Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Jokowi Tikung Prabowo, Rekrut Yusril Ihza Mahendra Sebagai Pengacara

Redaksi oleh Redaksi
6 November 2018
A A
Jokowi dan Yusril Ihza Mahendra MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra, resmi menjadi pengacara pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin untuk Pilpres 2019.

Senin (05/11) sore, sebuah kejutan terjadi. Kubu Jokowi dan Ma’ruf Amin mengumumkan kesuksesan mereka “mendapatkan tanda tangan” Yusril Ihza Mahendra. Hmm…bahasanya sudah seperti transfer pemain penting di sepak bola saja. Namun memang seperti itulah yang terjadi. Jokowi dan Ma’ruf Amin berhasil menarik seorang “pemain penting” menjelang Pilpres 2019.

Iklan

Yusril Ihza Mahendra, Ketum PBB, pengacara yang gigih dan ultra-teliti, bersedia menjadi pengacara petahana untuk Pilpres 2019. Mengapa peristiwa ini menjadi sebuah kejutan?

Begini, Partai Bulan Bintang (PBB), sempat begitu dekat dengan kubu Prabowo menjelang Ijtima Ulama. Namun, kedekatan itu sedikit merenggang ketika Prabowo memilih Sandiaga Uno sebagai pasangannya di Pilpres 2019. Hingga Oktober 2018, posisi PBB masih belum jelas. Bahkan, PBB cenderung netral untuk Pilpres 2019.

Namun, banyak kader PBB yang memang pada dasarnya mendukung Prabowo. Agustus 2018, PKS mengungkapkan bahwa dukungan PBB untuk Prabowo sifatnya sangat penting. Seperti bersahutan, satu bulan kemudian, Gerindra mengklaim bahwa PBB sudah resmi mendukung Prabowo. Sayang, plot twist terjadi.

Yusril Ihza Mahendra, sebagau Ketua Umum, justru menjadi pengacara paslon nomor satu. Memang, “posisi” Yusril Ihza saat ini adalah posisi profesional. Seharusnya, tidak mutlak dibaca sebagai dukungan kepada salah satu calon. Toh kita tidak tahu siapa yang dicoblos Pak Yusril Ihza di bilik suara. Namun, politik membuat pemikiran seperti itu tak berlaku dominan.

Ketika Ketum suatu partai dekat dengan salah satu pasangan calon, ia akan disebuat sudah meletakkan dukungannya. Oleh sebab itu, ketika para kadernya mendukung Prabowo, sang kepala justru mendekat ke Jokowi. Kubu Jokowi seperti mendapatkan sebuah kunci untuk mengamankan suara Partai Bulan Bintang. Seperti seorang pembalap, Jokowi menikung Prabowo secara tiba-tiba.

Ngomong-ngomong, keberhasilan petahana mendapatkan Yusril Ihza Mahendra tidak lepas dari peran seorang Erick Thohir. Beberapa waktu yang lalu, Erick Thohir, sebagai Ketua Tim Kampanye (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin bertemu dengan Yusril. Nampaknya, lobi dari mantan Presiden Inter Milan itu cukup ampuh.

“Minggu yang lalu, saya bertemu Pak Erick Thohir di Hotel Mulia, Jakarta. Pak Erick adalah ketua timsesnya Pak Jokowi. Pak Erick menyampaikan salam Pak Jokowi kepada saya dan saya pun menyampaikan salam melalui Pak Erick. Kami bincang-bincang dan Pak Erick menanyakan kepastian apakah saya bersedia menjadi lawyer-nya Pak Jokowi-Pak Kiai Ma’ruf Amin dalam kedudukan beliau sebagai paslon capres-cawapres,” kata Yusril.

Dan terjadilah, Yusril Ihza Mahendra bersedia menjadi pengacara petahana. Bahkan, Yusril bersedia bekerja tanpa bayaran. Yusril juga bekerja tanpa dibayar ketika menjadi ahli dalam gugatan Prabowo kepada KPU terkait hasil Pilpres 2014 di MK yang lalu. (yms)

 

Terakhir diperbarui pada 6 November 2018 oleh

Tags: jokowiPilpres 2019prabowoYusril Ihza Mahendra
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lulus SMA nekat kerja ke Jakarta untuk jadi cleaning service. MOJOK.CO

Modal Ijazah SMA Kerja Jadi Cleaning Service di Jakarta demi Lulus Sarjana, Kini Pilih Resign untuk Keliling Indonesia

22 Juli 2026
Konten Kreator Perjalanan dapat pelajaran hidup di Lombok. MOJOK.CO

Konten Kreator Perjalanan Nyaris Luntang-lantung karena Tak Punya Uang, Malah Menangis Saat Meninggalkan Lombok

21 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31 jadi sumber sukacita dan perkuat posisi Yogya sebagai Kota Budaya di mata dunia MOJOK.CO

Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31: Sumber Sukacita dan Perkuat Posisi Yogya sebagai Kota Budaya di Mata Dunia

22 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.