Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

TKN Jokowi: Baju Putih Itu Suci dan Baik, BKN Prabowo: Baju Putih, Tapi Hati Hitam

Redaksi oleh Redaksi
4 Januari 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Karena yang fana adalah ide dan gagasan, sementara yang abadi adalah julid dan nyinyir antara pendukung Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019.

Saling olok antara kubu Jokowi dan Prabowo masih berlanjut. Seperti lupa kalau kontestasi pemilu itu soal adu ide dan gagasan, perihal baju yang dikenakan oleh capres dan cawapres pun jadi bahan bakar saling nyinyir. Pada titik tertentu, lebih enak nonton acara Cerdas Cermat ketimbang mengikuti perdebatan konyol kedua kubu untuk Pilpres 2019.

Iklan

Semakin dekat dengan hari coblosan, “rumor” soal pakaian yang dikenakan capres dan cawapres untuk foto surat suara menjadi bahan olok-olok. Adalah Pramono Anung, Seskab RI, yang konon mengungkapkan bahwa pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin akan mengenakan baju serba putih. Sementara itu, Prabowo dan Sandiaga Uno mengenakan jas dengan warna dominan hitam.

Sekilas tidak ada yang salah. Soal pakaian adalah preferensi masing-masing. Mau pakai kostum badut pun sah saja, karena tidak melanggar aturan. Misalnya untuk misi “Indonesia yang lebih lucu” di tengah carut-marut keadaan saat ini.

Namun, lantaran berada di dalam konteks politik, soal pakaian pun tak lepas dari bahan nyinyir. Pakaian memang bisa menjadi penanda sifat dan sikap. Tapi, kok rasanya, perdebatan soal baju Jokowi dan Prabowo ini sudah terlalu jauh. Menjemukan.

Jadi, Hasto Kristiyanto dan Abdul Kadir Karding dari TKN Jokowi mencoba menjadi “ahli tafsir pakaian”. Hasto mengungkapkan bahwa baju serba putih Jokowi dan Kiai Ma’ruf menunjukkan keindonesiaan. Sementara itu, Abdul Kadir Karding menerawang bahwa pakaian serba putih itu menunjukkan sesuatu yang suci dan bersih.

“Jadi foto tentu saja ini juga mencerminkan bagaimana Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf itu kan putih. Yang di sana hitam bajunya. Pak Jokowi mencerminkan optimisme memandangnya, menatap masa depan dengan percaya diri. Yang di sana menunduk,” ujar Hasto mencoba mengulik makna pakaian.

“Kiai Ma’ruf tampil yaitu secara keseluruhan dalam jati dirinya sebagai seorang ulama dengan mengenakan sarung, tidak ada perubahan di situ. Dan kemudian Pak Jokowi juga mencerminkan bersama Kiai Ma’ruf keindonesiaan kita,” tambahnya berteori.

Abdul Kadir Karding: “Pak Jokowi memang beliau selama ini senang dengan baju putih dan sederhana seperti sekarang. Baju putih itu menyimbolkan kesucian dan kebaikan. Jadi putih itu artinya suci dan baik.”

Gusar karena sindirian kubu petahana, pihak oposisi juga tak mau kalah berteori. Jubir BPN Prabowo dan Sandiaga Uno, Andre Rosiade menelurkan teori yang sungguh menggugah. “Yang penting itu hati jangan hitam. Untuk apa baju putih tapi sebatas pencitraan, tapi sebatas…tapi hatinya hitam. Janji-janji manis, tapi tidak ditepati setelah berkuasa.”

Habiburokhman, Ketua DPP Gerindra tak mau ketinggalan. “Kami tidak akan memaksa paslon memakai kostum tertentu hanya untuk pencitraan semu. Kami juga tidak akan memaksa paslon untuk memakai kostum tertentu agar terkesan religius.”

Sampai pakaian pun menjadi bahan olok-olokan. Jangan-jangan, nanti Jokowi bersin atau Prabowo menguap bakal jadi bahan nyinyir. Karena yang fana adalah ide dan gagasan, sementara yang abadi adalah julid dan nyinyir. (yms)

Terakhir diperbarui pada 4 Januari 2019 oleh

Tags: baju capresjokowiPilpres 2019prabowo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru MOJOK.CO
Esai

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru

29 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

77 persen lulusan sekolah vokasi (sarjana terapan) tembus dunia kerja. Lebih dari dari lulusan S1 MOJOK.CO

Lulusan Sekolah Vokasi (Sarjana Terapan) Lebih Laris di Dunia Kerja dari S1, Industri Butuh yang Berketerampilan

7 Agustus 2026
Andai ormas-ormas lain seperti Yakuza Maneges Kediri. Bukan tukang malak tapi garda depan berantas kekerasan seksual di pondok pesantren MOJOK.CO

Andai Ormas Lain seperti Yakuza Maneges Kediri: Dulu Dihina tapi Buktikan Sangat Berguna

5 Agustus 2026
Token listrik lebih awet setelah mengubah kebiasaan kecil di rumah (Unsplash)

Token listrik lebih awet setelah saya mengubah kebiasaan kecil di rumah

7 Agustus 2026
Cinta yang Tak Berbalas Bikin Perempuan Crush Recession hingga Belum Menikah. MOJOK.CO

Crush Recession: Jatuh Cinta Terasa Melelahkan, bikin Perempuan Malas Pacaran

4 Agustus 2026
Derita lansia pakai cashless seperti QRIS. MOJOK.CO

Derita Lansia Tak Bisa Beli Roti Hanya karena QRIS yang Menghantui

4 Agustus 2026
Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.