Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Debat Pilpres Terakhir: Prabowo Akui Dirinya Bagian dari 1 Persen Elit yang Kuasai Banyak Kekayaan Nasional

Redaksi oleh Redaksi
13 April 2019
A A
debat pilpres
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Prabowo berkali-kali mengatakan bahwa kekayaan nasional banyak dikuasai oleh segelintir elit, dan ia mengakui bahwa ia merupakan bagian dari segelintir elit tersebut.


Selama ini, Prabowo berkali-kali menyebut bahwa kekayaan bangsa Indonesia dikuasasi oleh segelintir elit. Bahkan menurut Prabowo, di Indonesia, ada golongan 1 persen yang menguasai sebagian besar kekayaan negara.

Iklan

“Segelintir orang menguasai hampir separuh kekayaan kita. Apalagi soal tanah, 1 persen populasi yaitu konglomerat menguasai 80 persen tanah kita,” kata Prabowo.

Pernyataan Prabowo tentang segelintir elit yang menguasai kekayaan negara tersebut memang bukan isu yang baru. Sebelumnya, sudah banyak ahli yang membahas tentang isu tersebut.

Direktur Eksekutif Megawati Institute (MI) Arif Budimanta, misalnya. Ia mengatakan bahwa memang ada 1 persen penduduk yang menguasai sebagian besar kekayaan nasional.

“Kekayaan nasional terkonsentrasi di segelintir penduduk. proporsi total kekayaan yang di kuasai 1 persen rumah tangga terkaya menguasai 45,4 persen kekayaan nasional,” ujar Arif Budimanta dalam sebuah diskusi bertema ekonomi.

Nah, fakta tersebut kembali diangkat oleh calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin dalam salah satu sesi debat Pilpres edisi terakhir, Sabtu malam, 13 April 2019.

Dalam debat Pilpres yang membahas tema “Ekonomi, kesejahteraan sosial, investasi, perdagangan dan industri” tersebut, Ma’ruf Amin mengatakan bahwa Prabowo boleh jadi merupakan salah satu dari 1 persen elit yang menguasai kekayaan nasional.

“Pak Prabowo, Pak Sandi, Bapak mengatakan 1 persen elite menguasai terlalu banyak aset. Dari sisi kekayaan, Pak Prabowo dan Pak Sandi ini mungkin juga termasuk di antara elite itu. Mungkin,” ujar Ma’ruf Amin.

Menanggapi hal tersebut, Prabowo pun kemudian tanpa ragu langsung mengakui bahwa dirinya memang bagian dari elit yang 1 persen itu.

“Saya selalu, di mana-mana mengatakan, saya bagian dari 1% itu, Pak. Saya tidak pernah menutupi, tapi saya mengatakan saya bagian dari 1% yang mengerti tanggung jawab saya untuk negara, bangsa, dan rakyat. Jangankan harta kekayaan saya, jiwa dan raga saya, saya siap berikan untuk rakyat dan bangsa saya!” kata Prabowo. “Saya yang selalu katakan, saya bagian dari 1 persen. Tapi saya 1 persen yang cinta tanah air, saya 1 persen yang patriotik, saya 1 persen yang selalu membela rakyat Indonesia.”

Mantap Pak Prabowo, berani mengakui walau banyak orang kemudian menganggapnya sebagai “Kemakan omongan sendiri”

Terakhir diperbarui pada 13 April 2019 oleh

Tags: debat pilpresprabowo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.