Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

Digagas Sri Sultan HB X, Pejabat Jogja Pentas Ketoprak di Titik Nol Km

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
2 Desember 2022
A A
ketoprak mojok.co

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Laksmi Shitaresmi menyampaikan pentas ketoprak pejabat di Kompleks Kepatihan Pemda DIY, Kamis (01/12/2022).(yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan HB X mencoba mendekatkan para pejabat di lingkungan Pemda DIY dengan masyarakat. Salah satunya dengan menggagas hiburan yang bisa dinikmati semua orang tanpa sekat melalui pentas seni rakyat ketoprak.

Tak sekedar ketoprak biasa, sejumlah pejabat akan ikut terlibat sebagai pemain ketoprak yang akan digelar di Titik Nol Kilometer pada Sabtu (03/12/2022). Diantaranya Rama Banar sebagai Jaya Sudarga dan Rektor UGM Ova Emilia sebagai Nyi Jaya Sudarga.

Selain itu Kepala Pengadilan Tinggi yang memerankan Ki Ajar Rumeksa, Kajati DIY memerankan Nyi Ajar. Sutrisna Wibawa memerankan Ki Demang Prawiradirja dan Dalijo sebagai Mingu.

Kapolda DIY sebagai Botoh Dirga, Bupati Gunungkidul memerankan Botoh Amir, Wagub AAU sebagai Tejo, Wakil Bupati Bantul sebagai Darno dan Bupati Kulonprogo sebagai Mirjan. Kadispar DIY berperan sebagai Tarjo, Danlanud sebagai Pringga, Gubernur AAU sebagai Darpo, Danlanal sebagai Miranti, dan lain sebagainya.

Mengusung lakon “Crah Agawe Bubrah, Rukun Agawe Santosa”, pentas ketoprak ini menjadi media seni yang dapat menjadi sarana berinteraksi serta sarana berkomunikasi antara pejabat dengan masyarakat. Dengan demikian dapat menumbuhkan semangat masyarakat dalam mengapresiasi seni karena konsepnya hadir dengan bahasa dialog yang akrab dalam keseharian.

Kepala Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan DIY Dian Laksmi Shitaresmi di Kompleks Kepatihan Pemda DIY, Kamis (01/12/2022) mengungkapkan, pentas ini menyiratkan pesan penting bagi semuanya yakni untuk tetap bijak memasuki tahun politik 2024.

“Jangan terpancing atas upaya provokasi dalam berbagai bentuk. Terutama dengan memanfaatkan isu-isu SARA,” ujarnya.

Menurut Dian, lakon ini berangkat dari keresahan Sri Sultan HB X akan potensi perpecahan bisa terjadi sewaktu-waktu. Terlebih para pendukung bakal calon presiden dari berbagai golongan pada Pemilu 2024 mendatang.

Karenanya selain menyampaikan pesan moral, pentas ketoprak ini juga sebagai upaya mengenalkan pejabat ke khalayak publik. Dengan demikian bisa membangun jembatan komunikasi yang lebih intens agar tidak ada jarak yang terlalu jauh antara masyarakat dengan pejabat pelayan publik.

“Menjelang situasi politik 2024, harus ngedemke (mendinginkan-red) situasi dan kondisi. Kalau kemudian Jogjakarta menjadi adem ayem tenteram ini maka potensi-potensi ke depan yang mungkin itu panas bisa dihindari,” jelasnya.

Dalam pentas kali ini, Sultan meminta para pejabat tak terikat pakem Jawa. Mereka bisa menjadi tokoh dengan karakter daerahnya masing-masing agar pentas menjadi lebih berwarna dan pesan tetap tersampaikan.

“[Pentas] saling mendekatkan antara pejabat dengan masyarakat sekaligus juga memberikan satu apresiasi melalui seni sehingga akan lebih cair suasananya. Sehingga semua bebas mengapresiasi,” tandasnya.

Sementara sutradara pementasan Bambang Paningron mengakui lakon kali ini tidaklah mudah disiapkan. Apalagi para pemain bukan aktor maupun seniman ketoprak.

“Seluruh proses latihan benar-benar diawali dari nol,” jelasnya.

Iklan

Namun Bambang melihat semangat yang tinggi dari para pejabat. Meski memiliki keterbatasan waktu, merekatetap menyempatkan diri untuk berlatih.

“Meski masing-masing memiliki kesibukan tapi tetap menyempatkan diri untuk mendalami perannya,” imbuhya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Jalan Menuju Destinasi Wisata DIY Banyak yang Ekstrem! Ini Rekomendasi KNKT

Terakhir diperbarui pada 2 Desember 2022 oleh

Tags: ketoprakPemda DIYsultan
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Marwoto: Stand Up Comedian Itu Cerdas-Cerdas, Ngolah Bahannya Cepat
Video

Marwoto: Stand Up Comedian Itu Cerdas-Cerdas, Ngolah Bahannya Cepat

22 November 2024
Ruas Jalan Gedongan - Klangon, Jalan Horor di Sleman yang Memakan Korban Jiwa Ibu Muda MOJOK.CO
Ragam

Ruas Jalan Gedongan-Klangon, Jalan Pencabut Nyawa di Sleman yang Memakan Korban Jiwa Ibu Muda

5 Februari 2024
korban tanah kas desa menanti kejelasan mojok.co
Hukum

Korban Tanah Kas Desa Menanti Kejelasan, Pembangunan Properti Mangkrak

6 September 2023
penutupan tpst piyungan diperpanjang mojok.co
Sosial

Pemda DIY Perpanjang Penutupan TPST Piyungan, Kota Jogja Manfaatkan Nitikan jadi TPST 3R

5 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
Ngerinya jalan raya Pantura Rembang di musim hujan MOJOK.CO

Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

12 Januari 2026
Motor Honda Vario 150 2026, motor tahan banting MOJOK.CO

Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual

15 Januari 2026
InJourney salurkan bantuan pascabencana Sumatra. MOJOK.CO

Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM

17 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.