Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

PBB dan PKPI Tidak Lolos Verifikasi Partai Politik

Redaksi oleh Redaksi
18 Februari 2018
A A
PBB-dan-PKPI-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Politik itu lembut namun kejam, pada titik tertentu, ia kompromis, namun pada titik yang lain, ia tiada mengenal ampun.

Begitulah yang mungkin sekarang sedang dirasakan oleh dua partai politik PBB dan PKPI. Sabtu 17 Februari 2018 lalu, dalam pembacaan hasil Rekapitulasi Nasional Hasil Verifikasi Partai Politik Calon Peserta Pemilu 2019 yang dibacakan langsung oleh Komisiner KPU Wahyu Setiawan, Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesai (PKPI) dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk mengikuti Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Keduanya tidak lolos karena ada sejumlah masalah syarat keanggotaan dan kepengurusan parpol di beberapa daerah.

Iklan

PBB terkendala syarat keanggotaan di Provinsi Papua Barat, yakni di Kabupaten Manokwari Selatan, sedangkan PKPI tidak memenuhi syarat kepengurusan dan keanggotaan di tingkat kabupaten/kota di provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Hal ini tentu saja cukup membuat banyak pihak kaget. Maklum, baik PBB maupun PKPI adalah partai yang notabene sudah cukup berumur dan sudah punya basis massa yang cukup solid di daerah. Padahal, tiga partai baru, yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Garuda, dan Partai Berkarya yang masing-masing baru didirikan tahun 2014, 2015, dan 2016 justru dinyatakan lolos verifikasi.

Terkait hal ini, PBB dan PKPI disebut langsung menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

“Segera kami akan lakukan (gugatan) dan mungkin hari ini akan segera kami ajukan, karena tahapan-tahapan di KPU ini sangat cepat,” ujar Sekretaris Jenderal PBB Afriansyah Noor.

PKPI malah sudah bergerak cepat dengan sudah melayangkan gugatan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum PKPI Abdullah Mahmud Hendropriyono. Menurut Hendropriyono, pihaknya menemukan adanya beberapa indikasi KPU di daerah tidak profesional dalam melalukan verifikasi yang menyebabkan partainya tidak lolos verifikasi.

“PKPI menghargai kerja keras KPU sebagai penyelenggara Pemilu 2019. Namun sayangnya kerja keras itu didak dibarengi oleh kerja profesional aparatur KPUD di beberapa daerah, sehingga merugikan PKPI,” ujar Hendropriyono.

Sementara itu, KPU sebagai pihak yang tergugat mengaku siap menghadapi gugatan yang akan dilayangkan oleh PBB dan PKPI.

“Apa yang dikerjakan KPU itu harus dipertanggungjawabkan. Kalau ada sengketa, maka kami tunjukkan ini hasil kerja kami,” kata Ketua KPU Arief Budiman. “Tentu semua harus bisa menerima itu. Apapun keputusannya, kami harap semua pihak bisa menerima,” imbuhnya.

Yah, apapun yang terjadi, semoga semua pihak bisa legowo dan menerima dengan ikhlas. Kalaupun nanti PBB dan PKPI bisa lolos dan bisa ikut pemilu 2019, ya sukur. Tapi kalau nanti  ndilalah nggak lolos dan tidak bisa berpartisipasi di pemilu 2019, ya terima saja. Hitung-hitung sebagai usaha untuk menghibur dan menemani Wak haji Rhoma Irama yang partainya sudah lebih dahulu dinyatakan tidak lolos.

Ingat, salah satu nilai yang mulai hilang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita adalah rasa kesetiakawanan.

PBB dan PKPI

Terakhir diperbarui pada 1 Maret 2018 oleh

Tags: #MojokPilkadakpupbbpemilupkpiverifikasi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

pajak, pemberontakan petani banten.MOJOK.CO
Ragam

Saat Petani Banten Dicekik Pajak, Mereka Melakukan Perlawanan Bersenjata Iman

2 September 2025
Kota Semarang tak naikkan PBB dan pajak masyarakat MOJOK.CO
Kilas

Pilihan Kota Semarang Berpihak pada Masyarakat: Tak Naikkan PBB dan Ringankan Beban Pajak

22 Agustus 2025
Presidential Threshold, MK.MOJOK.CO
Kabar

Penghapusan Presidential Threshold adalah Langkah Maju Bagi Demokrasi

3 Januari 2025
Pemilu 2024 Selesai, Petugas KPPS Balik Setelan Pabrik: Jelas Mancing, Mabar, Slot! MOJOK.CO
Ragam

Pemilu 2024 Selesai, Petugas KPPS Balik Jadi Kaum Korea: Jelas Mancing, Mabar, Slot!

15 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan MOJOK.CO

Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan

3 Agustus 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Derita lansia pakai cashless seperti QRIS. MOJOK.CO

Derita Lansia Tak Bisa Beli Roti Hanya karena Nggak Tahu Cara Pakai QRIS, serta Tatapan Sinis yang “Menertawakan” Tanpa Niat Menolong

4 Agustus 2026
Seporsi kekalahan anak laki-laki pekerja swasta di Surabaya: merasa gagal karena kerja gaji kecil pas-pasan, tak kunjung sanggup ringankan beban orang tua di masa tua MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Anak Laki-laki: Kerja Ngoyo tapi Masih Begini-begini Saja, Tak Sanggup Ringankan Beban Ortu di Masa Tua

3 Agustus 2026
Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP MOJOK.CO

Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP

1 Agustus 2026
Derita jadi topping tongkrongan: niat bergaul biar tidak dicap nolep, tapi sering tidak dianggap saat nongkrong MOJOK.CO

Serba-serbi Jadi Topping Tongkrongan: Ikut Nongkrong biar Tak Dicap Nolep, Cuma Jadi Pelengkap dan Tak Dianggap

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.