Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Anies Baswedan Sarankan Warga Jakarta untuk Mudik Naik Kapal Laut

Redaksi oleh Redaksi
2 Juni 2019
A A
Anies Baswedan Sarankan Warga Jakarta untuk Mudik Naik Kapal Laut - Mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Di banyak daerah, termasuk warga Jakarta, mahalnya tiket pesawat membuat para pemudik mulai beralih dari moda transportasi pesawat ke moda kapal laut.

Mahalnya tiket pesawat tentu saja membawa dampak yang begitu besar dalam skena per-mudik-an tahun ini. Tercatat ada banyak keluarga yang memutuskan untuk tidak mudik karena tak kuat membeli tiket pesawat.

Iklan

Mahalnya tiket pesawat juga membuat masyarakat untuk mulai beralih moda transportasi lain. Di masa mudik lebaran seperti sekarang ini, misalnya, banyak pemudik yang biasanya naik pesawat akhirnya beralih ke bus, kereta, kapal laut, sampai motoran secara mandiri.

Di Jakarta, Bandara Soekarno-Hatta maupun Halim Perdanakusuma tidak seramai musim mudik tahun lalu di saat harga tiket belum melambung. Tahun lalu, pesawat masih lumayan menjadi pilihan utama bagi banyak orang, utamanya bagi para pemudik luar pulau. Namun kini, seiring dengan makin mahalnya tiket pesawat, minat orang-orang pada pesawat pun makin turun dan beralih ke moda transportasi lain.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun mendukung langkah masyarakat yang mulai beralih moda transportasi.

Saat mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu, 1 Juni 2019 lalu, ia bahkan menyarankan warga untuk mudik menggunakan kapal laut.

“Saya ingin menyampaikan kepada seluruh warga, daripada mudik dengan kendaraan bermotor lebih baik menggunakan kendaraan umum dan kalau menggunakan kapal laut, motornya pun bisa dibawa bersama.”

Anies mengatakan bahwa mudik menggunakan kapal sekarang lebih nyaman. Mudik dengan kapal kini bisa diakses dengan mudah. Para pemudik bisa datang langsung ke Tanjung Priok dan memesan tiket. Selain itu, fasilitas di kapal pun kini lebih bagus. Ada fasilitas makanan dan minuman untuk berbuka dan sahur.

Mantap. Makin banyaknya orang yang mudik dengan menggunakan kapal laut ini tentu saja harus menjadi momen perubahan.

Sungguh itu adalah sebuah momentum yang sangat dahsyat. Mahalnya tiket pesawat ini harus kita syukuri sebagai salah satu jalan untuk mengembalikan kejayaan maritim kita.

Biarkan anak cucu kita paham, bahwa nenek moyang kita itu pelaut, bukan penerbang.

Lupakan bandara Halim Perdanakusuma, ini saatnya menghidupkan kembali pelabuhan Sunda Kelapa.

Pokoknya Jalesveva Jayamahe. Di laut kita jaya.

Terima kasih Pemerintah. Semoga semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk belajar renang dan menyelam.

Iklan

mudik

Terakhir diperbarui pada 13 Juni 2019 oleh

Tags: Anies BaswedanMudik
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran
Catatan

Saya Kapok Naik Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

1 April 2026
Stasiun Tugu Jogja lebih buruk dari Stasiun Lempuyangan. MOJOK.CO
Catatan

Kapok Naik Kereta Eksekutif karena Turun di Stasiun Tugu Jogja, Keluar Stasiun Langsung Disuguhi “Ujian Nyata”

25 Maret 2026
Kebanyakan di Jogja saya merasa wisata di Surabaya membosankan selain Tunjungan. MOJOK.CO
Catatan

Wisata Surabaya Membosankan, Cuma Punya Kafe Estetik di Jalan Tunjungan dan “Sisi Utara” yang Meresahkan

23 Maret 2026
meminjam uang, lebaran.MOJOK.CO
Sehari-hari

Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit

21 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jadi gini rasanya keracunan motor Yamaha Xabre bekas MOJOK.CO

Akulah yang dulu meremehkan motor Yamaha Xabre karena harganya yang nggak ngotak, tapi kini rasa ingin memilikinya semakin tinggi

23 Juli 2026
Titi terendah perempuan: bawa bocil saat naik kereta api MOJOK.CO

Titik Terendah Ibu saat Naik Kereta Api Bawa Bocil: Mental Terguncang Bukan karena Bocil Tantrum tapi Mulut Jahat Sesama Perempuan

27 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
Perjuangan masuk UGM.MOJOK.CO

Kehilangan Ayah Menjelang SNBT, Kini Berhasil Kuliah Gratis di UGM Meski Harus Belajar di Rumah Sakit

23 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.