Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Betapa Memalukannya Orang yang Bilang OTT Bikin Malu

Redaksi oleh Redaksi
16 September 2017
A A
ott
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

“Mas, sudah baca soal anggota dewan yang nyinyir sama KPK belum?” tanya Romlah pada Karjo suaminya saat menyiapkan sarapan pagi. Tangan Romlah begitu cekatan menata sayur dan lauk di atas meja dengan komposisi yang begitu ritmis.

“Wah, kalau anggota dewan nyinyir sama KPK bukannya sejak jaman dulu sudah ada, jadi anggota dewan yang mana ini?”

Iklan

“Iya, tapi yang satu ini kebangeten banget lho, Mas. Seingatku namanya Johnny, dia anggota DPR sekaligus sekjen salah satu partai.” Kata Romlah, kali ini sembari mengambilkan nasi untuk suaminya. “Segini, cukup?”

“Yo tambah tho, jangan kaya orang susah, wong ngambil nasi buat suami sendiri kok cuma dua centong, kita ini negara agraris, Romlah!”

“Iyaaaaa, iyaaa. Biasanya kalau pagi juga makanmu cuma sedikit, Mas.” gerutu Romlah sambil menambah dua centong nasi ke piring Karjo.

“Yang soal anggota DPR itu, kebangetannya gimana?”

“Ya kebangetan, mosok dia bilang kalau semakin banyak OTT malah semakin bikin bangsa malu, lak yo kebangetan tho itu namanya?”

Seperti diketahui, keberhasilan OTT alias operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK ternyata tidak serta merta mendapat tanggapan yang bagus, ada saja pihak yang justru nyinyir dengan keberhasilan tersebut, salah satunya adalah anggota DPR sekaligus Sekjen Partai Nasdem, Johnny G Plate.

“Semakin banyak OTT ya, itu justru membuat bangsa ini malu. Justru menunjukkan bangsa ini lemah. Semakin banyak OTT menggambarkan kebangsaan ini lemah,” begitu kata Johnny.

Komentar Johnny ini tak pelak langsung menjadi bahan pemberitaan di berbagai media dan mengundang banyak tanggapan dari para netizen yang sebagian besar langsung membully Johnny habis-habisan. Betapa tidak, di saat banyak pihak berharap dan mengapresiasi kerja KPK dalam mencegah dan menanggulangi tindak korupsi, Johnny justru memberikan tanggapan bernada miring terhadap kinerja KPK.

“Tapi apa kata si Johnny itu ada benarnya juga lho, Lah.” Kata Karjo sambil menyantap nasi dan lauk di depannya dengan kunyahan yang begitu sporadis.

“Ada benarnya gimana? Wong katanya semakin banyak OTT justru bikin bangsa malu, kok, di mana bagian benarnya?”

“Lha yo itu, OTT kan memang bikin malu, sebab ketika tersangkanya tertangkap, beritanya soal penangkapannya langsung tersebar, orang-orang jadi tahu,” kata Karjo, “harusnya jangan begitu.”

“Lha harusnya, gimana?”

“Harusnya, itu tersangka yang tertangkap tangan terlibat dalam tindak korupsi atau suap diringkus diam-diam, nggak usah disebarin ke media. Nah, kalau sudah diringkus diam-diam, nanti diinterogasi diam-diam, diancam diam-diam, diadili diam-diam, dimiskinkan diam-diam, lalu disunat diam-diam, bahkan kalau perlu, dibunuh diam-diam.”

“Hahaha, lambemu, Mas,” Romlah terbahak, “tapi bener juga ya.”

“Lha yo bener, suaminya siapa dulu,” kata Karjo, “Tahun kemarin saja, KPK berhasil menetapkan lebih dari 50 tersangka. Kan sebenarnya lumayan kalo jumlah segitu bisa disunat dan dibunuh diam-diam setiap tahunnya, setidaknya bisa mengurangi tingkat kepadatan penduduk. Jadi nanti Indonesia bakal nggak kerasa kalau koruptornya hilang satu per satu, nanti bakal nggak terasa, tahu-tahu sudah bersih aja”

“Hayyaaaah, kamu ini ada-ada saja lho, Mas. Wis ah, sudah cepet habiskan nasinya, nanti telat kerjanya.”

Iklan

“Nggak usah buru-buru, wong ya habis ini aku mau ketemuan sama Puthut di warungnya Mbak Minuk.”

“Heh, ngapain ke warungnya Mbak Minuk segala?” tanya Romlah sewot. Maklum, ia merasa insekyur, sebab Mbak Minuk memang seorang janda semok yang baru saja pindah ke kompleks tempat tinggal mereka. Mbak Minuk membuka warung kopi kecil di dekat jalan masuk ke kampung.

“Ya ketemuan sama Puthut”

“Kenapa harus di warung Mbak Minuk?”

“Lha memang janjiannya di sana.”

“Ya sudah, aku ikut.”

“Lho, ngapain ikut?”

“Biar bisa nge-OTT-in kamu kalau kamu macem-macem dan plirak-plirik sama Mbak Minuknya.”

“Aku ke sana itu nggak macem-macem, cuma studi banding,” pungkas Karjo sambil melirik menggoda Romlah.

“Studi banding, ndasmu…”

ott

Terakhir diperbarui pada 16 September 2017 oleh

Tags: korupsiKPKnasdemott
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder MOJOK.CO

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder

31 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Mengapa Kasus Korupsi Kepala Daerah Terus Berulang?

29 Juli 2026
Korupsi makin parah, MUI dorong hukuman mati bagi koruptor MOJOK.CO

Kasus Korupsi di Indonesia Kian Mengkhawatirkan, MUI Dorong Hukuman Mati bagi Koruptor

28 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026
Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda MOJOK.CO

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda

10 Juli 2026
AUBMO Selamatkan Hidup Mahasiswa penerima KIP-K di Unair. MOJOK.CO

Di Balik Skandal Korupsi Rp103 Juta, AUBMO Menyelamatkan Hidup Mahasiswa Penerima Beasiswa yang Merantau

23 Juni 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

budidaya kenari

Perjuangan Bapak Hobi Kicau Mania: Dari Budidaya Kenari, Bisa Hantarkan Anak Meraih Gelar Sarjana 

26 Agustus 2026
4 tradisi hajatan di Rembang (bancaan) yang terdengar asing bagi orang daerah lain MOJOK.CO

4 Tradisi Hajatan di Rembang yang Bikin Heran Orang Daerah Lain: Terkesan Ada-ada Saja, Terlalu Detail ke Banyak Urusan

27 Agustus 2026
tol Jogja-Solo

Tol Jogja-Solo: Rumah Tak Kena Pembebasan Lahan, Tapi Tetap Kena Debu dan Bising

22 Agustus 2026
Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan.MOJOK.CO

Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan

26 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026
Kebiasaan sederhana penjaga warung madura yang bikin respek pembeli MOJOK.CO

Kebiasaan Sederhana Penjaga Warung Madura tapi Bikin Saya Respek Besar

27 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.