Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Dosen UGM Kembangkan Melon Mini Sebesar Apel

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
10 Januari 2023
A A
melon mini mojok.co

Peneliti Gama Melon dari Fakultas Biologi UGM, Budi Setiadi Daryono memperlihatkan melon mini Hikade Apel di UGM, Senin (09/01/2023).(yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Melon adalah salah satu buah yang banyak disukai. Rasanya yang manis, buah jenis ini banyak ditanam di Indonesia. Namun ukurannya yang cukup besar sering menyusahkan untuk dibawa bepergian. Banyak ibu-ibu yang sering mengeluhkan sulitnya membeli melon karena berat.

Karenanya peneliti Gama Melon dari Fakultas Biologi UGM, Budi Setiadi Daryono pun mengembangkan melon dalam ukuran yang lebih kecil. Meneliti melon sejak 1997 silam, dia pun ditantang emak-emak mengembangkan melon sebesar buah apel.

“Ada banyak keluhan dari ibu-ibu yang saya sebutkan di medsos itu emak-emak. saat beberapa kali mengadakan pertemuan mereka sering ribet kalau misalnya bepergian. Kemudian kalau ke supermarket gitu, apalagi kalau nggak ada bapak-bapaknya yang nolong kaya bawa sendiri semangka atau melon yang besar itu memang memberatkan,” papar Budi di UGM, Senin (09/01/2023).

Menurut Budi, para ibu-ibu memberikan tantangan padanya untuk meneliti melon yang ukurannya efisien untuk dibawa. Mendapat tantangan tersebut, dia pun  berhasil mengembangkan melon hanya dengan berat 200-600 gram per butir. Padahal berat melon biasanya mencapai 2-3 kg per butir.

melon mini mojok.co
Melon mini (Yvesta Ayu/Mojok.co)

Budi menamai melon mini tersebut Hikadi Apel. Nama ini dipilih dari Hika yang merupakan anak Budi.

“Hikadi Apel. Selesai ngrakit, anak terkecil saya namanya Hika 2012 dia lahir. makanya Hikadi, Hika anaknya Pak Budi. Apel karena bentuknya mirip apel itu aja,” jelasnya.

Meski berukuran mini, melon yang dibudidaya tetap kaya akan nutrisi dan manis rasanya. Melon tersebut tinggi vitamin A dan bisa menjadi wortel yang tak banyak disukai anak-anak.

Cara tanamnya pun tak sulit. Dengan media tanam tanah, Budi bisa memanem melon mini dalam waktu 60 hari. Sedangkan untuk media hidroponik, melon mini bisa dipanen matang dalam waktu 65 hari.

“Tapi kalau di di dataran tinggi memerlukan waktu 80 sampai 85 hari,” jelasnya.

Budi menambahkan, walaupun berukuran kecil, harga jual melon mini Hikadi Apel tetap menguntungkan. Untuk satu kilogram melon bisa dijual denganharga Rp 5 ribu.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding melon biasa yang berkisar Rp10 ribu per butir. Tapi melon ini rasanya lebih enak dan manis.

“Harga cukup bagus konsumen juga banyak. Sekarang Rp35 ribu per kilogram ini termasuk premium menengah,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Padi Apung Jadi Alternatif Atasi Krisis Pangan karena Bisa Hasilkan 4 Ton per Hektar

Terakhir diperbarui pada 10 Januari 2023 oleh

Tags: buahdosen ugmmelonUGM
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Perjuangan masuk UGM.MOJOK.CO
Sekolahan

Kehilangan Ayah Menjelang SNBT, Kini Berhasil Kuliah Gratis di UGM Meski Harus Belajar di Rumah Sakit

23 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO
Urban

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
kuis rempah rempah
Kabar

Merawat Muruah Rempah Nusantara lewat Riset Genetika

2 Juli 2026
Mila lulusan Fapet UGM. MOJOK.CO
Sekolahan

Dobrak Keraguan Perempuan Tak Pantas Jadi Peternak, Alumnus Fapet UGM Ini Berhasil Raih Rp700 Juta di Tuban

29 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Budi daya ikan nila cuan 18 juta tiap 4 bulan tapi jangan ngasal MOJOK.CO

Budi daya ikan nila bisa cuan 18 juta tiap 4 bulan tapi jangan sampai merusak sumber daya 40 tahun ke depan

30 Juli 2026
Lulusan SMK buka jasa cleaning service. MOJOK.CO

Lulusan SMK Pernah Kerja Jadi Cleaning Service dengan Upah Rp20 per Jam, Kini Buka Usaha Sendiri hingga Hasilkan Omzet Rp70 Juta

29 Juli 2026
Punya teman si paling cashless yang sama sekali tidak pegang uang tunai (cash) merepotkan. Karena tidak semua hal bisa dibayar pakai QRIS MOJOK.CO

Teman Si Paling Cashless Pemuja QRIS bikin Repot Kita yang Sedia Tunai, Kepraktisan Semu di Balik Tren Dompet Kosong

24 Juli 2026
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Romo Pitoyo dalam acara peresmian Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto Yogyakarta. MOJOK.CO

Laboratorium Alam De Britto: Pondok Perenungan Manusia agar Tak Kehilangan Hati Nurani di Tengah “Bahaya” AI

28 Juli 2026
Akademisi UGM kritik RUU Sisdiknas karena belum menjawab tantangan pendidikan nasional di masa mendatang MOJOK.CO

RUU Sisdiknas Dinilai Belum Jawab Tantangan Pendidikan hingga Menyoal Relevansi Perguruan Tinggi Kedinasan

28 Juli 2026
WiFi di Kos MOJOK.CO

Ngekos Murah Ber-WiFi Malah Tekor: Berisik, Teras Berubah Jadi Warnet Gratisan, Berujung Terusir dan Ngungsi demi Ketenangan

24 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.