Tertunda

Iradat Ungkai oleh Iradat Ungkai
2 Agustus 2023
A A
Reaktivasi Jalur Trem di Surabaya dan Malang, Mimpi yang Terus Menerus Tertunda. MOJOK.CO

Trem listrik di Kota Surabaya. (Sumber: Wikipedia/Tropen Museum)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Angan warga Surabaya dan Malang punya trem kota mesti dipendam kembali. Wacana reaktivasi jalur trem yang menghubungkan kedua kota perlahan-lahan menghilang.

Wacana membangkitan trem dari kematian sempat menyeruak kala Tri Rismaharini menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. Sejak 2014, Pemkot Surabaya memulai penelusuran situs jalur trem di berbagai jalanan kota.

Iklan

Bak gayung bersambut, niatan Risma kala itu mendapat dukungan dari Menteri Perhubungan Ignatius Jonan. Seusai pertemuan di Stasiun Gubeng 23 November 2014, Risma mengeluarkan pernyataan penting.

“Untuk ke depan, akan diupayakan mereaktivasi jalur-jalur trem yang dulunya pernah ada di kota Surabaya. Dalam upaya ini, istilahnya reaktivasi, mengaktifkan kembali, jadi bukannya membangun yang baru,” ujarnya, melansir majalahdermaga.co.id.

Sejarah perkembangan trem di Surabaya dan Malang

Jaringan trem Surabaya yang hendak dibangkitkan merupakan jejaring rel kereta api dan trem peninggalan Hindia Belanda. Pada 1881, berbekal izin dari pemerintahan kolonial, perusahaan Oost-Java Stoomtram Maatschappij (OJS) membangun jalan rel di kota Surabaya dan sekitarnya.

Pembangunan jalur tersebut bertujuan untuk meningkatkan hasil perdagangan sehingga bisa memberikan sumbangsih yang lebih besar bagi perekonomian kota.

Dalam rentang 1889 – 1920, perusahaan tersebut membangun jalur rel sepanjang 47 km. Jalur tersebut menghubungkan Ujung – Benteng – Surabaya Kota – Simpang – Wonokromo – Surabaya Pasar Turi – Pelabuhan Tanjung Perak dan rute Wonokromo – Sepanjang – Krian.

Sementara itu di Malang, perusahaan yang mengelola trem adalah perusahaan kereta api swasta Malang Stoomtram Maatschappij (MS). Konsesi pembangunan jalan trem mereka dapatkan pada 1894 dan selesai pengerjaannya pada 1901. Buku Sejarah Perkeretaapian Indonesia Jilid I mencatat bahwa, di Malang, ada sekitar sembilan jalur trem.

Beberapa jalur trem tersebut menghubungkan Malang – Bululawang – Gondanglegi – Talok – Dampit – Gondanglegi – Kepanjen. Ada juga jalur penghubung Malang-Blimbing, Tumpang-Singosari, dan Sedayu-Turen.

Surabaya dengan Malang sendiri mulai dihubungkan oleh jalur kereta api pada April 1875. Perusahaan yang membangun jaringan tersebut adalah perusahaan kereta api swasta Staatsspoorwegen (SS). Rutenya Surabaya – Pasuruan – Malang. Sayangnya, perkembangan trem di dua kota tersebut mesti terhenti lantaran gagal bersaing dan sejumlah alasan lainnya.

Penyebab proyek ini gagal

Wacana reaktivasi jalur trem tersebut tidak semudah angan. Di Malang misalnya, dua kali jalur rel kuno ditemukan di Jalan Jenderal Basuki Rachmat di tengah proyek Kayutangan Heritage pada 2020 dan 2022. Namun, dua kali pula jalur tersebur dikuburkan lagi dengan aspal jalan.

Di penemuan kedua, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang mengusahakan agar jalur rel yang kemungkinan besar merupakan penghubung Jagalan-Blimbing pada 1903 tersebut menjadi cagar budaya. Namun, PT KAI membalasnya dengan mengatakan jalur tersebut sudah tidak layak untuk beroperasi kembali.

“Memang sayang jika dipendam lagi, kalau diangkat juga tidak mungkin. Karena PT KAI menyatakan sudah tidak layak dioperasikan,” tuturnya, dalam pernyataan di Detik.com.

Setali tiga uang, di Surabaya reaktivasi jalur trem perlahan-lahan menghilang. Padahal saat Risma menjabat Wali Kota telah ada upaya perbaikan dan pembangunan stasiun, depo, dan halte trem. Salah satunya ditandai dengan merobohkan bangunan untuk halte trem di Jalan Simpang Dukuh dan Jalan Gubernur Suryo.

Iklan

Ambisi tersebut semakin menjauh menilik pembiayaan yang sangat besar. Pengoperasian kembali trem membutuhkan dana sekitar Rp 4,5 triliun atau setara setengah APBD. Biaya tersebut pemerintah anggap membahayakan Surabaya jika memaksakan menghidupkan kembali trem.

”Proyek trem belum bisa hidup lagi karena ada program yang sudah berjalan, seperti Suroboyo Bus, dan program transportasi lainnya yang segera diaplikasi dan perlu pengembangan,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, melansir Kompas.id.

Sampai artikel ini terbit, belum ada lagi kabar Pemkot Surabaya melanjutkan proyek reaktivasi ini. Tri Rismaharini, tokoh yang dulu mewacanakan, kini sudah sibuk dengan tugasnya sebagai Menteri Sosial.

Penulis: Iradat Ungkai
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Menanti Jalur Trem Semarang yang Akan Diaktifkan Kembali Setelah 83 Tahun

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 2 Agustus 2023 oleh

Tags: MalangSurabayatremtrem malangtrem surabaya
Iradat Ungkai

Iradat Ungkai

Kadang penulis, kadang sutradara, kadang aktor.

Artikel Terkait

Kedai Kopi Dinasty di Surabaya milik alumnus Unesa. MOJOK.CO
Sosok

Bukan Sekadar Cari Cuan, Alumnus Unesa Ini Sukses Bikin Kedai Kopi Murah Sekaligus Berdayakan Ibu-ibu untuk Jual Kopi Keliling

30 Juni 2026
Kudus, Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan.MOJOK.CO
Eksplor

Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan 

27 Juni 2026
Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO
Esai

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO
Sekolahan

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026
Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga MOJOK.CO

Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga

25 Juli 2026
Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional Prambanan.MOJOK.CO

Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional di Candi Prambanan

22 Juli 2026
Lulus SMA nekat kerja ke Jakarta untuk jadi cleaning service. MOJOK.CO

Modal Ijazah SMA Kerja Jadi Cleaning Service di Jakarta demi Lulus Sarjana, Kini Pilih Resign untuk Keliling Indonesia

22 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
Buku "Ambarrukmo: Jatidiri dan Kebanggaan Negeri" jadi ikhtiar mencatat risalah panjang kompleks Kedaton Ambarrukmo Yogyakarta melintasi 5 zaman MOJOK.CO

Ikhtiar Mencatat Risalah Panjang Ambarrukmo Melintasi 5 Zaman, Situs yang Terus Hidup tanpa Mencerabut Akar

23 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.