Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Era Baru KNPI Kota Semarang: Jadi Wadah Pemuda yang Inklusif, Progresif, dan Berdaya Saing

Redaksi oleh Redaksi
7 Agustus 2025
A A
Era baru KNPI Kota Semarang jadi wadah pemuda yang inklusif, progresif, dan berdaya saing MOJOK.CO

Era baru KNPI Kota Semarang jadi wadah pemuda yang inklusif, progresif, dan berdaya saing. (Pemkot Semarang)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Usai dilantik menjadi Ketua DPD KNPI Kota Semarang periode 2025-2028, Yohana Citra Mahardhika siap menjalankan berbagai program kerja strategis, di antaranya pengelolaan sampah, pendidikan dan program-program kerja lainnya. Dalam sambutan perdananya, Citra menyebut pelantikan ini sebagai momentum emas bagi pemuda Semarang.

“KNPI harus menjadi rumah besar, tempat gagasan dilahirkan, kerja nyata dilakukan, dan kolaborasi dibangun,” ujar Citra, Selasa (5/8) di Ruang Lokakrida, Gedung Moch Ichsan Balaikota Semarang.

Pengurus baru mengusung visi “Menjadi wadah kepemudaan yang inklusif, progresif, dan berperan aktif dalam membangun pemuda berdaya saing di Kota Semarang. Visi ini diharapkan menjadi kompas arah gerak organisasi selama tiga tahun ke depan.

Acara ini turut dihadiri oleh Agustina, Wali Kota Semarang, jajaran Forkopimda kota Semarang, Ketua DPD KNPI Jawa Tengah, Casytha Arriwi Kathmandu, Ketua terpilih dan jajaran DPD KNPI Kota Semarang periode kepengurusan tahun 2025-2028, para senior KNPI, serta para tokoh pemuda dan perwakilan organisasi kepemudaan.

Wali Kota Semarang tekankan pentingnya peran pemuda

Sementara Agustina, wali kota Semarang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran pemuda dalam pembangunan daerah. Ia mengajak KNPI untuk segera menggelar rapat kerja, merumuskan kritik dan masukan, serta memastikan suara pemuda terwakili dalam proses penyusunan anggaran 2026.

“Apalah gunanya kami membangun jika mengabaikan keinginan pemuda? Mari kita bangun bersama, supaya estafet kepemimpinan nanti dilanjutkan dengan lebih kokoh dan bermanfaat,” ujar Agustina.

Ia juga memaparkan tiga peluang besar yang sedang terbuka lebar bagi generasi muda Indonesia: bonus demografi yang menjadikan mayoritas penduduk berada di usia produktif; transformasi digital.

“Tantangannya jelas, jangan sampai peluang ini hilang hanya karena kita tidak siap menguasai keterampilan yang relevan,” beber Agustina.

Ngayomi, ngayemi, dan ngayani

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Jawa Tengah, Casytha Arriwi Kathmandu, memberikan pesan yang tak kalah menarik. Ia menggambarkan KNPI sebagai taman bunga yang berwarna-warni namun indah jika dilihat utuh.

“Dalam memimpin, saya berpegang pada tiga prinsip: ngayomi atau melindungi, ngayemi atau menenangkan, dan ngayani atau menguatkan. Semoga KNPI Kota Semarang selalu kompak,” tuturnya.

Acara yang berlangsung hangat ini dihadiri berbagai tokoh, mulai dari senior KNPI hingga generasi muda. Ini menjadi bukti bahwa organisasi ini tetap menjadi wadah pemersatu lintas generasi.

Dengan kepengurusan baru yang mengusung semangat inklusif, kolaboratif, dan progresif, KNPI Kota Semarang diharapkan mampu menjembatani aspirasi pemuda dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kota yang lebih berdaya saing.***(Adv)

BACA JUGA: Orang Pati Malu Selalu Kena Cap SDM Rendah-Kota Bandit, Tapi Kini Tunjukkan Wajah Lain yang Bisa Jadi Titik Balik atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 8 Agustus 2025 oleh

Tags: knpiknpi semarangkota semarangSemarang
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
MLSC, Yogyakarta.MOJOK.CO

Redemsi Yogyakarta All Stars, Menolak Pulang Lebih Awal

26 Juni 2026
Peluncuran logo dan maskot MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah MOJOK.CO

MTQ Nasional XXXI Jateng: Warna Baru Festival Al-Qur’an Terbesar dan Adem Ayem di Semarang

25 Juni 2026
Wisata air Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah akan dikembangkan. Ada investasi dari Cilacap hingga Jepang MOJOK.CO

Rawa Pening Kabupaten Semarang bakal Jadi Wisata Unggulan Jateng, Tawarkan Rumah Makan Apung-Keramba

25 Juni 2026
Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026
Berhenti Menyalahkan Anak Skena Jalan Gajahmada Semarang! MOJOK.CO

Berhenti Menyalahkan Anak Skena Jalan Gajahmada Semarang!

30 Maret 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

20 Agustus 2026
TPU Farm: Ketika Kematian Menumbuhkan Kehidupan MOJOK.CO

TPU Farm: Ketika Cabai Tumbuh di Area Makam

17 Agustus 2026
Fenomena sarjana jadi pengangguran karena ijazah kuliah memang bulan modal ekonomi dan persoalan ketimpangan kapital MOJOK.CO

Bedah Penyebab Sarjana Pengangguran: Ijazah Kuliah Tak Bisa Jadi Modal Ekonomi, Dapat Kerja Ditentukan Privilege Keluarga

15 Agustus 2026
Saat adik saya jadi korban bullying (perundungan) di sekolah, pihak guru malah menganggapnya masalah biasa MOJOK.CO

Melabrak Guru usai Adik Jadi Korban Bullying di Sekolah hingga Cedera: Saya Justru Menerima Jawaban Memuakkan

18 Agustus 2026
JPPI, MBG, buku siswa sekolah.MOJOK.CO

RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Tersandera Rp240 Triliun demi Program yang Tak Penting

17 Agustus 2026
Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.