Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Kesehatan

Kasus Stunting di DIY Masih 17 Persen, Tertinggi di Gunungkidul

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
16 Desember 2022
A A
kasus stunting di diy mojok.co

Ketua UPPKA DIY, GKR Bendara menyampaikan tentang stunting di Yogyakarta, Kamis (15/12/2022).(yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kerja keras dalam penanganan kasus stunting atau gangguan perkembangan anak karena gizi buruk di DIY nampaknya masih harus dilakukan. Bilamana tidak, rerata angka kasus stunting di provinsi ini masih sekitar 17 persen pada 2022 ini.

Dari lima kabupaten/kota, angka kasus stunting tertinggi ada di Gunungkidul yang mencapai 20,6 persen. Disusul Bantul sebesar 19.1 persen. Sedangkan di Kota Yogyakarta sebesar 17,1 persen, Sleman sebesar 16 persen dan terendah Kulon Progo dengan 14,9 persen.

Iklan

“Masih ada beberapa Kelurahan di Kota Jogja yang memiliki tingkat kasus stunting yang cukup tinggi,” papar Ketua Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Aseptor (UPPKA) DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara di Yogyakarta, Kamis (15/12/2022).

Menurut Bendara, kasus stunting tidak hanya berdampak kepada keluarga yang ekonominya rendah. Namun ternyat juga terjadi pada masyarakat ekonomi menengah.

Persoalan ini terjadi biasanya karena keluarga salah asumsi dan tidak terlalu memahami tentang gizi. Mereka tidak memperhatikan menu makan sesuai gizi seimbang.

“Nah karena beberapa persoalan itu maka anaknya berpotensi untuk stunting,” tandasnya.

Karena itu berbagai upaya dilakukan DIY. Salah satunya melakukan pemberdayaan keluarga aseptor.

Selain itu pendirian dapur balita sehat bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), program yang dinamai Dapur Sehat Atasi Stunting (Dasyat) itu diterapkan di kabupaten/kota.

Program ini muncul dari Kota Yogyakarta dan menginspirasi BKKBN Nasional Indonesia. Program ini sebagai upaya pencegahan stunting tak hanya warga desa namun juga warga perkotaan.

“Justru edukasi terkait bisnis seimbang dan edukasi kesehatan bagi calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan kepada batita serta balita juga harus terus dilakukan. tujuannya kita bersama yaitu adalah mencapai zero stunting di manapun,” jelasnya.

Sementara Assisten Sekda Bagian Kesra Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Wasono mengungkapkan, Pemkot berupaya meningkatkan program perempuan berdaya. Program ini dilakukan sebagai penggerak dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarga, termasuk menurunkan tingkat stunting di kota Yogyakarta.

“Pemulihan pasca-pandemi kolaborasi antara berbagai kelompok mempunyai peranan yang sangat strategis melalui berbagai program terutama untuk memberdayakan dan memperkuat ketahanan keluarga,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Angka Stunting di DIY Tinggi, BKKBN Minta 1.000 Bidan Intervensi

Terakhir diperbarui pada 16 Desember 2022 oleh

Tags: BKKBNPemda DIYpemkot yogyakartastunting
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh” MOJOK.CO

Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”

31 Januari 2026
Seorang bapak di Semarang tak tega lihat anak stunting, hindari isu fatherless. MOJOK.CO

Awalnya Tak Tega Lihat Anak Sakit hingga Dampingi Istri ke Puskesmas, Lalu Sadar Pentingnya Peran Seorang Bapak

7 November 2025
Seorang ibu di Puskesmas Sekaran, Semarang periksakan anak stunting. MOJOK.CO

Pertama Kali Periksakan Anak ke Puskesmas di Kota Semarang karena Masalah Stunting: Mulanya Khawatir, Lalu Sadar Telah Ambil Keputusan Tepat

3 November 2025
Langkah Semarang turunkan angka stunting. MOJOK.CO

Rahasia Sukses Semarang untuk Menggenjot Masalah Stunting hingga Jadi Peringkat ke-2 Terendah di Jawa Tengah

28 Oktober 2025
Pemkot Semarang cegah stunting. MOJOK.CO

Mengenal “Keluarga Cemara” Kota Semarang, Inovasi Tuntaskan Stunting

11 September 2025
stunting di wirobrajan jogja.MOJOK.CO

Mengintip Kesuksesan “Segoro Bening”, Inisiatif Gotong Royong Warga Wirobrajan Jogja untuk Mengatasi Stunting

20 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026
Alma Odai "Cucurella" Diburu Fans, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu MOJOK.CO

Alma Odai “Cucurella” Diburu Fans di Srikandi Merdeka Cup, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu

22 Agustus 2026
Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026
Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya MOJOK.CO

Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya

23 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.