Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Polemik Nyanyian lagu Yaa Lal Wathan oleh Jamaah Ansor dan Banser saat Umrah

Redaksi oleh Redaksi
28 Februari 2018
A A
ansor banser
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Boleh jadi, Indonesia adalah salah satu negara yang rakyatnya selalu menjunjung tinggi nasionalisme di mana pun ia berada, tak terkecuali saat berhaji atau berumrah. Nasionalisme luar biasa yang pada titik tertentu, justru bisa bikin orang geleng-geleng kepala.

Beberapa waktu yang lalu, kita mungkin masih ingat dengan insiden seorang pembimbing umrah menuntun jemaah membacakan Pancasila di tengah-tengah ibadah sa’i (berjalan dan berlari-lari kecil pulang-pergi tujuh kali dari Safa ke Marwa dan sebaliknya).

Nah, Kejadian yang hampir sama dengan konteks yang berbeda kembali terulang. Kali ini melibatkan para Ansor dan Banser. Mereka menyanyikan lagu Yaa Lal Wathan atau Syubbanul Wathan dengan lantang saat menjalankan rukun ibadah sa’i.

Video para Ansor dan Banser saat menyanyikan lagu Yaa Lal Wathan ini diposting oleh politisi PSI, Guntur Romli di Twitter.

“Selain bacaan-bacaan saat Sai, Jamaah Sorban (anSOR BANser) juga gelorakan Ya Lal Wathan…Indonesia biladi… Indonesia Negeriku… di Masjidil Haram Makkah,” begitu cuit Guntur Romli.

Lagu Syubbanul Wathan sendiri adalah lagu tentang cinta tanah air yang diciptakan oleh Pahlawan nasional sekaligus salah satu pendiri NU, KH Wahab Chasbullah.

Kejadian ini sontak langsung mengundang banyak perdebatan. Bahkan MUI pun sampai ikut angkat suara.

“Yang penting melakukan jalan tujuh kali antara bukit Safa dan Marwa. Cuma yang lebih afdal dan sesuai dengan ibadah itu mengucap zikir dan doa serta tak mengganggu orang lain yang sedang beribadah dengan suara kerasnya,” Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis.

Menurut Cholil, sebaiknya, dalam menjalankan ibadah umrah, dia mengimbau masyarakat untuk khusyuk, berzikir, dan menghindari banyak publikasi agar dijauhkan dari sifat pamer atau riya.

Seperti diketahui, dalam video yang diposting oleh Guntur Romli tersebut, tampak banyak jamaah Ansor dan Banser yang merekam ibadah sa’i mereka. Beberapa bahkan sampai ada yang menggunakan tongsis.

Akibat insiden ini, pihak Arab Saudi disebut melayangkan protes kepada KBRI Riyadh. Protes dilayangkan terkait lantunan “Yaa Lal Wathan” oleh sejumlah jemaah umrah Indonesia yang tengah menjalankan ibadah sa’i.

Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel pun menyayangkan terjadinya aksi tersebut.

Ia mengimbau kepada seluruh WNI yang sedang berkunjung ke Arab Saudi agar mematuhi peraturan dan norma yang berlaku di negara tersebut.

“Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melarang keras segala bentuk upaya yang mempolitisasi umrah dan haji,” terang Agus Maftuh melalui keterangan pers yang ia tulis.

Iklan

Yah, semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Bahwa dalam mengekspresikan rasa cinta tanah air juga ada aturannya.

Jangan sampai lagu Yaa Lal Wathan yang sangat indah maknanya itu menjadi tidak pantas hanya karena dinyanyikan secara waton (sembarangan).

Ya sudah, kalau begitu, buat teman-teman yang tidak sedang umrah, mari kita nyanyikan bersama-sama lagu Yaa Lal Wathan.

Pak Purwacaraka, siap ya?

“Yaa lal wathan yaa lal wathan yaa lal wathan, hubbul wathan minal iman.” 

yaa lal wathan

Terakhir diperbarui pada 28 Februari 2018 oleh

Tags: Arab Saudiguntur romliumrahyaa lal wathan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Ironi WNI Kerja di Arab Saudi: Melihat Teman Senasib yang “Pekok” Nggak Mau Pulang ke Tanah Air dan Nekat Melanggar Visa MOJOK.CO
Sehari-hari

Ironi WNI Kerja di Arab Saudi: Melihat Teman Senasib yang “Pekok” Nggak Mau Pulang ke Tanah Air dan Nekat Melanggar Visa

9 April 2026
Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika UMRAH. MOJOK.CO
Kampus

Rela Kuliah di Kampus Kurang Terkenal, meski Usai Lulus Belum Jadi “Apa-apa” Setidaknya Bisa Bikin Bangga Ayah yang Telah Tiada

26 Mei 2025
Pengalaman sopir di Arab Saudi yang mendaftar sebagai petugas haji. MOJOK.CO
Ragam

Cerita Orang Kudus 20 Tahun Menjadi Sopir di Arab Saudi, Punya Tugas Khusus Cari Jemaah Haji Nyasar 

13 November 2024
Ragam

Hanya Orang Sabar yang Bisa “Kerja” sebagai Petugas Haji untuk Jemaah Indonesia, Hadapi Banyak Hal Tak Terduga

10 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan MOJOK.CO

Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan

3 Agustus 2026
77 persen lulusan sekolah vokasi (sarjana terapan) tembus dunia kerja. Lebih dari dari lulusan S1 MOJOK.CO

Lulusan Sekolah Vokasi (Sarjana Terapan) Lebih Laris di Dunia Kerja dari S1, Industri Butuh yang Berketerampilan

7 Agustus 2026
Malaysia dekat ke gerbang negara maju. Indonesia negara apa? (Unsplash)

Malaysia kian dekat ke gerbang negara maju, kalau Indonesia makin dekat ke gerbang apa bes?

4 Agustus 2026
kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
Elang Jawa terbang bebas di Gunung Gede Pangrango, tapi masih berada dalam ancaman MOJOK.CO

Konsultasi Publik di Bandung Hasilkan Masukan Strategis Konservasi Elang Jawa 2026-2036

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.