Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Kesehatan

Mitos dan Persepsi Salah Penggunaan Alat Kontrasepsi

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
26 September 2022
A A
alat kontrasepsi

Ilustrasi alat kontrasepsi (ANTARA/Shutterstock/Poring Studio)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Masih banyak masyarakat yang enggan menggunakan alat kontrasepsi. Hal ini disebabkan mitos dan anggapan keliru tentang alat pencegah kehamilan tersebut. Padahal kegunaannya penting.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo SP.OG (K) menguraikan sejumlah mitos dan persepsi soal alat kontrasepsi. Hal-hal yang keliru soal ‘alat pengaman’ tersebut terus dilakukan lewat sosialisasi.

Iklan

Salah satu persepsi salah yang beredar yakni penggunaan kontrasepsi spiral atau intrauterine device (IUD) yang ketika hamil bisa menancap di kepala atau pipi bayi. Menurutnya, hal itu jelas tidak mungkin terjadi namun dipercaya oleh beberapa kalangan.

“Spiral katanya nanti kalau hamil bisa nancap di kepala atau pipi. Banyak mitos-mitos yang beredar makanya perlu sosialisasi dan konseling,” kata Hasto

Selain itu, Hasto juga menjelaskan bahwa alat kontrasepsi tidak memengaruhi gairah seksual seseorang. Namun justru bisa membuat gairah seseorang lebih stabil dan terkontrol.

Ia tidak menampik bahwa penggunaan kontrasepsi jenis kondom bisa mengurangi sedikit kenyamanan. Namun hal itu masih dalam taraf wajar.

“Kalau kondom agak sedikit mempengaruhi kenikmatan mungkin bisa, karena dengan kondom kan tidak kontak langsung sehingga ada keluhan tidak nyaman, itu bisa saja terjadi,” katanya dilansir dari Antara, Senin (26/9/2022).

Hasto juga memaparkan masing-masing alat kontrasepsi memiliki tingkat kegagalan yang beragam dalam mencegah kehamilan. Namun, untuk kontrasepsi jangka panjang cenderung memiliki potensi kegagalan yang lebih rendah.

Misalnya, tingkat kegagalan kondom adalah 25:100 per tahun artinya dari 100 pasangan subur yang menggunakan kondom, terdapat 25 pasangan yang gagal mencegah kehamilan dalam satu tahun.

“Kontrasepsi jangka panjang seperti implan, suntik, IUD itu kegagalannya kecil hanya 3 banding 1.000 per tahun. Ya kegagalan pasti ada tapi masing-masing alat kontrasepsi beda-beda,” kata Hasto.

Untuk menekan angka kehamilan atau merencanakan kehamilan dapat juga menggunakan KB alami sebagai alternatifnya. Ini merupakan metode kontrasepsi yang dilakukan tanpa menggunakan bantuan alat, obat atau prosedur tertentu.

Salah satu cara metode KB alami adalah dengan mencatat siklus menstruasi sehingga dapat menghindari melakukan hubungan seksual di masa subur.

Pada kesempatan berbeda, Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Masdalina Pane memaparkan bahwa pemerintah telah melakukan sosialisasi program KB dan penggunaan kontrasepsi secara baik. Namun perlu terus digencarkan supaya memperkuat program pengendalian jumlah penduduk.

Program KB memang diharapkan dapat mendukung penurunan angka kelahiran total atau total fertility rate (TFR) di Indonesia. Berdasarkan hasil laporan pendataan keluarga tahun 2021, angka kelahiran total Indonesia turun menjadi 2,24, sementara tahun 2017 berada pada 2,4.

“Pengendalian penduduk melalui program KB sangat berhasil, kendati demikian pandemi COVID-19 dikhawatirkan mempengaruhi angka kelahiran total dan akses KB, mengingat ada banyak fasilitas kesehatan yang sempat membatasi kunjungan,” katanya.

Sebagai informasi, tanggal 26 September diperingati sebagai Hari Kontrasepsi Sedunia. Momentum ini jadi pengingat akan pentingnya penggunaan alat pencegah kehamilan.

Sumber: Antara
Penulis: Hammam Izzudin

BACA JUGA Kisah Juragan Kondom yang Dituduh Mengecilkan Jumlah Umat 

Terakhir diperbarui pada 26 September 2022 oleh

Tags: alat kontrasepsiBKKBNkbkeluarga berencanakondom
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh” MOJOK.CO

Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”

31 Januari 2026
menentukan ukuran kondom. MOJOK.CO

Panduan Menentukan Ukuran Kondom dan Jenisnya, Salah Pilih Bisa Berakibat Fatal

17 September 2023
stunting wirobrajan jogja diy mojok.co

Program Bangga Kencana dan Upaya Menekan Angka Stunting di DIY

29 Juli 2023
angka kelahiran anak menurun

Angka Kelahiran Anak Indonesia Menurun, Benarkah Menunjukkan Fenomena Resesi Seks?

17 Februari 2023
KB dan perubahan iklim

Benarkah Keluarga Berencana Jadi Solusi dari Perubahan Iklim?

10 Februari 2023
kasus stunting di diy mojok.co

Kasus Stunting di DIY Masih 17 Persen, Tertinggi di Gunungkidul

16 Desember 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Nasib siswa di tengah Karhutla Palangka Raya, Kalimantan Tengah. MOJOK.CO

Nasib Siswa SD di Tengah Kepungan Karhutla, Napas Sesak dan Pusing tapi “Dipaksa” Semangat Sekolah

26 Agustus 2026
Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan.MOJOK.CO

Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan

26 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.