Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Cherrypop 2026: 5 Tahun Lebaran Skena, Jeda, dan Cerita-cerita di Balik Panggung yang Ubah Jalan Hidup Banyak Orang

Redaksi oleh Redaksi
10 Agustus 2026
A A
Konferensi pers menuju lima tahun Cherrypop sebagai lebaran skena MOJOK.CO

Konferensi pers menuju lima tahun Cherrypop sebagai lebaran skena.

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tahun 2026 ini Cherrypop memasuki tahun kelima sejak pertama kali mengudara pada Alpha Bravo. Di tahun kelimanya, Cherrypop akan menggema di kaki Candi Prambanan 

Dipersembahkan oleh Bank BRI, perhelatan kelimanya akan diselenggarakan pada 22 dan 23 Agustus 2026 dengan mengusung tema Repelita Musik (kependekan dari Rekreasi, Peristiwa, Lima Tahun Musik)

Iklan

Repelita Musik

Istilah “Repelita” membawa gema masa lalu, ketika pembangunan disusun dalam rencana lima tahunan dan masa depan dipercaya dapat ditata melalui tabel, angka, serta pidato panjang. Cherrypop meminjam bunyinya untuk menyusun rencana lain: mengingat manusia, perjumpaan, dan pengalaman yang tumbuh selama lima tahun festival.

Sejak Panic Room, Swasembada Musik, Selamet Bermusik, hingga Gelanggang Musik, Cherrypop konsisten membaca sejarah sosial-politik melalui kebudayaan populer. Kata-kata besar diturunkan dari mimbar, dibawa ke lapangan, lalu dipertemukan dengan orang-orang yang menonton konser sambil duduk di rumput.

Di tangan Cherrypop, sejarah tak hanya tersimpan dalam buku pelajaran. Ia dapat berbunyi melalui gitar yang sumbang, poster yang ditempel miring, kaset yang kusut, dan ribuan pasang kaki yang berderap menuju panggung.

Adapun “Rekreasi” menggambarkan bagaimana seharusnya festival digelar: festival seharusnya terasa seperti liburan. Orang perlu berhenti sejenak dari rutinitas yang makin gaduh, duduk di rerumputan, berjalan tanpa tergesa, dan mendengarkan musik tanpa merasa sedang mengejar sesuatu.

Perpindahan ke kawasan Prambanan menjadi usaha memberi ruang yang lebih lapang bagi pengalaman tersebut. Orang boleh datang untuk band kesukaannya, lalu tersesat menuju pertunjukan yang tak dikenalnya dan pulang membawa kesukaan baru.

Sementara “Peristiwa” adalah penegasan bahwa Cherrypop selalu menghendaki dirinya sebagai titik temu. Di sana, subkultur, komunitas, musisi, perupa, sineas, pedagang rilisan, pembuat kaus, penulis, pengarsip, keluarga, dan masyarakat umum saling berpapasan. 

Musik hanyalah alasan pertama untuk datang. Setelah itu, segala kemungkinan dapat terjadi: kawan lama ditemukan, kerja sama dimulai, pertengkaran diselesaikan, band dibentuk, gagasan dicatat di belakang tiket, atau cinta tumbuh di dekat penjual makanan dan minuman.

Dan “Lima Tahun” menunjukkan usia yang cukup panjang. Di gelaran kelima, Cherrypop ingin mengajak penikmat musik agar tetap bisa menoleh ke belakang tanpa kehilangan keberanian berjalan.  

Karena memang ada jejak yang ditinggalkan, kekeliruan yang perlu diakui, pelajaran yang dipungut, serta wajah-wajah yang pernah hadir dan tak lagi ditemukan. Oleh karena itu, perayaan ini menjadi momentum mengingat lima tahun pertama sekaligus membayangkan lima tahun berikutnya.

Nama-nama yang mengisi pertunjukan Cherrypop 2026

Seniman kontemporer Andry “Boy” Kurniawan dipercaya mengerjakan wajah visual Repelita Musik. Karya-karyanya dihuni figur berkepala bundar, tubuh kenyal, warna menyala, serta dunia ganjil yang mempertemukan humor, kegelisahan, dan fantasi. Bahasa visual itu sejalan dengan Cherrypop yang gemar mengolah persoalan serius menjadi perayaan pop yang riuh dan mudah didekati.

Di atas panggung, salah satu peristiwa penting akan hadir melalui Objek Vital Nasional (OVN), proyek perdana yang mempertemukan FSTVLST dan Jenny. Dua riwayat musik dilebur dalam satu tubuh pertunjukan, ditemani puluhan penampil dari berbagai kota, generasi, dan aliran selama dua hari perayaan.

Pada hari pertama, Sabtu, 22 Agustus 2026, FSTVLST akan membawakan set khusus “Paradoks Diametral”, disusul Stars and Rabbit, Majelis Lidah Berduri, NDX AKA, Aftershine, Senyawa, Juicy Luicy, MALIQ & D’Essentials, Never Mind “The” (Kick Jeblogs Skit), ALI, Lipstik Lipsing, Idgitaf, Biru Baru, TheMilo, Murphy Radio, Polka Wars with Alahad, Skandal yang akan tampil beda dengan kolaborasi bersama Fog String Quartet, Dongker, The Panturas, Afterhours, Drizzly, Statelines, Untu, Moctar, Loomers, DARUMA Rollin’, Domikado, In Inertia, Basajan, Teknoshit, Enjoy Drink, dan Pharaoh Southeast Asia.

Iklan

Sebagai pamungkas hari pertama, The Kick, The Jeblogs, dan The Skit akan meleburkan tiga watak dan tiga riwayat dalam satu pertunjukan bertajuk Never Mind “The”: Generasi Baru Terbakar di Cherrypop.

Pertemuan band asal Kotagede, Klaten, dan Surakarta ini turut melibatkan Ican Harem alias Future Loundry, seniman lintas medium yang selama ini mempertautkan fesyen, subkultur, dan seni pertunjukan melalui praktik busana eksperimental berbasis olah ulang. Di tangannya, pakaian para musisi diperlakukan sebagai kulit kedua panggung, bergerak mengikuti tubuh dan bunyi, sementara tata visualnya merespons setiap distorsi, cahaya, serta perubahan suasana. 

Ketiga band itu akan saling mengambil alih lagu, bertukar personel, dan membaurkan tabiat musikalnya, sedangkan Ican merajut seluruh kegaduhan tersebut menjadi pertunjukan yang dapat didengar, dipandang, sekaligus dikenakan. Pada penghujung malam, batas antara konser, peragaan busana, dan seni pertunjukan dibiarkan terbakar bersama nama-nama mereka.

Sementara di hari kedua, Minggu, 23 Agustus 2026, akan dibuka oleh peristiwa musikal OVN, lalu diteruskan oleh Nadin Amizah, Reality Club yang akan membawakan set album “What Do You Really Know?”, Pandai Besi, Goodnight Electric, Elephant Kind, Perunggu, Sal Priadi, The Adams, Sigmun, Swellow, Eleventwelfth, Kelompok Penerbang Roket, Orkes Pensil Alis, Bleeedrz, Jimi Multihazam dengan set debut album “Mollydenvm”, Alkateri, Domapine, Syrian, Notyourwife, Lostineden, 510, The Bunbury, Strummer Electro, Scantofia, Olski, Kaneyorimasaru, Passive Income, LAUSBUB, Szetroom, Rokaroke, DabWok, dan Noire.

Line up Cherrypop 2026 MOJOK.CO
Line up Cherrypop 2026.

Tidak hanya suguhkan pertunjukan musik

Nama-nama itu hadir dengan riwayatnya masing-masing. Ada yang tumbuh bersama kaset dan toko rilisan, ada yang lahir ketika lagu cukup dilempar ke internet untuk menemukan pendengarnya. Ada yang telah berjalan puluhan tahun, ada pula yang baru belajar menghadapi cahaya panggung. Selama dua hari, mereka ditempatkan dalam satu garis perjumpaan, tanpa kewajiban untuk terdengar seragam.

Kehadiran LAUSBUB, Kaneyorimasaru, dan DARUMA Rollin’ membawa tiga suara berbeda dari Jepang. LAUSBUB hadir dengan denyut new wave dan elektronik, Kaneyorimasaru memainkan rock yang berakar pada kehidupan anak muda, sementara DARUMA Rollin’ membawa semangat lintas budaya dari perjalanannya di Indonesia. 

Cherrypop telah menjalin partnership komprehensif untuk tahun fiskal 2026 dengan Victor Entertainment, sebuah perusahaan yang telah menjadi pendorong kuat dalam skena musik Jepang selama hampir satu abad sejak didirikan. Partnership ini akan memfasilitasi berbagai inisiatif sepanjang tahun yang mendorong perpaduan antara musik dan budaya Jepang serta Indonesia, termasuk penampilan artis-artis yang bernaung di bawah Victor di Cherrypop. 

Selain suguhan musik di atas 4 panggung Cherrypop, yaitu Cherry Stage, Nanaba Stage, Yayapa Stage, dan Chili Stage, masih akan banyak program area yang bisa diakses selama festival, antara lain Cherry District, satu area oleh-oleh yang menjual merchandise resmi Cherrypop, dan merchandise kolaborasi bersama beberapa band penampil yang dirilis eksklusif oleh Cherrymerch, serta Record Store yang menjajakan rilisan fisik dari CD, kaset pita, hingga vinyl, lengkap dengan program Signing Session. 

Kemudian ada area Cherrykids untuk anak-anak dengan banyak kegiatan lucu di sana. Lalu, ada area Community Corner, area teman-teman komunitas akan berkumpul dan berjejaring, tak hanya itu, akan ada Art Exhibition juga di sana. 

Selanjutnya, ada area Cherry Market yang dipersembahkan oleh Indofood melalui Indomie, Pop Mie, dan Chitato, menghadirkan 50 tenant makanan dan minuman dari brand-brand FnB terkurasi.

Lima tahun “Lebaran Skena” Cherrypop: jeda untuk menoleh

Lima tahun Cherrypop dapat dibaca sebagai perjalanan mencari bentuk. Dari ruang kecil yang lahir setelah pandemi, ia tumbuh menjadi gelanggang tempat musik, seni, arsip, fesyen, dan persahabatan saling menemukan. Setiap edisi meninggalkan jejak, kekeliruan, serta pengetahuan yang menjadi bekal untuk melangkah. 

Usia lima tahun akhirnya bukanlah garis penutup, melainkan sebuah jeda untuk menoleh sebelum membayangkan tahun-tahun berikutnya dengan keberanian yang lebih besar.

Publik kemudian memberi Cherrypop sebuah julukan yang tak pernah kami rancang sebelumnya, yaitu “Lebaran Skena.” Seperti hari raya, orang-orang datang dari berbagai kota untuk bertemu kembali, mengenakan kaus terbaiknya, bertukar kabar, bersalaman dengan kawan lama, dan memaafkan jarak yang selama setahun memisahkan mereka. Musik menjadi alasan berkumpul, sedangkan perjumpaan menjadi sesuatu yang diam-diam paling dirindukan.

Cerita-cerita di balik panggung Cherrypop sepanjang lima tahun perhelatan

Di balik panggung, Cherrypop diam-diam ikut mengubah jalan hidup banyak orang. Ada beberapa mahasiswa yang menamatkan kuliah melalui skripsi tentang festival ini, penonton yang pulang lalu membentuk band, musisi yang kembali mengangkat gitar setelah bertahun-tahun menyerah, serta sukarelawan yang memperoleh pekerjaan dari percakapan singkat di belakang panggung. 

Ada yang berfoto pranikah di Cherrypop, ada juga yang berkenalan di tengah kerumunan, berpacaran, lalu menikah dengan tiket festival sebagai mas kawin. Ada kolektif dari kota kecil yang datang dengan uang bensin hasil patungan, kemudian pulang membawa undangan tur; penjual kaus yang tumbuh menjadi jenama; fotografer amatir yang satu jepretannya membuka jalan menuju pekerjaan; pembuat film yang menyelamatkan sejarah musik kotanya dari kelupaan; serta seorang anak yang akhirnya ditonton orang tuanya di atas panggung setelah bertahun-tahun dianggap hanya bermain-main dengan musik. 

Ada pula lagu yang pertama kali dimainkan di Cherrypop lalu direkam menjadi album atau musisi yang nyaris menyerah memperoleh keberanian hanya karena beberapa orang di barisan depan hafal seluruh liriknya. Kisah-kisah itu tak tercetak di poster, tetapi di sanalah Cherrypop menemukan nadinya, yaitu manusia saling menyelamatkan melalui perkara-perkara yang tampak sederhana.

Sebab sejarah musik tak hanya disusun dari daftar album dan nama penampil. Ia ditulis oleh antrean panjang, debu lapangan, pakaian yang basah oleh keringat, obrolan di dekat pagar, serta lagu yang tiba-tiba terdengar ketika seseorang sedang patah hati. 

Panggung dapat dibongkar, lampu dipadamkan, dan spanduk disimpan di gudang, tetapi peristiwa akan menetap dalam diri mereka yang pernah berada di sana. Repelita Musik menjadi perayaan sekaligus penanda perjalanan, yaitu cara Cherrypop mengingat lima tahun pertamanya dan mengirim harapan menuju lima tahun berikutnya.

Selama orang-orang masih datang untuk saling menemukan, musik akan selalu mempunyai rumah, dan Cherrypop akan terus menjadi hari raya bagi mereka yang sepanjang tahun hidup dari bunyi, pertemanan, dan ingatan.

Karcis Cherrypop 2026 “Repelita Musik” bisa didapatkan melalui www.cherrypop.id atau fasticket.id. Dan untuk segala informasi terkini bisa dipantau melalui akun Instagram resmi @cherrypopfest.***(Adv)

BACA JUGA: Cherrypop Festival dan Misi Menghidupkan ‘Band Mitos’ atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Terakhir diperbarui pada 10 Agustus 2026 oleh

Tags: cherrypopcherrypop 2026festival musikfestival musik jogjalebaran skenaline up cherrypop 2026tiket cherrypop 2026
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kehangatan Tuan Rumah di Penutup Prambanan Jazz 2026.MOJOK.CO
Panggung

Kehangatan Tuan Rumah di Penutup Prambanan Jazz 2026

6 Juli 2026
Sambut Cherrypop 2026, Cherry District Hadirkan Kolaborasi Ekosistem Kreatif di GIK UGM.MOJOK.CO
Hiburan

Sambut Cherrypop 2026, Cherry District Hadirkan Kolaborasi Ekosistem Kreatif di GIK UGM

3 Maret 2026
saemen fest 2025 mojok.co
Kilas

Menanti Kolaborasi Jenny dan Majelis Lidah Berduri di Saemen Fest 2025

29 Oktober 2025
captain jack.MOJOK.CO
Panggung

Captain Jack: Antara Debu, Air Mata, dan Anthem Masa Muda

19 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja MOJOK.CO

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja

5 Agustus 2026
Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026
77 persen lulusan sekolah vokasi (sarjana terapan) tembus dunia kerja. Lebih dari dari lulusan S1 MOJOK.CO

Lulusan Sekolah Vokasi (Sarjana Terapan) Lebih Laris di Dunia Kerja dari S1, Industri Butuh yang Berketerampilan

7 Agustus 2026
Perjuangan orang haven't ingin jadi mahasiswa baru (maba) tanpa sponsor orang tua melalui beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO

Nasib Orang Haven’t: Ingin Jadi Maba Tanpa Sponsor Orang Tua, Harus Alami Kerja di Warung Mie Ayam 16 Jam Upah 30 Ribu

7 Agustus 2026
Kemiskinan DIY menurun. MOJOK.CO

Jumlah Orang Miskin di Yogyakarta Berkurang, Penurunannya Jadi yang Tertinggi di Jawa pada Maret 2026

6 Agustus 2026
Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja.MOJOK.CO

Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja

6 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.