Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Perlu Tahu! Apa Saja Bentuk Kekerasan terhadap Perempuan di Ruang Politik?

Kenia Intan oleh Kenia Intan
29 Desember 2022
A A
kekerasan terhadap perempuan di ruang politik
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dunia politik belum menjadi ruang ramah perempuan. Kekerasan terhadap perempuan di ruang politik masih banyak terjadi.

UN Women dan UNDP mendefinisikan kekerasan terhadap perempuan dalam politik sebagai setiap tindakan atau ancaman kekerasan fisik, seksual, psikologis yang menghalangi menjalankan dan mewujudkan hak politiknya dan berbagai hak asasi manusia, baik di ruang publik maupun privat.

Iklan

Termasuk, hak untuk memilih dan memegang jabatan publik, memilih secara rahasia, dan bebas berkampanye, berserikat, berkumpul dan menikmati kebebasan berpendapat dan berekspresi.

Dalam acara “Aksi Parlemen Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan” diungkapkan, perempuan korban kekerasan di ruang politik tidak hanya terjadi pada perempuan yang mencalonkan diri untuk duduk di kursi-kursi pemerintah. Korban juga bisa menimpa pengurus partai, keluarga, aktivis, maupun awak media yang menyuarakan isu perempuan.

Pelakunya pun tidak sebatas lawan politik dari perempuan yang mencalonkan diri. Kekerasan terhadap perempuan di ruang politik bisa juga dilakukan oleh netizen, teman politisi, konstituen, dan para pemilih. Bahkan, anggota keluarga yang berbeda pilihan politik juga bisa menjadi pelaku kekerasan.

Apa saja bentuk kekerasan terhadap perempuan di ruang politik?

Anggota DPR Fraksi PKB dan Sekjen KPPRI Luluk Nur Hamidah memaparkan survei Forum Parlemen Dunia atau Inter Parliamentary Union (IPU) pada 2016, setidaknya 80 persen anggota parlemen perempuan di seluruh dunia pernah mengalami kekerasan psikologis. Maksud dari kekerasan psikologis seperti pembunuhan karakter, diremehkan, tidak dipercaya, dan mengalami perundungan.

Survei juga menunjukkan, satu dari lima perempuan pernah mengalami kekerasan seksual di tempat kerja atau di parlemen. Kekerasan yang dimaksud seperti menerima siulan, anggota tubuh ditatap lekat-lekat, hingga mengalami serangan secara fisik.

Selain itu, satu dari tiga perempuan mengalami kekerasan ekonomi. Perempuan yang terjun ke dunia politik ada yang tidak mendapat dukungan keluarga, salah satunya dukungan ekonomi dari suami. Termasuk ke dalam kekerasan ekonomi adalah kehilangan properti dan publikasi kampanye, entah lewat pencurian maupun perusakan.

Hasil survei lainnya, satu dari empat perempuan mengalami kekerasan fisik karena terlibat dalam politik. Tidak hanya di lingkup kerja, tetapi juga di lingkup keluarga (KDRT). Kondisi ini diperparah dengan masyarakat yang cenderung menormalisasi kekerasan yang terjadi. Kekerasan fisik dalam bentuk penculikan maupun pembunuhan juga memungkinkan terjadi.

Tidak hanya dialami secara langsung, tidak sedikit kekerasan terhadap perempuan di ranah politik terjadi secara daring. Foto-foto politisi perempuan dipermalukan di publik secara pornografi atau seksualitas.

Dilansir dari Magdalene, Komnas Perempuan 2018 menunjukkan bentuk kekerasan yang paling banyak diterima oleh caleg perempuan adalah pembunuhan karakter melalui penyerangan bernuansa seksual di media sosial. Salah satunya yang dialami oleh Grace Natalie dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada September 2018 yang fotonya disunting sedemikian rupa hingga mengarah ke pornografi.

Di tahun yang sama pada bulan Desember, Komnas Perempuan kembali mendapatkan aduan perempuan dari tim sukses kampanye Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Korban melaporkan bahwa nomor teleponnya disebarkan di tiga aplikasi daring beserta foto dan ditandai “BO” alias booking order, istilah yang merujuk pada prostitusi.

Kekerasan terhadap perempuan di ruang politik ini pada akhirnya meminggirkan perempuan berpartisipasi dalam politik. Selain itu, menekan kebebasan berekspresi dan mengontrol perempuan. Ujungnya, menghambat perempuan memiliki kekuasaan sehingga minim perspektif perempuan dalam kebijakan publik.

“Policy formulation, undang-undang atau semua kebijakan akan bias, rentan diskriminasi, dan tidak lagi inklusif karena mengabaikan suara perempuan.” jelas dia.

Iklan

Penulis: Kenia Intan
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Wakil Ketua MPR RI: Kekerasan Terhadap Perempuan di Ruang Politik Harus Dihentikan

Terakhir diperbarui pada 29 Desember 2022 oleh

Tags: parlemenPemilu 2024perempuanpolitik
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO
Esai

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026
Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO
Esai

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO
Esai

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026
Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal MOJOK.CO
Esai

Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal

24 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026
77 persen lulusan sekolah vokasi (sarjana terapan) tembus dunia kerja. Lebih dari dari lulusan S1 MOJOK.CO

Lulusan Sekolah Vokasi (Sarjana Terapan) Lebih Laris di Dunia Kerja dari S1, Industri Butuh yang Berketerampilan

7 Agustus 2026
Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
Hyrox. MOJOK.CO

Panduan Selamat sebelum Menjajal Hyrox agar Nggak Celaka: Dari Latihan Angkat Beban sampai Tips Punya Asuransi Jiwa

9 Agustus 2026
Mahasiswa KKN di desa

Suasana KKN Tak Seindah Konten di TikTok: Banyak Drama Sesama Mahasiswa, hingga Tangis Palsu Saat Perpisahan dengan Warga Desa

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.