Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Puan Maharani Dikritik Karena Pernyataannya Terkait ‘Mendukung Negara Pancasila’

Redaksi oleh Redaksi
3 September 2020
A A
puan maharani
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Blunder ucapan memang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari seorang politisi, tak terkecuali Puan Maharani.

Salah satu kecakapan penting yang harus dimiliki oleh seorang politisi adalah menjaga ucapan dan berhati-hati agar tidak kepeleset lidah. Maklum saja, omongan seorang politisi itu memang laksana api, mudah menyambar ke sana kemari.

Nah, dalam urusan kecakapan yang satu ini, Puan Maharani tampaknya masih harus banyak belajar. Ia tak henti-hentinya melontarkan pernyataan yang dianggap kontraproduktif dan sebenarnya tak perlu ia ucapkan.

Sesi sambutan Puan dalam deklarasi pemberian dukungan PDI Perjuangan kepada pasangan pasangan Ir. Mulyadi dan Drs. H. Ali Mukhni di pilkada Sumatera Barat pada Rabu, 9 September 2020 lalu menjadi contoh yang nyata.

Seperti diketahui, PDI Perjuangan pada akhirnya memang menjatuhkan dukungan untuk pasangan Mulyadi-Ali Mukhni di Pilkada Sumatera Barat. Sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani pun kebagian tugas untuk menyampaikan pengumuman rekomendasi dukungan partainya.

Dalam pengumuman dukungan yang disampaikan secara virtual tersebut, Puan mengatakan, “Untuk Provinsi Sumatera Barat, rekomendasi diberikan kepada Ir. Mulyadi dan Drs. H. Ali Mukhni. Merdeka! Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila.”

Pernyataannya pada poin “Mendukung negara Pancasila” tersebut kemudian menjadi polemik tersendiri. Ia dianggap menegasikan ke-Pancasila-an Sumatera Barat. Banyak netizen yang kemudian menyinyiri Puan di media sosial terkait pernyatannya tersebut.

Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Handi Risza bahkan sampai meminta Puan agar mencabut dan meminta maaf atas pernyataannya tersebut. Menurut Handi, pernyataan Puan berpotensi menyakiti perasaan warga Sumatera Barat.

“Kami meminta Mbak Puan mencabut pernyataannya dan meminta maaf ke seluruh masyarakat Sumatera Barat khususnya kepada keluarga besar founding father bangsa ini,” terang Handi seperti dikutip dari CNN Indonesia. “Apa Mbak Puan lupa siapa yang mendirikan bangsa ini dan penggagas Pancasila bersama kakeknya Bung Karno, Bung Hatta, Sutan Syahrir, Tan Malaka. Ini menunjukkan Pancasila lahir dari kekayaan budaya dan pemikiran para leluhur kami.”

Merespons polemik pernyataan kontroversial tersebut, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pun turun tangan dan menjelaskan pernyataan Puan.

“Maksud Mbak Puan, agar seluruh kader partai mengingatkan bagaimana Pancasila dibumikan. Tidak hanya di Sumbar, tapi juga Jatim, Jakarta, dan seluruh wilayah NKRI, Pancasila harus dibumikan,” terang Hasto.

Kendati demikian, nyinyiran kepada Puan di media sosial tetap tak terhindarkan.

Ini bukan kali pertama Puan kepeleset lidah. Sebelumnya, tahun 2016 lalu saat dirinya menjabat sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan sempat menjadi bulan-bulanan di media sosial saat ia mengatakan masyarakat miskin harus diet.

puan maharani

Terakhir diperbarui pada 3 September 2020 oleh

Tags: pdip perjuanganPuan Maharani
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

demokrat pdip mojok.co
Kotak Suara

Setelah Pertemuan Puan-AHY, Mungkinkah Demokrat Koalisi dengan PDIP?

19 Juni 2023
demokrat pdip mojok.co
Kotak Suara

Pertemuan AHY-Puan, Panas-Dingin Demokrat PDIP, dan Nasib Pencapresan Anies

13 Juni 2023
Ilustrasi Megawati Sukarnoputri (Ilustrasi Mojok.co)
Kotak Suara

PDIP Mau Gabung Koalisi Besar Asal Dapat Jatah Capres, Wajar?  

7 April 2023
RUU PPRT jadi inisiatif DPR
Kotak Suara

Sah Jadi Inisiatif DPR, RUU PPRT Harusnya Kelar Sebelum Lebaran, Apa Saja yang Perlu Diketahui?

22 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

burnout kerja kantoran mojok.co

Mencintai Pekerjaan tanpa Harus Menyukai Orang-Orang di Dalamnya

4 Agustus 2026
Andai ormas-ormas lain seperti Yakuza Maneges Kediri. Bukan tukang malak tapi garda depan berantas kekerasan seksual di pondok pesantren MOJOK.CO

Andai Ormas Lain seperti Yakuza Maneges Kediri: Dulu Dihina tapi Buktikan Sangat Berguna

5 Agustus 2026
Derita jadi topping tongkrongan: niat bergaul biar tidak dicap nolep, tapi sering tidak dianggap saat nongkrong MOJOK.CO

Serba-serbi Jadi Topping Tongkrongan: Ikut Nongkrong biar Tak Dicap Nolep, Cuma Jadi Pelengkap dan Tak Dianggap

4 Agustus 2026
Caffino Srikandi Merdeka Cup: turnamen sepak bola putri internasional di Kudus, momentum bakat muda Indonesia unjuk kualitas MOJOK.CO

Srikandi Merdeka Cup: Turnamen Sepak Bola Putri U-16 Level Internasional di Kudus, Momentum Unjuk Kualitas untuk Tembus Timnas

3 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
belanja di MR DIY. MOJOK.CO

Celingak-celinguk di MR DIY sambil Dengarkan Jingle yang Candu, Rasanya Damai Sekalipun Tidak Beli Apa-apa

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.