Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

Padukan Kareografi Berbagai Daerah, 5.000 Orang Menari Harmoni di Prambanan

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
19 Desember 2022
A A
jogja menari mojok.co

Ribuan orang tampil dalam Jogja Menari II di pelataran Candi Siwa, Prambanan, Minggu (18/12/2022).(yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Lima ribu orang lebih memadati pelataran Candi Siwa, Prambanan, Minggu (18/12/2022). Mereka menampilkan Tarian Nusantara Harmoni dalam Jogja Menari II.

“Jogja menari ini yang merupakan perpaduan unsur gerakan tari dan iringan dari berbagai daerah di Indonesia. Jogja menari ini sudah merupakan yang kedua kali, yang pertama 2018 lalu,” papar Ketua Penyelenggara Jogja Menari Muhammad Romahurmuziy disela acara.

Iklan

Kegiatan tersebut, menurut Romi—sapan Romahurmuziy, sebagai upaya melestarikan budaya, merawat kebhinekaan dan mendukung pariwisata melalui tarian. Selain itu merupakan persiapan mengangkat Jogja Menari sebagai event berskala internasional tahun depan.

Jogja Menari merupakan perlombaan tari dari sebuah koreografi yang disusun dengan judul Nusantara Harmoni. Peserta menarikan karya tari baru memadukan unsur gerakan dan iringan dari Yogyakarta, Aceh, Betawi, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Maluku, hingga Papua.

“Peserta terjauh dari [kabupaten] Soppeng, Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Sebanyak 100 juri menjadi penilai dalam kompetisi kali ini seperti Didik Nini Thowok dan Uni Yutta. Mereka menilai grup terbaik, peserta penari perseorangan terbaik, peserta dengan kostum terbaik, serta penghargaan khusus bagi peserta grup dengan jumlah anggota terbanyak.

“Tarian ini diharapkan membawa makna semangat kebangkitan bersama Indonesia setelah melewati masa pandemi menuju indonesia baru,” jelasnya.

Sementara Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Rizki Handayani mengungkapkan, acara tersebut dapat diangkat ke skala internasional. Sebab sampai saat ini belum ada festival tari yang dikemas secara masif.

“Jogja Menari ini dan harapannya terus menggerakkan perekonomian dengan terciptanya lapangan kerja yang melibatkan masyarakat dan UMKM,” tandasnya.

Menteri Pariwisata dan Ekomoni Kreatif Sandiaga Salahudin Uno dalam sambutan virtual mengungkapkan, Jogja Menari II menjadi persembahan karya dalam melestarikan budaya yang mengangkat kearifan lokal, seni budaya, dan kreativitas masyarakat sebagai daya tarik wisata. Diharapkan kegiatan itu membangkitkan semangat menunjukkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus mempromosikan parekraf untuk mendorong gerakan bangga berwisata di Indonesia.

“Kegiatan ini memotivasi kreativitas para pecinta budaya dan membangkitkan kembali sektor parekraf dan memberikan dampak positif untuk ekonomi,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Teladan Music Fest: Sing Along Bareng Pusakata, Ditutup Nostalgia Boyz II Men

Terakhir diperbarui pada 19 Desember 2022 oleh

Tags: candi prambananjogja menarimenari
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik India menjalin kesepakatan kerja sama konservasi terhadap Candi Perwara Kompleks Candi Prambanan MOJOK.CO
Kilas

Menerjemahkan Candi Prambanan sebagai Bukti Historis Hubungan Nusantara-India

8 Juli 2026
Liburan bareng keluarga di Candi Prambanan, Yogyakarta. MOJOK.CO
Eksplor

Liburan Sekolah Bareng Keluarga di Candi Prambanan Terasa Beda Sekaligus Lega, Banyak Kegiatan Menarik yang Nggak Bikin Dompet Boncos

1 Juli 2026
Sunflower Angel di Candi Prambanan saat pagi. MOJOK.CO
Hiburan

Simbol Perjalanan Cinta Sepasang Kekasih asal Jakarta-Jogja dalam Karya Seni “Sunflower Angel” di Candi Prambanan

11 Juni 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO
Eksplor

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.