Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Prabowo Disarankan Merombak Penampilan Demi Meraih Suara Pemilih Milenial

Redaksi oleh Redaksi
22 Oktober 2018
A A
prabowo
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Selama ini banyak yang menganggap bahwa citra penampilan capres Prabowo dari dulu sampai sekarang terlalu “itu-itu saja”. Hal tersebut boleh dikatakan memang benar adanya. Sejak ikut Pilpres 2009 sebagai cawapres mendampingi Megawati, kemudian ikut Pilpres 2014 sebagai capres berpasangan dengan Hatta Rajasa, sampai sekarang saat ia kembali tampil sebagai capres berpasangan dengan Sandiaga Uno, penampilan Prabowo tetap itu-itu saja: Kemeja safari berwarna coklat krem.

Bagi banyak orang, hal tersebut boleh jadi adalah hal yang bagus sebagai sebuah pencitraan politik. Pakaian yang sama sejak dulu bisa diinterpretasikan sebagai sebuah lambang konsistensi.

Iklan

Namun, bagi banyak orang yang lain, utamanya bagi generasi milenial yang sebagian besar merupakan swing voters di perhelatan pemilihan umum, hal tersebut boleh jadi merupakan hal yang buruk, sebab, generasi milenial cenderung menyukai hal yang baru dan segar. Bukan hal usang yang itu-itu saja.

Gaya berbusana Prabowo yang begitu monoton itu ternyata membuat Peneliti Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi), Hendri Satrio, gatal untuk memberikan saran dan masukan.

Ia menyarankan agar Prabowo mengubah gaya penampilan bila memang ingin mengalahkan Jokowi, utamanya dalam mendapatkan suara dari pemilih milenial.

“Pak Prabowo yang gayanya gitu-gitu aja, kostum misalnya kalau saya jadi timsesnya Pak Prabowo, hal pertama yang saya ganti dari Prabowo itu adalah kostum, jangan lagi putih, krem, coklat, orang bosen ngeliatnya,” ujar Hendri Satrio.

Ya, dalam urusan kostum, Prabowo memang kalah jauh dibandingkan dengan Jokowi. Jokowi, dalam beberapa tahun terakhir setidaknya sudah pernah punya beberapa kostum khas yang mengidentikkan dirinya. Dari mulai seragam kotak-kotak, kemudian hem putih polos, sampai yang terbaru, kemeja putih bertuliskan typografi “Bersih, merakyat, kerja nyata” di bagian depannya.

Itu baru urusan pakaian pokok, belum termasuk aksesoris lainnya seperti jaket jeans sampai sneakers yang memang selama ini begitu identik dengan Jokowi.

Dalam hal ini, tak bisa dibantah, Jokowi berada beberapa langkah di depan dari Prabowo.

Hal itu pula yang membuat Hendri menyarankan agar Prabowo harus mulai mengganti kostumnya. 

“Masa dari tahun 2014 itu-itu lagi, berusaha lah ganti misalnya sering-sering pakai batik, sering-sering pakai baju koko kek biar orang ngeliatnya fresh, this is Prabowo,” ujar Hendri.

Yah, urusan kostum, itu memang hak prerogatif Prabowo, namun tentu saja, saran dari Hendri Satrio adalah saran yang baik.

Rakyat jelas bosan dengan penampilan Prabowo yang dari dulu selalu saja pakai kemeja safari berwarna krem atau coklat.

Hal tersebut jelas tak terlalu bagus, takutnya nanti berlanjut sampai misalnya, saat Prabowo menang dan jadi presiden.

Iklan

Dengan kostum yang demikian, dikhawatirkan Prabowo kelak tidak bakal dianggap sebagai seorang presiden, tapi justru sebagai fotografer National Geographic, petugas taman nasional, atau yang lebih epik, bapaknya Eliza Thornberry. (A/M)

prabowo subianto

Terakhir diperbarui pada 14 November 2018 oleh

Tags: jokowiprabowo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.