Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Kesehatan

Baru 50 Persen Kasus TBC di Jogja Terdeteksi, Penularan Melonjak Selama Pandemi

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
10 Februari 2023
A A
tbc di jogja mojok.co

Ilustrasi penyakit TBC (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tren kasus TBC di Jogja semakin meningkat. Jumlahnya melonjak selama pandemi. Perlu memperluas tracing agar pasien lainnya bisa terdeteksi. 

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit dengan jumlah kasus yang tinggi di Yogyakarta. Berdasarkan data Dinkes DIY, estimasi kasus yang disebabkan oleh bakteri Mycobacter Tuberculosis ini meningkat dari tahun ke tahun.

Sebelum pandemi COVID-19, perkiraan kasus TBC di Jogja mencapai 9.064 kasus per tahun. Namun, angka ini naik menjadi 10.530 kasus pada 2022. Dan dari kasus-kasus tersebut, baru sekitar 50 persen yang terdeteksi.

“Di DIY baru ditemukan 5.250 [kasus] tahun lalu. Kalau dipersentase baru sekitar 50 persen kasus yang berhasil ditemukan dan dilaporkan per tanggal 6 Februari 2023. Belum bisa menemukan seluruhnya,” papar Pengelola Program Penanggulangan Tuberculosis Dinkes DIY, Suharna dalam Dialog TBC di Yogyakarta, Kamis (09/02/2023).

Menurut Suharna, masalah ini terjadi karena kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang membatasi mobilitas masyarakat ke rumah sakit atau klinik untuk periksa TBC.

“Semua petugas kesehatan terkosentrasi penanganan Covid-19 sehingga kontak tracing pasien TBC tidak bisa dilakukan. Akibatnya terjadi penularan di tingkat keluarga karena pasien tidak segera diobati,” jelasnya.

Suharna menambahkan, petugas kesehatan seringkali mengalami kendala dalam menemukan kasus TBC di Yogyakarta. Hal itu disebabkan stigma negatif akan penyakit TBC yang dianggap memalukan sehingga membuat keluarga menyembunyikan pasien alih-alih diperiksakan.

Selain itu, belum semua tenaga kesehatan dan klinik yang melaporkan kasus TBC di DIY. Padahal pemantauan dilakukan secara berjenjang, mulai dari dinkes kabupaten/kota hingga Kementerian Kesehatan (kemenkes).

Namun setelah melandainya pandemi pada 2022, upaya penemuan kasus TBC bisa kembali ditingkatkan. Apalagi petugas kesehatan sudah dikembalikan pada ketugasannya masing-masing.

“Ini kemungkinan angkanya masih banyak karena belum ada yang dilaporkan. Makanya perlu disosialisasikan ke masyarakat agar pasien tidak menyembunyikan diri. Karena pengobatan TBC tidak boleh putus, jadi kalau ada pasien yang belum ambil obat maka petugas menghubungi atau didatangi ke rumahnya,” paparnya.

Butuh tambahan alat

Selain tracing pasien TBC, sejumlah upaya dilakukan untuk menemukan kasus TBC. Screening TBC di tingkat masyarakat diperluas, termasuk tracing di keluarga pasien.

Fasilitas kesehatan juga disiapkan untuk menerima dan mengobati pasien. Setiap puskesmas bisa melayani kasus TBC.

Sayangnya belum semua puskemas memiliki alat deteksi kuman TBC. Dengan alat Tes Cepat Molekuler yang digunakan memeriksa dahak pasien, maka bisa diketahui kuman TBC hanya dalam waktu dua jam.

Di Yogyakarta, baru ada 30 alat tersebar di lima kabupaten/kota. Padahal jumlah fasilitas kesehatan yang membutuhkan alat Tes Cepat Molekuler sekitar 121 puskemas dan 80 rumah sakit.

Iklan

“Alatnya perlu ditambah dan selama ini suplainya dari kemenkes. Kalau provinsi dan kabupaten/kota mau menganggarkan, dipersilahkan dengan harga sekitar Rp 500 juta,” paparnya.

Sementara Anggota Komisi D DPRD DIY, Tustiyani mengungkapkan Pemda DIY diminta untuk lebih serius dalam penanganan persoalan TBC. Langkah-langkah nyata dibutuhkan untuk mengatasi penyakit yang hingga saat ini masih saja muncul.

“Sebab ada kebiasaan masyarakat yang tidak memeriksakan penyakit karena takut ketahuan penyakitnya. Perlu sosialisasi yang lebih luas di masyarakat dengan menitipkan pada kader-kader di desa hingga dusun untuk mendeteksi TBC,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Riwayat Pagebluk di Empat Kerajaa: Terkubur di Manuskrip Kuno, Terlupakan dalam Ajaran

Terakhir diperbarui pada 10 Februari 2023 oleh

Tags: batuktbc
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

tbc di jogja mojok.co
Aktual

Kasus TBC di Jogja Meningkat, Tantangan Pengendalian Penyakit Kian Berat

27 November 2025
Tekad Kota Semarang beri layanana kesehatan primer untuk entaskan TBC MOJOK.CO
Kilas

Tekad Kota Semarang Beri Layanan Kesehatan Primer ke Warga, Pengobatan Lebih Cepat-Putus Penularan TBC

5 September 2025
Pemprov Jawa Tengah gelontorkan Rp1 Miliar untuk Tangani Tuberkulosis, 84 Persen Pasien Kini Sudah Berobat. MOJOK.CO
Kilas

Pemprov Jateng Gelontorkan Rp1 Miliar untuk Tangani TBC, Kejar Target Penemuan Kasus hingga 60 Persen

26 Agustus 2025
cara menyembuhkan pilek dalam sehari MOJOK.CO
Penjaskes

Cara Menyembuhkan Pilek dalam Sehari

24 Maret 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Ilustrasi Mie Ayam di Jogja, Penawar Kesepian dan Siksaan Kemiskinan (Unsplash)

Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

19 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Adalah Daihatsu Sigra MOJOK.CO

Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat

20 Januari 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.