Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Komentar Nirempati dan Nggak Ada Otak Imam Kurniawan Berujung Sayembara Penangkapan

Redaksi oleh Redaksi
26 April 2021
A A
imam kurniawan
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pemilik akun Facebook Imam Kurniawan ini tentu tak menyangka bahwa dirinya akan menjadi sasaran kemarahan banyak orang. 

Untuk banyak hal yang sifatnya sensitif, kita memang sebaiknya tidak banyak berkomentar, kalaupun harus berkomentar, haruslah komentar yang bijak dan dipikirkan matang-matang. Sedangkan yang paling aman, lebih baik diam.

Namun, di sosial media, hal sesepele itu pada kenyataannya tidak mudah dilakukan. Banyak orang yang jarinya gatal jika ia tidak berkomentar atas satu hal. Celakanya, kadang ia tak menyadari bahwa komentarnya itu, kelak, bisa mencelakan dirinya.

Nah, itulah yang kini sedang terjadi pada seorang netizen bernama Imam Kurniawan.

Dalam sebuah postingan sebuah grup Facebook yang berisi ajakan untuk mendoakan para awak kapal selam Nanggala 402 yang gugur dalam tugas, ia justru memberikan komentar yang, preman paling bento pun, pasti akan marah saat membacanya.

“Di saat kapal selammu tenggelam, di situ istrimu kuewe.”

imam kurniawan
Tangkapan layar komentar Imam Kurniawan

Komentar yang sangat tidak berempati tersebut kemudian tak butuh waktu yang lama untuk viral. Orang-orang yang membaca komentar tersebut tentu saja langsung mendidih darahnya.

Melalui grup Facebook “Cocoklogy Science”, seorang anak dari kawan seperjuangan prajurit yang gugur menawarkan imbalan 2 juta rupiah kepada siapa saja yang bisa menangkap Imam Kurniawan dalam keadaan babak belur.

Tak dinyana, postingan tersebut mendapat dukungan dari banyak netizen lainnya. Tak sedikit yang kemudian ikut patungan untuk menambah nilai hadiah sayembara tersebut.

Dari hadiah awal sayembara yang hanya 2 juta rupiah, kemudian terus bertambah seiring makin banyaknya donatur. Total nilai sayembara tersebut bahkan sempat mencapai angka 60 juta rupiah.

Dengan hebohnya sayembara tersebut, tentu tak butuh waktu yang lama untuk bisa menemukan sosok Imam Kurniawan.

Imam yang diketahui berdomisili di Medan, Sumatera Utara pun akhirnya didatangi oleh netizen untuk diminta konfirmasi. Ia bahkan sempat dibawa ke Koramil setempat untuk dimintai keterangan.

imam kurniawan
Foto oleh: Fahmi Aditya

Imam sendiri menyatakan bahwa dia tak tahu-menahu dengan komentar yang muncul dari akun Facebook miliknya itu. Ia beralasan bahwa Facebook miliknya kemungkinan diambil alih oleh orang lain yang tak bertanggung jawab.

Dari tangkapan layar akun Facebooknya, memang diketahui ada gadget lain yang aktif login pada akun Facebook dirinya dan terlacak berlokasi di Bandar Lampung.

Iklan

Imam pun kemudian meminta maaf atas keributan yang timbul karena akun milik dirinya.

Belum jelas apakah pernyataan Imam benar-benar sesuai dengan kenyataan atau itu hanya pembelaan dari dirinya.

Sementara itu, program sayembara berhadiah uang saweran dari para netizen di grup Cocoklogy Science statusnya masih di-hold dan sedang dikoordinasikan oleh admin.

Nah, kasus yang menimpa Imam Kurniawan ini kiranya bisa menjadi pelajaran buat kita. Bahwa komentar di media sosial selalu punya dampak dan konsekuensi bagi penulisnya. Kadang berakhir menjadi video klarifikasi, namun tak sedikit yang berakhir menjadi “salam olah raga”.

BACA JUGA Atta Halilintar Positif Covid-19 Lagi: Saat yang Tepat Bagi Atta Untuk Bikin Konten Protokol Kesehatan dan artikel KILAS lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 26 April 2021 oleh

Tags: imam kurniawannanggala 402
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

masjid jogokariyan
Kilas

Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Salim A. Fillah Dukung Inisiatif Masjid Jogokariyan Galang Donasi Beli Kapal Selam

27 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Berkaca dari Kasus Yurizal, Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya punya empati MOJOK.CO

Berkaca dari Kasus Yurizal: Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya Berempati

7 Agustus 2026
Lahir di lingkungan NU tapi justru menemukan kedamaian di Muhammadiyah. MOJOK.CO

Tumbuh di Desa dengan Tradisi Keagamaan yang Kental, Saya Justru Menemukan Kedamaian di Muhammadiyah dengan Rasionalitasnya

3 Agustus 2026
KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas MOJOK.CO

KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas

3 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Sri Sultan HB X dan Dubes Qatar siapkan kejutan program event di Yogyakarta dari kerja sama di bidang kesenian dan kebudayaan MOJOK.CO

Usai Temui Sri Sultan HB X, Dubes Qatar Siapkan Kejutan Program Event Kebudayaan di Yogyakarta

3 Agustus 2026
Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.