Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Kerennya Susi Pudjiastuti Tampil Sebagai Peragawati Demi Membantu Nelayan Palu dan Donggala

Redaksi oleh Redaksi
25 Oktober 2018
A A
susi pudjiastuti
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Nama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti rasanya memang tak pernah habis menghiasi banyak pemberitaan media tanah air. Aksi-aksinya selalu saja sukses membuat orang-orang berdecak kagum dan seolah membatin, “Nih menteri gokil dan badass abis…”

Belum lama setelah namanya menghangat karena berani menyemprot Sandiaga Uno terkait masalah izin nelayan, Susi Pudjiastuti kembali membuat aksi yang tak kalah spektakuler, kali ini, ia tampil sebagai peragawati dalam sesi peragaan busana Jakarta Fashion Week 2019 di Senayan City, Jakarta, Selasa 23 Oktober kemarin.

Dalam acara peragaan buasana tersebut, Susi tampil mengenakan busana karya desainer kondang Anne Avanti.

Susi maju di panggung catwalk dengan kaca mata hitam, sepatu boots, kepala berbalut turban, dengan outer kain tenun rumbai gaya etnik. Kehadiran Susi dalam acara peragaan busana tersebut tentu saja menjadi magnet utama bagi banyak pengunjung yang hadir.

Hampir seluruh pengunjung langsung mengarahkan ponselnya tatkala Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan itu tampil berlenggok luwes di atas panggung catwalk.

Susi tampil dengan sangat percaya diri. Ia seakan sadar betul bahwa dirinya merupakan bintang malam itu.

Susi bukan hanya tahu bagaimana cara menaklukkan laut, tapi juga paham betul bagaimana menaklukkan panggung.

Lebih dari itu, Susi juga piawai menaklukkan hati banyak orang. Sebab kehadirannya di atas panggung catwalk tersebut tak lain dan tak bukan merupakan bagian dari upayanya untuk menggalang bantuan bagi para nelayan dari Palu dan Donggala yang beberapa waktu yang lalu baru saja terkena musibah gempa dan tsunami.

Usut punya usut, Susi ternyata mau tampil sebagai peragawati karena Anne Avanti sebagai desainer berkenan untuk menyumbangkan 10 kapal untuk para nelayan di Palu dan Donggala.

“Saya sedang galang bantuan untuk Palu dan Donggala. Kalau Bu Anne mau kasih 10 kapal, saya mau jalan,” ujar Susi Pudjiastuti.

Tawaran Susi ini ternyata disambut baik oleh Anne Avanti. Sang desainer berkenan untuk ikut memberikan donasi berupa 10 buah kapal yang akan disumbangkan untuk para nelayan di Palu dan Donggala.

“Malam hari nanti saya akan sumbangkan donasi untuk CSR ibu Susi dalam bentuk 10 kapal untuk nelayan, juga dari Sido Muncul. Jadi untuk nelayan yang kapalnya rusak, mereka bisa kembali bekerja menghidupi keluarganya,” ujar Anne Avanti.

Sungguh, Indonesia terlalu amat sangat beruntung punya menteri Kelautan dan Perikanan yang brilian seperti Susi Pudjiastuti.

Kalau begini caranya, demi Indonesia yang Jalesveva Jayamahe, Presidennya mau Jokowi atau Prabowo, tidak jadi soal, yang penting Menteri Kelautan dan Perikanannya harus tetap Susi Pudjiastuti.

Pokoknya Susi Death Price. Susi Harga Mati.

susi pudjiastuti

Terakhir diperbarui pada 25 Oktober 2018 oleh

Tags: anne avantiperagawatiSusi Pudjiastuti
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Cek Ombak Anies Baswedan-Susi Pudjiastuti, Hingga Sejauh Mana Kapal Mereka Berlayar?

Cek Ombak Anies Baswedan-Susi Pudjiastuti, Hingga Sejauh Mana Kapal Mereka Berlayar?

8 Agustus 2023
5 Tokoh Perempuan yang Bisa Mengubah Peta Politik 2024

5 Tokoh Perempuan yang Bisa Mengubah Peta Politik 2024

20 Oktober 2022
susi air mojok.co

Susi Air Kecelakaan di Papua, Susi Pudjiastuti Minta Doa Warganet

23 Juni 2022
puan maharani

Puan Maharani Tidak Salah meski Disindir Susi Pudjiastuti soal Menanam Padi

13 November 2021
Susi Pudjiastuti Minta Harga Tes PCR Tak Lebih dari Rp275 Ribu mojok.co

Susi Pudjiastuti Minta Harga Tes PCR Tak Lebih dari Rp275 Ribu

25 Oktober 2021
susi pudjiastuti

Bagaimana Susi Pudjiastuti Ubah Konotasi ‘Ke Laut Aja!’

3 Maret 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja (Jadi Budak) Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

20 Agustus 2026
Kontingen Prambanan tunjukkan jejak Mataram Kuno di Karnaval Budaya Klaten 2026. MOJOK.CO

Potret Kejayaan Mataram Kuno dalam Karnaval Budaya Klaten, 26 Kecamatan Adu Keunggulan Wilayah

19 Agustus 2026

Sarjana BK Kebingungan Tentukan Arah Masa Depan: Tak Otomatis Jadi Guru BK, Jadi Dosen pun Susah

19 Agustus 2026
TPU Farm: Ketika Kematian Menumbuhkan Kehidupan MOJOK.CO

TPU Farm: Ketika Cabai Tumbuh di Area Makam

17 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.