Kelakar Jono Terbakar di CherryPop 2023: dari Crowdfunding, Pijat, hingga Industri Musik Hari ini

Kelakar Jono Terbakar di Panggung CherryPop 2023: dari Crowdfunding, Pijat, hingga Industri Musik Hari ini mojok.co

Jono Terbakar dalam PutCast Live on Stage CherryPop 2023

MOJOK.COJono Terbakar turut meramaikan panggung CherryPop 2023. Dalam PutCast Live on Stage, ia bercerita tentang perjalanan karir bermusiknya, tanggapannya terhadap industri, hingga perjalanannya menjadi terapis pijat.

Gelaran CherryPop Festival 2023 telah usai. Kendati demikian, gemanya masih terasa. Tak hanya karena suguhan musik dari band-band penampil, melainkan juga printilan-printilan acara lain yang unik dan spesial. Salah satunya PutCast Live on Stage hasil kolaborasi CherryPop dengan Mojokdotco.

Jono Terbakar menjadi narasumber pada gelaran hari pertama. Kepala Suku Mojok Puthut EA mengajaknya berbincang bersama dengan jurnalis musik Nuran Wibisono. Beragam topik dikupas dari musisi yang telah menghasilkan 31 album ini. Mulai dari karir musiknya hingga kehidupan pribadinya.

Crowdfunding

Jono Terbakar merupakan salah satu musisi Jogja terproduktif. Sejak berdiri pada 2013, ratusan lagu dan puluhan album ia rilis. Uniknya, mayoritas lagu dan albumnya diproses dengan dana dari crowdfunding. Sebuah cara yang tak banyak musisi gunakan.

Seperti yang kita tahu, bikin album musik itu biayanya tidak murah. Terlebih jika jenis musiknya membutuhkan banyak instrumen, butuh banyak biaya untuk merekam, mixing, hingga mastering. Dengan pengalamannya, Jono menegaskan kalau konsep crowdfunding ini bisa jadi opsi alternatif namun dengan syarat.

Crowdfunding 15 juta itu bisa karena saya japri semua teman FB saya satu per satu,” ujar Jono.

Tanpa keaktifan musisi menjaring pendengarnya, crowdfunding akan susah menuai hasil yang optimal. Ia mengaku telah menggunakan konsep pendanaan ini lebih dari 10 kali. Baginya, dana 5-7 juta sudah cukup untuk membuat album. Ini tak terlepas dari jumlah personel dan konsep album yang sederhana yang menjadi ciri khasnya.

Industri musik

Pendekatan Jono Terbakar di dunia musik terbilang ganjil. Tak hanya menyangkut pendanaan bikin album saja, melainkan juga mengenai kepenulisan lirik, penampilan, dan targetnya sebagai musisi.

Perihal lirik, ia mengaku tak terlalu mempersiapkannya di beberapa album. Ia hanya datang ke studio dan membiarkan lirik itu muncul begitu saja. Lirik dari leluhur, katanya. Lalu soal penampilan, ia mengaku lebih suka berkaos oblong dan sandalan di atas panggung. Penampilan yang berbanding jauh dengan musisi-musisi industri.

“Saya itu punya filosofi penampilan keseharian itu harus ditampilkan di panggung. Saya nggak mau membedakan ketika saya di bawah dan di atas panggung,” ucap Jono.

Gemerlap industri tak terlalu memukaunya. Ia mengaku tak ingin terkenal. Sejak bekerja penuh waktu di Universitas Terbuka sebagai dosen pariwisata, ia tidak ambil pusing lagi dengan perjalanan bermusiknya. Saat ini, ia mengaku bekesenian untuk kesenian.

Bahkan, saat ditanya mengenai industri musik untuk musisi dengan pendekatan ganjil seperti dirinya, ia menjawab: “Industri musik ki f*ck lah!,” ujarnya diikuti dengan senyum.

Terapis pijat

Selain menjadi musisi, Jono Terbakar pernah menjajal beberapa profesi lain. Dari jualan roti dengan jenama “Jono Terbakery” hingga menjajakan jasa pijat Zamatera. PutCast Live on Stage membahas khusus soal perjalanan Nihan Lanisy, nama asli Jono Terbakar, hingga bisa menjadi terapis pijat.

Kisah lengkapnya bisa kalian tonton secara lengkap di YouTube Mojokdotco.

Penulis: Iradat Ungkai
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Asus Zenfone Max Pro M1 yang Sering Saya Sumpahi Malah Berjasa Ketika Bikin Video Klip Jono Terbakar

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

 

Exit mobile version