Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Harga Tes PCR Terbaru Rp275 Ribu, Kenapa Nggak dari Kemarin-kemarin?

Pemerintah umumkan harga tes PCR dibatasi max. Rp275 ribu di Jawa-Bali dan Rp300 ribu di luar Jawa-Bali.

Redaksi oleh Redaksi
27 Oktober 2021
A A
tiket pesawat mahal Harga Tes PCR Terbaru Rp275 Ribu, Kenapa Nggak dari Kemarin-kemarin? mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pengendalian harga tes PCR terbaru ini diapresiasi, namun tak sedikit warganet bertanya: lho, kok nggak dari kemarin-kemarin?

Aturan penurunan harga tes PCR terbaru ini diumumkan oleh Plt. Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir hari ini. Per hari ini juga (27/10), harga tes PCR di Jawa-Bali dipatok paling tinggi Rp275 ribu dan di luar kawasan ini Rp300 ribu. Ketetapan baru ini hanya berselang dua hari setelah Presiden Jokowi meminta harga tes PCR di angka Rp300 ribu.

Dalam keterangan Kadir disebut, penurunan harga dilakukan setelah pemerintah mengevaluasi harga komponen tes PCR, seperti reagen, tindakan, dan administrasi. Ia mengimbau semua fasilitas kesehatan dan laboraturium segera mematuhi ketetapan baru ini.

Kabar ini jelas bikin gembira, mengingat di awal pandemi, tarif tes PCR pernah mencapai Rp2,5 juta. Cerita itu disampaikan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo pada September tahun lalu. Waktu itu Doni juga bilang, RS yang memasang tarif sampai Rp2,5 juta jelas lebay karena menurut pengecekan Satgas Covid-19, biayanya cuma Rp500 ribu.

Nah, karena Pak Doni pada September 2020 bilang harga tes PCR cuma Rp500 ribu, kita jadi berpikir keras. Sebab, baru pada Agustus 2021 pemerintah menetapkan harga maksimal Rp495 ribu (Jawa-Bali) dan Rp525 ribu (luar Jawa-Bali).

Sebagai konteks: penetapan harga Rp275 ribu ini adalah kali ketiga pemerintah menurunkan HET tes PCR. Penurunan pertama dilakukan Juni ini, menjadi Rp900 ribu. Yang kedua pada HUT RI tahun ini, turun menjadi Rp495 ribu.

Wajar jika warganet merespons ketetapan baru ini dengan pertanyaan besar: Lho, kok turun jadi Rp275 ribu ini nggak dari kemarin-kemarin? Emang berapa sih modal faskes buat ngadain tes PCR? Kan, bikin suuzon ya.

Jawaban pemerintah ya itu tadi, seperti disampaikan Pak Abdul Kadir, karena harga komponen tes PCR sudah turun. Keterangan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) juga menguatkan jawaban itu, menyebut bahwa harga PCR sekarang bisa lebih murah karena harga APD, reagen, dan overhead faskes sudah turun.

Dengan mengasumsikan faskes adil sejak dalam menerapkan harga, tampaknya harga PCR di Indonesia memang tergantung pasaran dunia. Menkes Budi Gunadi Sadikin sendiri baru saja bilang, India yang harga tes PCR-nya cuma Rp160 ribu bisa menerapkan harga segitu karena bahan baku dan produksi test kit-nya dibuat di dalam negeri.

Yang lucu, penurunan harga ketiga ini terjadi setelah ada protes dulu. Anda sudah menyaksikan bagaimana gelombang protes menerpa pemerintah gara-gara aturan baru wajib PCR bagi penumpang pesawat, per 24 Oktober lalu. Di media sosial, aturan ini bahkan sampai mengundang seruan agar syarat tes PCR dihapuskan saja.

Jadi, bayangkan jika syarat naik pesawat tidak diubah. Skenarionya: bisa saja harga tes PCR sekarang masih kayak kemarin-kemarin, dipatok Rp495 ribu. Kan bikin suuzon lagi.

Waktu aturan wajib PCR buat naik pesawat baru dirilis, ada pernyataan menarik dari Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi. Ia bilang, meski sudah ada aturan HET sekalipun, penyedia jasa masih aja cari cara mengakalinya agar harga bisa lebih tinggi.

“HET PCR di lapangan banyak diakali oleh provider dengan istilah ‘PCR ekspres’ yang harganya tiga kali lipat dibanding PCR normal. Ini karena PCR normal hasilnya terlalu lama, minimal 1 x 24 jam,” ucap Tulus, dikutip Tirto.

BACA JUGA Dewan Masjid Indonesia Berencana Atur Suara Toa Masjid di Indonesia dan kabar terbaru lainnya di KILAS.

Terakhir diperbarui pada 27 Oktober 2021 oleh

Tags: COVID-19harga tes pcrtes PCR
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Z sarjana ekonomi di Undip. MOJOK.CO
Kampus

Apesnya Punya Nama Aneh “Z”: Takut Ditodong Tiba-tiba Saat Kuliah, Kini Malah Jadi Anak Emas Dosen di Undip

27 November 2025
Naik Kereta Api di Jogja Tak Harus Gunakan Masker Lagi. MOJOK.CO
Kilas

Naik Kereta Api di Jogja Tak Harus Gunakan Masker Lagi

13 Juni 2023
Kritik untuk Jogja Sebuah Cinta yang Tidak akan Kita Menangkan MOJOK.CO
Esai

Kritik untuk Jogja: Sebuah Cinta yang Tidak akan Kita Menangkan

7 Juni 2023
KTR Malioboro.MOJOK.CO
Kilas

Kasus Covid-19 di DIY Meningkat Tajam, Segera Vaksinasi Masyarakat Berisiko Tinggi

2 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sarjana pegasuh anak, panti asuhan Muhammadiyah di Surabaya. MOJOK.CO

Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

5 Februari 2026
Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Jogja City Mall, Sleman bikin orang nyasar. MOJOK.CO

Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya

3 Februari 2026
TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO

Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti

7 Februari 2026
Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik MOJOK.CO

Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik

4 Februari 2026
Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya.MOJOK.CO

Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya

5 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.