ADVERTISEMENT

Indonesian Cigar Festival 2026 Digelar di Nusa Dua, Hadirkan Produsen Cerutu hingga Forum Bisnis

Indonesian Cigar Festival 2026 Digelar di Nusa Dua, Hadirkan Produsen Cerutu hingga Forum Bisnis MOJOK.CO

MOJOK.CO – Indonesian Cigar Festival (ICF) 2026 akan digelar pada 1–3 Oktober 2026 di Atrium Bali Collection, Nusa Dua, Bali. Acara ini akan mempertemukan produsen dan komunitas cerutu dengan pelaku bisnis, industri kreatif, serta wisatawan.

Festival yang digagas Indonesia Connection itu akan menghadirkan pameran cerutu dan forum bisnis. Sejumlah produsen cerutu nasional dijadwalkan berpartisipasi, antara lain PTPN 3 (Persero) dari Deli, Sumatra; Dos Hermanos dari Kudus; Tarumartani dari Yogyakarta; dan Basuki Raya Cigar dari Jember.

Penyelenggaraan festival ini berlangsung di tengah besarnya kontribusi cukai hasil tembakau terhadap penerimaan negara. Dalam APBN 2026, pemerintah menargetkan penerimaan cukai hasil tembakau sebesar Rp225,73 triliun.

Penyelenggaraan ICF 2026 digagas oleh Indonesia Connection, dengan Irjen Pol. (Purn.) Murad Ismail sebagai Ketua Pembina dan Opa Ewin sebagai Ketua Pelaksana ICF.

Ketua Pelaksana ICF 2026 Opa Ewin mengatakan pameran dan forum bisnis tersebut diharapkan membuka peluang bagi produk cerutu Indonesia untuk menjangkau pasar luar negeri. Opa Ewin, yang juga menjabat Ketua Bali Promotion Board, menyebut lokasi acara di Nusa Dua memberi kesempatan kepada produsen untuk bertemu wisatawan mancanegara.

“Kami ingin membangun sinergi yang lebih besar antara Indonesia dan negara-negara sahabat melalui cerutu-cerutu unggulan yang akan dipamerkan serta business forum selama acara berlangsung. Kami berharap produk Indonesia dapat semakin dikenal dan mendapat tempat di pasar global,” ujar Opa Ewin dalam keterangan tertulisnya.

ICF 2026 juga berkolaborasi dengan InterTabac–Messe Dortmund, Jerman. Menurutnya, kerja sama dengan penyelenggara pameran tembakau internasional yang telah berlangsung sejak 1978 itu menjadi langkah awal untuk memperluas jejaring bisnis dengan pelaku industri tembakau dari berbagai negara.

“Kami bersyukur ICF 2026 menjadi salah satu agenda kolaboratif awal dengan InterTabac. Ke depan, saya berharap event ini dapat berkembang menjadi agenda tahunan ITDC Nusa Dua Bali sekaligus menjadi salah satu event industri cerutu untuk kawasan Asia,” kata Opa Ewin.

Indonesian Cigar Festival 2026 hadirkan seni budaya Indonesia

Selain menjadi ruang pertemuan industri cerutu, festival ini akan melibatkan pelaku industri kreatif Bali. Samara dijadwalkan menggelar peragaan busana, sedangkan Tuksedo Studio Bali dari Gianyar akan menampilkan karya otomotifnya. Penyelenggara berharap pertemuan lintas industri tersebut membuka peluang pengembangan produk, kemitraan, dan perluasan jaringan distribusi.

Rangkaian acara juga akan diisi pertunjukan budaya Bali dan musik Indonesia. Musisi yang dijadwalkan tampil meliputi Gugun Blues Shelter featuring Dewa Budjana, Vimaz, Ganzerlana, dan Ecko Show. Vimaz merupakan pemain gamelan asal Yogyakarta yang telah tampil di lebih dari 30 negara. Ganzerlana dan Ecko Show disebut sebagai musisi dari kawasan Indonesia Timur.

Penampilan Ecko Show yang membawakan lagu “Veronika” dan “Tor Monitor” dijadwalkan menjadi bagian dari rangkaian penutupan festival.

Penyelenggara berharap Indonesian Cigar Festival 2026 turut mendorong kunjungan wisatawan dan aktivitas perdagangan di Bali. Festival ini juga diharapkan membuka peluang kerja sama bagi pelaku UMKM, industri kreatif, ritel, dan perhotelan, sekaligus memperkenalkan produk Indonesia kepada wisatawan serta calon mitra bisnis.

Bagi pengunjung dari hotel di sekitar Nusa Dua, Bali Collection menyediakan layanan shuttle bus gratis. ICF 2026 sendiri terbuka untuk wisatawan dan masyarakat umum tanpa tiket masuk. (*)

Terakhir diperbarui pada 28 September 2026 oleh .

Redaksi

Kontributor aktif media opini dan satir.

Exit mobile version