Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Kesehatan

Pakar UGM: Cakupan Vaksinasi Rendah Bikin Polio Muncul Lagi

Kenia Intan oleh Kenia Intan
28 November 2022
A A
Pakar UGM: Cakupan Vaksinasi Rendah Bikin Polio Muncul Lagi

Pakar UGM: Cakupan Vaksinasi Rendah Bikin Polio Muncul Lagi MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Cakupan vaksinasi polio yang rendah menyebabkan kasus polio muncul lagi di Indonesia. Pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor vaksinasi di beberapa daerah tidak berjalan lancar. 

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sebanyak 415 kabupaten/kota di 30 provinsi di Indonesia masuk ke dalam kriteria risiko tinggi polio karena rendahnya imunisasi. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengaku, target vaksinasi polio nasional memang belum maksimal. 

Iklan

“Cakupan vaksinasi polio nasional masih di bawah target 90 persen,” jelas dia seperti dilansir dari VOI. 

Di Aceh, di mana Kasus Luar Biasa (KLB) polio ditemukan belum lama ini, cakupan imunisasi polio baru mencapai 50,9% di akhir tahun 2021. Padahal, jumlah bayi lahir hidup di provinsi tersebut mencapai 101,52 ribu jiwa. Cakupan itu menjadi terendah kedua setelah Papua Barat. 

Pakar Kesehatan Anak Universitas Gadjah Mada (UGM), dr. Ida Safitri Laksanawati, Sp.A (K) mengungkapkan, rendahnya cakupan vaksinasi salah satunya dipengaruhi oleh Covid-19. Pandemi membuat masyarakat takut keluar rumah dan enggan mendatangi pelayanan kesehatan. 

Rendahnya cakupan vaksinasi meningkatkan risiko penyebaran virus polio. Virus ini mengakibatkan kelumpuhan permanen atau lumpuh kayu pada anak yang belum mendapat vaksin. Oleh karena itu, Ida melihat peningkatan vaksinasi sangat penting. 

“Jadi pembelajaran untuk semuanya bersama-sama meningkatkan cakupan vaksin polio sebagai pencegahan, terutama provinsi yang teridentifikasi dengan cakupan vaksin yang tidak terlalu tinggi,”paparnya dalam laman resmi di ugm.ac.id, Jumat (25/11/2022).

Vaksinasi polio di Indonesia

Vaksinasi di Indonesia menggunakan jenis polio tetes yakni Bivalent Oral Polio Vaccine (BOPV). Vaksin tersebut ditujukan untuk mencegah virus polio tipe 1 dan 2. Pemberian vaksin BOPV itu dikombinasikan dengan Inactivated Polio Vaccine (IPV) dalam bentuk sediaan injeksi dan diikuti booster.

“Pemberian vaksin BOPV dikombinasikan dengan IPV dan booster diharapkan bisa meningkatkan antibodi terhadap virus polio 2 dengan syarat cakupannya tinggi,” ujar Ida. 

Dosen bagian Ilmu Kesehatan Anak FKKMK UGM ini juga menekankan pentingnya edukasi bagi masyarakat terkait manfaat vaksin polio serta bahaya dari penyakit ini. Mengingat, berdasar catatan Kemenkes, kampanye antivaksin dan  hoaks tentang imunisasi menjadi tantangan peningkatan cakupan vaksin selain pandemi.  

Menurutnya, peningkatan pemahaman akan pentingnya vaksin polio tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Semua pihak perlu terlibat, seperti tokoh masyarakat, pemuka agama, dan pendidik untuk turut terlibat dalam mengedukasi masyarakat. 

“Penting untuk memberikan kesadaran bagi masyarakat akan pentingnya vaksinasi. Vaksinasi telah terbukti bisa mencegah banyak penyakit dan menekan risiko kematian,”tutup dia. 

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Polio Muncul Lagi di Indonesia, Kok Bisa?

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2026 oleh

Tags: KLB poliopoliovaksinasi polio
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

pemberantasan polio mojok.co
Kesehatan

Muncul Lagi, Begini Sejarah Pemberantasan Polio di Indonesia

25 November 2022
polio muncul lagi mojok.co
Kesehatan

Polio Muncul Lagi di Indonesia, Kok Bisa? 

23 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

gagal jastip saat war tiket konser BTS. MOJOK.CO

Pertama Kali War Tiket Konser BTS: Trust Issue Pakai Jastip karena Selalu Gagal, Justru Hoki Berkat Teman yang FOMO

23 Juni 2026
Mila lulusan Fapet UGM. MOJOK.CO

Dobrak Keraguan Perempuan Tak Pantas Jadi Peternak, Alumnus Fapet UGM Ini Berhasil Raih Omzet Ratusan Juta di Tuban

29 Juni 2026
Wisata air Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah akan dikembangkan. Ada investasi dari Cilacap hingga Jepang MOJOK.CO

Rawa Pening Kabupaten Semarang bakal Jadi Wisata Unggulan Jateng, Tawarkan Rumah Makan Apung-Keramba

25 Juni 2026
Ujian keuangan di kota perantauan gara-gara masalah tidak terduga yang datang keroyokan, bikin gagal punya tabungan MOJOK.CO

Ujian Keuangan di Kota Perantauan: Bikin Mumet dan Gagal Nambah Tabungan Gara-gara Masalah yang Datang Keroyokan

24 Juni 2026
Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga MOJOK.CO

Punya WiFi di Rumah Desa Bikin Bocil Tetangga Jadi Kurang Ajar dan Hilang Adab, Saya yang Bayar Tagihan Cuma Dapat Emosinya

25 Juni 2026
Nasib desainer grafis di desa kabupaten: jasa desain logi dianggap gratisan, pindah Jakarta kaget ternyata cuannya menjanjikan MOJOK.CO

Jasa Desain Logo di Desa Kabupaten Dianggap Sepele hingga Jadi Gratisan, Pindah Jakarta Kaget 1 Logo Cuannya Menjanjikan

23 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.