MOJOK.CO – Menjelang laga final gelaran Srikandi Merdeka Cup 2026 antara Indonesia Garuda Pertiwi melawan Timnas Thailand Putri U-16, Timo Scheunemann menegaskan bahwa hasil akhir bukanlah satu-satunya hasil yang dikejar. Dalam konferensi pers yang digelar pada 21 Agustus 2026, Timo menjelaskan bahwa piala sebenarnya adalah para pemain yang ia cetak.
Laga melawan Thailand di final adalah dua hal yang memang dikejar oleh Coach Timo. Ia menjelaskan bahwa ada dua target yang dikejar. Pertama, main lima kali. Kedua, melawan Thailand, salah satu tim nasional yang kuat dan punya sejarah pembinaan sepak bola putri yang begitu panjang.
Melawan tim yang sudah lebih dulu melakukan pembinaan selama tiga dekade tentu jadi satu hal yang tak mudah. Ini adalah laga ujian sebenarnya bagi bagi Garuda Pertiwi, yang mencatatkan hasil begitu gemilang sepanjang gelaran turnamen.
Dalam perjalanannya, tim Garuda Pertiwi melibas semua lawannya tanpa kebobolan satu gol pun, menunjukkan bahwa mereka sama berbahayanya dalam urusan bertahan dan menyerang.
Namun, Coach Timo menjelaskan bahwa tim lawan mereka nanti, Thailand, punya sesuatu yang tak dipunyai oleh Garuda Pertiwi, yaitu possession.
“Thailand punya confidence, yang terbentuk dari hasil pembinaan yang panjang,” ucap Coach Timo.
Strategi di final
Final antara Indonesia Garuda Pertiwi melawan Thailand akan digelar di Supersoccer Arena, Kudus, pada 23 Agustus 2026. Thailand melenggang ke final setelah melumat Malaysia 5-1. Indonesia Garuda Pertiwi melaju setelah mengalahkan Yordania dengan skor 3-0, melanjutkan tren positif tanpa kebobolan selama gelaran Srikandi Merdeka Cup digelar.
Coach Timo tidak bicara banyak tentang strategi di final, menyebut concern taktik bisa jadi bocor dan dipahami oleh lawan. Tapi Coach Timo memberikan beberapa concern tentang permainan Garuda Pertiwi yang perlu diperbaiki.
Menanggapi pertanyaan kenapa di babak kedua Garuda Pertiwi tidak bisa menambah keunggulan, Coach Timo menunjukkan bahwa masih ada masalah seperti cederanya pemain yang bikin ia harus membuat banyak penyesuaian di sana-sini.
“Kalau tadi Anda perhatikan, Anya main di sayap, Anya main di tengah, Anya main di striker, mencari solusi untuk kebolongan yang ada karena Nafe cedera.”
Selain masalah cedera, masalah seperti permainan individualistis dan terburu-buru saat memegang bola jadi beberapa hal yang jadi perhatian oleh Coach Timo. Ia menunjukkan bahwa inilah perbedaan utama tim Garuda Pertiwi, yang baru menjalani 3 tahun pembinaan, dengan Thailand, yang sudah 3 dekade membina para pejuang putri mengolah bola.
Dalam konferensi pers lanjutan pada 22 Agustus 2026, Coach Timo menjelaskan bahwa tiap pemain diminta mengirimkan pesan pada Coach Dian, salah satu staff kepelatihan tim, yang berisi evaluasi permainan seperti kelebihan, kekurangan, dan apa yang mereka dapat dalam pertandingan.
Hasil evaluasi inilah yang digunakan sebagai modal untuk para pemain menghadapi Thailand, tim yang dianggap lebih siap karena sudah melalui 3 dekade pengembangan sepak bola.
Secara taktikal, Coach Timo tidak membeberkan apa yang akan ia lakukan untuk meredam tim Thailand, yang kuat secara possession, serta lebih siap dalam menghadapi turnamen. Coach Timo hanya berharap timnya bermain sebaik mungkin.
“Saya hanya berharap para pemain bermain secara maksimal, itu saja.”
Catatan impresif Garuda Pertiwi dan Thailand
Indonesia Garuda Pertiwi dan Thailand adalah tim yang punya catatan amat impresif sepanjang turnamen ini. Thailand mencetak 15 gol, kebobolan satu, dan melumat semua lawannya dengan meyakinkan. Indonesia Garuda Pertiwi lebih impresif lagi, mereka menjebol gawang lawan 14 kali tanpa kebobolan satu pun, dan tak sekalipun mengalami seri atau kalah.
Pertemuan kedua tim di final ini adalah pertemuan kedua tim yang memang secara statistik begitu kuat dan meyakinkan. Sama-sama tanpa kekalahan, sama-sama kuat dalam perkara menyerang dan bertahan. Thailand dan Garuda Pertiwi sama-sama merajai dalam perkara gol, shots on target, serta passing accuracy.
Dominasi dalam perkara statistik menunjukkan bahwa kedua tim menunjukkan kenapa mereka finalis, serta menunjukkan hasil dari pembinaan yang sistematis.
Srikandi Merdeka Cup 2026 merupakan turnamen sepak bola putri kelompok usia U-16 yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation. Edisi tahun ini diikuti Timnas Putri U-16 Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Yordania.
Setelah melewati fase grup dan semifinal tanpa kebobolan, Garuda Pertiwi kini tinggal menghadapi Thailand dalam pertandingan penentuan juara.
