Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Dan Fredrich Yunadi pun Akhirnya Meninggalkan Setya Novanto

Redaksi oleh Redaksi
9 Desember 2017
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Setya Novanto boleh jadi adalah sosok yang paling sedih minggu ini. Di saat kondisi psikisnya tumbang oleh kasus korupsi e-KTP dan harus mempersiapkan sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, ia malah ditinggalkan oleh dua kuasa hukumnya, Otto Hasibuan dan Fredrich Yunadi. Keduanya memutuskan mengundurkan diri dari tim kuasa hukum Setya Novanto.

Keputusan pengunduran diri dari tim kuasa hukum Setya Nivanto tersebut disampaikan keduanya saat menjenguk Setnov di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi pada kamis 7 Desember lalu. Itu artinya, keduanya sudah tidak lagi aktif mendampingi Ketua Umum nonaktif Partai Golkar itu dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Iklan

“Sudah-sudah, secara lisan kemarin sudah diberitahukan (kepada Setya Novanto),” kata Fredrich saat ditanya soal keputusan pengunduran dirinya.

Kini, satu-satunya kuasa hukum yang masih mendampingi Setya Novanto hanya tinggal Maqdir Ismail.

“Untuk kasus yang disidik KPK ditangan Maqdir, saya dan rekan Otto mengundurkan diri,” tutur Fredrich kepada wartawan.

Bagi Setya Novanto, kehilangan Otto Hasibuan dan Fredrich Yunadi tentu saja adalah kehilangan yang besar, utamanya Fredrich Yunadi. Bagaimanapun juga, tak dapat dipungkiri bahwa Fredrich Yunadi bukan saja bertindak sebagai kuasa hukum bagi Setya Novanto, lebih dari itu, ia juga bertindak sebagai “martir” bagi Setya Novanto.

Bayangkan, di saat banyak beredar meme-meme soal papa doyan tidur, tiang listrik, atau meme soal benjol sebesar bakpao, yang semuanya melibatkan Setya Novanto, Fredrich dengan heroik membuat pernyataan heboh soal gaya hidup mewahnya. Pernyataan tersebut kemudian membuat banyak orang mulai membagi fokus ke Fredrich, bukan lagi fokus ke Setya Novanto.

Efeknya, Fredrich pun kemudian ikut menjadi bahan meme. Fotonya digabungkan dengan foto Adam Suseno suaminya Inul dan kemudian disamakan dengan tokoh sepasang dekektif Thompson dan Thomson di serial Tintin karena kesamaan kumisnya sama-sama rimbun.

Meme soal hidup mewahnya juga ramai di internet, bahkan melebihi meme hiperbol Haji Lulung yang kala itu pernah bilang meludah pun bisa jadi duit.

Yah, kita lihat saja, bagaimana kelanjutan drama Setya Novanto dalam kasusnya kali ini, dan berapa lama pak Maqdir Ismail bakal bertahan menjadi kuasa hukum Setya Novanto.

Pak Fredrich yang kumisnya tebal saja tak kuat menjadi kuasa hukum Setya Novanto, apalagi pak Maqdir yang kumisnya tipis-tipis.

Fredrich yunadi

Terakhir diperbarui pada 9 Desember 2017 oleh

Tags: ektpFredrich YunadiKPKotto hasibuanSetya Novanto
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO
Kabar

Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Mengapa Kasus Korupsi Kepala Daerah Terus Berulang?

29 Juli 2026
Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat MOJOK.CO
Esai

Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat 

11 Mei 2026
Bupati dan Walikota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan MOJOK.CO
Tajuk

Bupati dan Wali Kota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan

13 April 2026
Sejumlah Menteri Terjerat Korupsi, Dewan Guru Besar Minta KPK Tak Tebang Pilih. MOJOK.CO
Kilas

Sejumlah Menteri Terjerat Korupsi, Dewan Guru Besar Minta KPK Tak Tebang Pilih

17 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Malaysia dekat ke gerbang negara maju. Indonesia negara apa? (Unsplash)

Malaysia kian dekat ke gerbang negara maju, kalau Indonesia makin dekat ke gerbang apa bes?

4 Agustus 2026
Lahir di lingkungan NU tapi justru menemukan kedamaian di Muhammadiyah. MOJOK.CO

Tumbuh di Desa dengan Tradisi Keagamaan yang Kental, Saya Justru Menemukan Kedamaian di Muhammadiyah dengan Rasionalitasnya

3 Agustus 2026
Seporsi kekalahan anak laki-laki pekerja swasta di Surabaya: merasa gagal karena kerja gaji kecil pas-pasan, tak kunjung sanggup ringankan beban orang tua di masa tua MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Anak Laki-laki: Kerja Ngoyo tapi Masih Begini-begini Saja, Tak Sanggup Ringankan Beban Ortu di Masa Tua

3 Agustus 2026
kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
Peserta Pekan Budaya Difabel di Jogja. MOJOK.CO

Pekan Budaya Difabel 2026: Saat Anak-anak Terbebas dari Stigma lewat Seni dan Terapi di Ruang Inklusif

29 Juli 2026
Sri Sultan HB X dan Dubes Qatar siapkan kejutan program event di Yogyakarta dari kerja sama di bidang kesenian dan kebudayaan MOJOK.CO

Usai Temui Sri Sultan HB X, Dubes Qatar Siapkan Kejutan Program Event Kebudayaan di Yogyakarta

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.