MOJOK.CO – Timnas Putri U-16 Indonesia melaju ke final Srikandi Merdeka Cup 2026 setelah mengalahkan Yordania dengan skor 3-0. Dalam laga semifinal di Supersoccer Arena, Kudus, Jumat (21/8/2026) malam, Garuda Pertiwi memperlihatkan permainan agresif sekaligus pertahanan yang sulit ditembus.
Kesya Arabela Manisya Nian menjadi salah satu pemain penting dalam kemenangan tersebut. Jebolan HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 itu mencetak satu gol dan menyumbangkan satu asis.
Kemenangan atas Yordania mengantarkan Indonesia menghadapi Thailand di partai final. Pertandingan tersebut bukan hanya menjadi kesempatan Garuda Pertiwi merebut gelar juara, tetapi juga menguji kemampuan mereka menghadapi salah satu kekuatan sepak bola putri di Asia Tenggara.
Kesya membuka keunggulan Timnas Putri U-16 Indonesia
Garuda Pertiwi memasuki pertandingan semifinal dengan catatan meyakinkan. Mereka menyapu bersih tiga pertandingan fase grup, mencetak 11 gol, dan belum pernah kebobolan.
Catatan tersebut membuat pasukan Timo Scheunemann tampil percaya diri sejak awal pertandingan. Indonesia hanya membutuhkan tujuh menit untuk membuka keunggulan.
Menerima umpan daerah dari Fadilla, Kesya menyisir sisi kanan pertahanan Yordania. Pemain bernomor punggung sembilan itu kemudian menuntaskan serangan untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Tertinggal satu gol membuat Yordania mulai lebih aktif menyerang. Mereka berusaha membongkar pertahanan Indonesia melalui skema umpan-umpan pendek. Namun, lini belakang Garuda Pertiwi yang dikomandoi Jazlyn Kayla Firyal mampu meredam serangan tersebut.
Saat Yordania mulai berani keluar menyerang, Timnnas Putri U-16 Indonesia justru memperoleh beberapa peluang tambahan. Fadilla sempat memanfaatkan kesalahan komunikasi antara penjaga gawang dan pemain belakang Yordania. Sayangnya, sepakannya dari sudut sempit belum menghasilkan gol.
Keunggulan Indonesia bertambah pada menit ke-35. Tendangan penjuru yang dilepaskan Kesya menciptakan kemelut di depan gawang Yordania. Jazlyn Kayla Firyal berhasil menyambar bola dan membawa Garuda Pertiwi unggul 2-0.
Menjelang babak pertama berakhir, giliran Fadilla mencatatkan namanya di papan skor. Setelah menerima umpan daerah dari Ayla Dva Khala Ahima, Fadilla melepaskan tendangan terukur ke sudut kiri gawang Yordania.
Garuda Pertiwi pun menutup babak pertama dengan keunggulan tiga gol tanpa balas.
Yordania bermain dengan 10 pemain
Unggul 3-0 tak membuat Indonesia mengendurkan tekanan pada babak kedua. Alih-alih menunggu di lini pertahanan, Garuda Pertiwi tetap berusaha menguasai permainan dan mencari gol tambahan.
Masuknya Jezlyn Kayla Azkha membuat serangan Indonesia semakin bervariasi. Situasi Yordania bertambah sulit setelah Leen Anzour Munir Soubar menerima kartu merah pada menit ke-56 karena melanggar Fadilla.
Namun, keunggulan jumlah pemain tersebut tidak mampu dimanfaatkan Indonesia untuk menambah gol. Sejumlah serangan Garuda Pertiwi gagal menghasilkan peluang bersih.
Yordania juga kesulitan menembus pertahanan Indonesia. Mereka hanya mampu menciptakan beberapa peluang melalui percobaan tendangan jarak jauh. Hingga pertandingan berakhir, skor 3-0 untuk Garuda Pertiwi tidak berubah.
Gelandang Indonesia, Shifana Rizka Nadhifa, mengatakan kemenangan tersebut merupakan hasil kerja keras para pemain selama menjalani pemusatan latihan.
“Pastinya kami semua sangat senang dengan kemenangan hari ini. Ini adalah hasil kerja keras kami selama training center. Ganjarannya seperti tercapai, kami bisa masuk final,” ujar pemain Samba Persada Women tersebut.
Timo Scheunemann: Timnas Putri U-16 sejak awal incar Timnas Thailand
Pelatih Timnas Putri U-16 Indonesia, Timo Scheunemann, mengapresiasi penampilan para pemain serta dukungan publik di Supersoccer Arena. Indonesia mampu menang meyakinkan meski kehilangan Nafeeza Ayasha Nori yang mengalami cedera ketika menjalani pemanasan.
Timo mengaku sudah menginginkan pertemuan Timnas Putri U-16 dengan Thailand sejak awal turnamen Srikandi Merdeka Cup. Menurutnya, pertandingan melawan tim kuat dibutuhkan untuk mengukur perkembangan pemain muda Indonesia.
“Tim kuat yang ada di sekitar kita, wilayah Asia Tenggara, kan Thailand, Vietnam, sama Australia. Jadi, kalau kami bisa bermain melawan Thailand, itu sebuah pengalaman luar biasa dan itu yang kami cari,” kata Timo.
Ia menegaskan bahwa pembinaan pemain dalam jangka panjang tetap menjadi tujuan utama. Gelar juara, menurutnya, merupakan bonus dari proses tersebut.
“Kalau sampai kami juara, pialanya itu bonus. Piala saya sesungguhnya adalah semua pemain-pemain saya,” lanjutnya.
Sementara itu, Pelatih Yordania Luna Rami Amin Almasri mengakui rapatnya pertahanan Indonesia menyulitkan anak asuhnya mengembangkan permainan. Kartu merah pada babak kedua semakin memperberat upaya Yordania mengejar ketertinggalan.
Meski kalah, Luna tetap mengapresiasi kerja keras para pemainnya. Yordania selanjutnya akan berusaha mengamankan peringkat ketiga dalam Srikandi Merdeka Cup 2026.
“Pertandingan terasa lebih berat setelah kartu merah, tetapi tim tetap bermain kompak saat menyerang maupun bertahan. Saya tetap bangga terhadap perjuangan para pemain malam ini,” ujarnya.
Srikandi Merdeka Cup 2026 merupakan turnamen sepak bola putri kelompok usia U-16 yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation. Edisi tahun ini diikuti Timnas Putri U-16 Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Yordania.
Setelah melewati fase grup dan semifinal tanpa kebobolan, Garuda Pertiwi kini tinggal menghadapi Thailand dalam pertandingan penentuan juara. (*)
