Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

5 Tokoh Perempuan yang Bisa Mengubah Peta Politik 2024

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
20 Oktober 2022
A A
5 Tokoh Perempuan yang Bisa Mengubah Peta Politik 2024

5 Tokoh Perempuan yang Bisa Mengubah Peta Politik 2024

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

#3 Yenny Wahid

Nama ini belakangan mencuat sebagai salah satu kandidat yang perlu diperhatikan. Pertama, saat PSI mengumumkan ingin memasangkan putri dari Gus Dur itu sebagai pendamping Ganjar Pranowo. Namun, sejumlah tokoh di Nasdem juga memberi sinyal, ada kemungkinan Yenny Wahid jadi alternatif pendamping Anies Baswedan. Dua kali tersiar kabar hendak dipasangkan dengan dua tokoh yang punya elektabilitas tinggi, membuat nama Yenny lebih mudah dikerek sebagai calon alternatif wakil presiden. 

Kekuatan Yenny selain dianggap sebagai representasi politik Gus Dur, juga identik dengan kaum Nahdlyin. Selain itu, Yenny punya pemikiran progresif dan punya pergaulan internasional yang dapat diandalkan. Yenny akan mudah menggaet perhatian di akar rumput, sekaligus punya jejak rekam sebagai intelektual publik di tingkat internasional.

Iklan

#4 Najwa Shihab

Nana, panggilan akrabnya, adalah idola kaum muda. Dia seorang jurnalis yang membuat banyak kasus mendapatkan sorotan luas di publik. Kecerdasan dan keberaniannya, menyita perhatian banyak kaum muda dan milenial di Indonesia. Di mana ada Nana, di situ ribuan anak muda berkumpul. Najwa Shihab juga menjadi inspirator bagi banyak anak muda Indonesia, terutama agar tidak takut menyuarakan kebenaran. Jika dia diberi kesempatan untuk bertarung, dengan semua modal yang dimilikinya, tidak terlalu sulit bagi jurnalis perempuan itu untuk mendulang suara pemilih. Dan yang paling penting bagi Indonesia adalah sosok ini bakal menyegarkan peta pertarungan capres dengan kompetisi yang lebih berkualitas.

#5 Susi Pudjiastuti

Sekalipun sudah tidak menjabat sebagai menteri, tapi namanya tertancap kuat di ingatan publik sebagai sosok perempuan yang blak-blakan, pemberani, dan tidak takut bersuara lantang. Kelebihan lain Susi Pudjiastuti adalah dia mau tampil apa adanya, termasuk dengan tidak menutupi tatonya dan tidak tidak kagok merokok. 

Hal itu sebetulnya juga menjelaskan bahwa publik bosan dengan model pencitraan elite politik yang gemar bicara santun, sok ramah, dan seolah tanpa ‘cela’. Dengan pengalaman bisnisnya, dan gebrakan-gebrakannya yang berani saat menjadi menteri kelautan dan perikanan, tak heran jika di beberapa tempat, banyak orang yang bersedia menjadi relawan Susi. Dengan modal seperti itu, tentu tidak sulit bagi Susi untuk merangsek sebagai kompetitor yang serius bagi calon-calon yang sudah terlebih dahulu mengantongi elektabilitas tinggi. Berani, apa adanya, dan tak takut mengambil risiko, adalah modal kuat Susi.

Penulis: Agung Purwandono

BACA JUGA: Head to Head Ganjar Pranowo versus Anies Baswedan di Pemilu 2024

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 20 Oktober 2022 oleh

Tags: Gus DurKhofifah IndarparawansaNajwa ShihabPemilu 2024politikPuan MaharaniSusi PudjiastutiYenny Wahid
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis dengan pengalaman lebih dari dua dekade yang menekuni penulisan feature dan jurnalisme naratif. Punya ketertarikan pada kisah-kisah manusia yang jarang mendapat sorotan.

Artikel Terkait

Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO
Eksplor

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026
Bagi Najwa Shihab, gagasan liar anak muda seperti dalam esai para penerima Djarum Beasiswa Plus dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026 harus diberi ruang MOJOK.CO
Eksplor

“Gagasan Liar” Anak Muda Harus Diberi Ruang, Terdengar Tak Lazim tapi Penting Dibicarakan

6 Juli 2026
Gugun El Guyanie : Awalnya Soal Skripsi, Berakhir Membongkar Dinasti
Video

Gugun El Guyanie : Awalnya Soal Skripsi, Berakhir Membongkar Dinasti

28 Oktober 2025
Republik dan Bayang Penjajahan yang Tak Usai
Video

Republik dan Bayang Penjajahan yang Tak Usai

25 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
Tinggal di kos dekat kampus niat cari kemudahan di awal menjadi mahasiswa baru (maba), malah jadi pemicu konflik sosial yang merepotkan diri sendiri MOJOK.CO

Kos Dekat Kampus Memang Beri Kemudahan, Tapi Jadi Pemicu Rangkaian Konflik Sosial yang Merepotkan Diri Sendiri

10 Agustus 2026
Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Putus pertemanan di lingkungan kantor yang toxic. MOJOK.CO

Putus Pertemanan dengan Rekan Kerja Toxic adalah Jalan Terakhir Saya Hidup Bahagia dari Drama Usia 30-an

5 Agustus 2026
Kemiskinan DIY menurun. MOJOK.CO

Jumlah Orang Miskin di Yogyakarta Berkurang, Penurunannya Jadi yang Tertinggi di Jawa pada Maret 2026

6 Agustus 2026
Hadapi 777 cv lamaran kerja untuk 1 posisi. IPK dan nama besar kampus tak penting lagi di mata HR MOJOK.CO

Hadapi 777 CV Lamaran Kerja untuk 1 Posisi, HR Tak Peduli IPK-Asal Kampus karena Urusan di Atas Kertas Bukan Jaminan Etos Kerja

8 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.