5 Kericuhan Suporter di Indonesia Pasca-tragedi Kanjuruhan

Kerusuhan suporter setelah Tragedi Kanjuruhan mojok.co

Kerusuhan suporter setelah Tragedi Kanjuruhan (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/pras)

MOJOK.COTragedi Kanjuruhan menempati urutan nomor 2 sebagai peristiwa yang paling banyak memakan korban jiwa dalam sejarah persepakbolaan dunia versi Priceonomics.com. Pasca-kejadian tersebut, masih saja ada kericuhan yang melibatkan suporter maupun aparat keamanan di Indonesia.

Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 yang memakan korban jiwa hingga 134 orang ini menjadi catatan kelam persepakbolaan Indonesia, bahkan juga dunia.

Pasca-tragedi Kanjuruhan, masih saya ada keributan dan kericuhan di sepak bola Indonesia. Ada yang melibatkan suporter dengan aparat keamanan, antar-suporter dua klub yang bertanding hingga sesama suporter satu klub.

Mojok mencatat sudah ada 5 kasus kericuhan di persepakbolaan Indonesia pasca-tragedi di Malang yang belum genap setahun itu.

#1 Rusuh antara suporter PSIS Semarang dengan aparat kepolisian

Tepat pada Jumat, 7 Februari 2023, laga antara PSIS Semarang dengan Persis Solo yang bertempat di Stadion Jatidiri Semarang berjalan ricuh. Bukan keributan antar masing-masing suporter. Melainkan aparat kepolisian dengan pendukung PSIS Semarang.

Sejak awal, derby Jateng tersebut diumumkan hanya boleh terselenggara tanpa penonton. Tapi, pihak Panpel malah menjual tiket. Walhasil suporter PSIS Semarang banyak yang kecewa dan memaksa masuk stadion.

Akibat situasi yang makin tidak kondusif, aparat kepolisan membubarkan massa dengan menggunakan water canon dan menembakan gas air mata.

#2 Kericuhan suporter PSIS Semarang VS PSS Sleman

Masih di Jatidiri, kericuhan suporter mewarnai laga PSIS Semarang melawan PSS Sleman yang berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang pada Minggu, 02 April 2023. Kericuhan ini bermula saat para suporter adu yel-yel hingga membuat keduanya memanas dan saling lempar.

Walaupun sempat mereda, kericuhan kembali terjadi saat suporter PSS Sleman menjebol pagar pembatas. Beberapa Snex, suporter PSIS Semarang, ikut turun ke stadion. Akibat dari kerusuhan itu, beberapa suporter mengalami luka-luka.

Wasit sempat menunda pertandingan, kemudian berlanjut lagi yang membuat score menjadi 5-2 dengan kemenangan PSIS Semarang.

#3 Kerusuhan di pertindangan Persib Bandung vs Persis Solo

Selang dua hari dari kericuhan nomor 2, kericuhan lain mewarnai pertandingan Persib Bandung melawan Persis Solo pada Selasa, 4 April 2023. Pertandingan ini berlangsung di Stadion Pakansari Bogor. Kerusuhan antarsuporter Persis Solo dan Persib Bandung terjadi pada babak kedua.

Menurut kabar yang beredar, awal mula kerusuhan ini terjadi saat oknum suporter Persis Solo menyalakan petasan di tribun selatan. Karena tidak terima dengan nyala petasan dan juga provokasi, suporter Persib Bandung meladeni mereka.

Lemparan kursi, botol, dan lain sebagainya tak terelakan. Wasit pun akhirnya menunda pertandingan sekitar 13 menit. Lalu berlanjut lagi yang pada akhirnya laga dimenangkan oleh Persib dengan score 3 -1.

#4 Bentrok antarsuporter Persis Solo

Bentrokan tak hanya terjadi antarsuporter lawan dan suporter melawan aparat kepolisian, bentrok lainnya juga terjadi antar sesama pendukung kesebelasan. Seperti yang terjadi antar pendukung Persis Solo Garis Keras (GK) dengan B6. Kerusuhan in terjadi setelah laga antar Persis Solo melawan Persebaya Surabaya pada Sabtu, 1 Juli 2023 di Stadion Manahan, Solo.

Dilansir dari Harian Jogja, kerusuhan bukan hanya pecah di sekitar Pasar Gilingan dan Panggung Solo, melainkan meluas hingga wilayah Palur, Karanganyar. Nasib nahas juga harus menimpa beberapa orang. Setidaknya ada empat korban luka-luka dari bentrokan tersebut: seorang perempuan dan tiga laki-laki.

#5 Pendukung Arema menyusup saat laga melawan Persik Kediri

Saat laga Persik Kediri melawan Arema Malang pada Sabtu, 15 Juli 2023 di Stadion Brawijaya, Kediri, sejumlah suporter Arema Malang menyusup masuk ke dalam stadion.

Hal itu jelas menyulut kemarahan dari suporter Persik Kediri. Lantaran ada kesepakatan bahwa Liga 1 2023-2024 tidak diperkenankan untuk dihadiri oleh suporter tamu. Beruntungnya, aparat kepolisian segera mengevakuasi puluhan suporter Arema hingga kemudian memulangkan mereka.

Penulis: Khoirul Atfifudin
Editor: Iradat Ungkai

BACA JUGA Cerita Seorang Bapak yang Anak Perempuannya Jadi Korban di Tragedi Kanjuruhan

 

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

 

Exit mobile version