Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

Qorin, Film Horor yang Angkat Isu Agama dan Kekerasan Seksual

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
5 Desember 2022
A A
qorin mojok.co

Poster film 'Qorin'. (IG Qorin Film)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pecinta film bergenre horor bisa kembali menikmati film baru. Kali ini sineas Fajar Nugros mempersembahkan film berjudul ‘Qorin’.

Disutradarai oleh Ginanti Rona, film ini mulai tayang pada 1 Desember 2022. Dibintangi oleh Omar Daniel, Zulfa Maharani, Aghniny Haque, Naimma Aljufri, Cindy Nirmala, Putri Ayudya, dan Mahardika Yusuf, film ini mengangkat isu agama dan kekerasan seksual yang tengah ramai dibicarakan publik.

Iklan

“Kita memang dalam film horor ada mengambil perspektif horor mitologi atau agama jadi kita mengambil perspektif agama,” ungkap Ginanti Rona saat meet and greet bersama fans di Yogyakarta, Minggu (04/12/2022) malam.

Isu yang ‘seksi’ itu membuat film horor tersebut mampu menjual 300 ribu ribu tiket penonton hanya dalam waktu tiga hari terakhir. Tak melulu soal hantu, alur cerita film yang mencekam dihadirkan bagi penonton.

Di antaranya melalui lagu permainan anak-anak yang nuansanya digubah menjadi menakutkan dan mistis. Berlatar belakang asrama puteri pesantren, film ini coba mengangkat isu perempuan dalam lembaga pendidikan.

“Sebenarnya pesan yang ingin kita sampaikan adalah meningkatkan awareness orang-orang terhadap lembaga pendidikan yang aman dan saya rasa film Qorin dengan budaya pop ini penting untuk menyuarakan isu-isu seperti kekerasan seksual, membuat perempuan support perempuan lain,” tandasnya.

Berdurasi selama dua jam, film Qorin menceritakan kehidupan Zahra Qurotun Aini, siswi berprestasi yang sudah enam tahun tinggal di asrama putri. Dia menjadi gadis yang ambisius dan rela menuruti apapun perintah gurunya, Ustadz Jaelani, untuk bisa memperoleh nilai tinggi.

Zahra bahkan mau menerima tugas untuk menjaga seorang siswi baru yang terkenal sering bermasalah bernama Yolanda. Dia pun mengajak para siswi melakukan ritual Qorin.

Namun ternyata dia mendapatkan teror dan sering mengalami hal-hal mistis di asrama putri. Umi Hana, istri Ustadz Jaelani pun juga menemukan keanehan-keanehan pada gelagat dan benda-benda yang disimpan oleh suaminya.

Sementara pemeran film Qorin, Aghniny Haque, mengaku dia melakukan persiapan fisik dalam proses shooting. Termasuk belajar tentang kitab dan cara mengaji.

“Tantangan untuk main horor ini di fisik. Belajar lagi, persiapannya kurang lebih 1 bulan, ada reading, belajar ngaji juga,” jelasnya.

Sementara itu, pemeran pria utama di film ini, Omar Daniel, mengaku film horor pertamanya tersebut bikin ia mendapatkan banyak pelajaran.

“Cerita ini bukan cerita ringan, bukan cerita hantu-hantuan aja. Ada pesan yang di mana kita memainkan itu ada persiapan mental juga, psikis. Kita juga lakukan survei,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Film Inang, Perkenalkan Kesialan Mitos Rebo Wekasan pada Generasi Z

Terakhir diperbarui pada 5 Desember 2022 oleh

Tags: fajar nugrosfilm horor indonesiafilm indonesia
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Na Willa, film anak yang obati inner child
Seni

‘Na Willa’, Merangkul Inner Child dan Kebutuhan akan Film Anak dari Muaknya Komodifikasi Ketakutan

27 Maret 2026
Sinefil.MOJOK.co
Urban

Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

9 Februari 2026
Film "Surat untuk Masa Mudaku" tayang di Netflix. MOJOK.CO
Catatan

Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

5 Februari 2026
Film Tukar Takdir Nggak Sekadar Adegan Mesra Nicholas Saputra dan Adhisty Zara dalam Mobil! Mojok.co
Pojokan

Film Tukar Takdir Nggak Sekadar Adegan Mesra Nicholas Saputra dan Adhisty Zara!

8 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Mahasiswa KKN di desa

Suasana KKN Tak Seindah Konten di TikTok: Banyak Drama Sesama Mahasiswa, hingga Tangis Palsu Saat Perpisahan dengan Warga Desa

5 Agustus 2026
Hadapi 777 cv lamaran kerja untuk 1 posisi. IPK dan nama besar kampus tak penting lagi di mata HR MOJOK.CO

Hadapi 777 CV Lamaran Kerja untuk 1 Posisi, HR Tak Peduli IPK-Asal Kampus karena Urusan di Atas Kertas Bukan Jaminan Etos Kerja

8 Agustus 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.