Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM

Bantuan simbolis oleh relawan InJourney di Aceh Tamiang. (Dok. InJourney).

Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) kembali menyalurkan bantuan tanggap bencana, khususnya untuk pemulihan pascabencana korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra.

Bantuan diberikan secara simbolis berupa perahu nelayan di Desa Bedari, Aceh Tamiang pada Rabu (14/1/2026) guna mendukung kegiatan sekolah dan aktivitas warga. Selain itu juga diserahkan bantuan berupa peralatan usaha seperti oven, mixer, alat doorsmeer, hingga bahan baku kepada 24 UMKM.

Bantuan layanan kesehatan seperti dukungan psikososial (LDP), dan pemulihan lingkungan juga diberikan agar masyarakat terdampak bisa kembali beraktivitas secara aman, sehat, dan melaksanakan aktivitasnya kembali.

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Digital InJourney, Herdy Harman berujar bantuan tersebut menjadi bagian dari program InJourney Care. Ia berharap seluruh bantuan dapat mendukung pemulihan kegiatan masyarakat dan juga perekonomian warga Sumatra.

“Kami memastikan bantuan tidak berhenti pada fase tanggap darurat, tetapi berlanjut hingga pemulihan,” ujarnya, “melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra lokal, InJourney berharap bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berdampak langsung pada pemulihan pascabencana.”

Relawan InJourney bantu revitalisasi sumur warga Sumatra

24 sumur direvitalisasi. MOJOK.CO
Relawan InJourney merevitalisasi 24 sumur warga yang sebelumnya tidak dapat digunakan akibat lumpur yang mengeras. (Dok. InJourney)

Sejak bencana alam banjir dan tanah longsor terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Padang, InJourney telah memberikan bantuan penanganan bencana, termasuk mengirimkan 44 relawan yang merupakan pegawai dari InJourney Airports, InJourney Destination Management, dan InJourney Aviation Services.

Para relawan tak hanya bertugas menyalurkan bantuan, tapi juga memastikan pemulihan, sekaligus membantu menggerakkan kembali perekonomian di wilayah-wilayah yang terdampak di Sumatra.

Salah satunya dengan merevitalisasi 24 sumur warga yang sebelumnya tidak dapat digunakan akibat lumpur yang mengeras. Melalui proses pembersihan dan perbaikan bertahap, sumur-sumur tersebut kembali berfungsi dan kini dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, sekaligus membantu memulihkan aktivitas harian warga pascabencana.

Bantuan penting untuk korban pascabencana

Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman berbincang dengan warga. (Dok.InJourney)

Kali ini, bantuan yang diberikan InJourney berfokus pada dukungan pemulihan pascabencana. Pertama, bantuan berfokus pada distribusi logistik bantuan. Tujuannya untuk memastikan masyarakat terdampak dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pada fase awal pemulihan pascabanjir Sumtra. 

Kedua, bantuan untuk UMKM sebagai bentuk dukungan untuk pemulihan ekonomi warga Sumatra. Bantuan yang diberikan berupa dukungan peralatan usaha atau bahan baku agar UMKM dapat kembali beroperasi dan menggerakkan ekonomi lokal.

Ketiga, bantuan berupa layanan kesehatan dan trauma healing. Bantuan diberikan dalam bentuk penyediaan layanan pemeriksaan dan pengobatan kesehatan dasar serta pendampingan psikososial oleh tenaga medis untuk menjaga kesehatan fisik dan membantu pemulihan mental masyarakat pascabencana. 

Terakhir, bantuan berupa aktivitas pemulihan lingkungan dan fasilitas umum. Kegiatan yang dilakukan berupa pembersihan fasilitas umum dan lingkungan terdampak banjir untuk mengembalikan fungsi ruang publik dan mendukung pemulihan aktivitas sosial masyarakat.***(Adv)

BACA JUGA: UGM Berikan Keringanan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatra, Juga Pemulihan Psikologis bagi Korban atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Exit mobile version