Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Konsultasi Celengan

Jujur Soal Hobi Biar Nggak Sembunyi-sembunyi Pas Beli PS atau Gundam Lagi

Haryo Setyo Wibowo oleh Haryo Setyo Wibowo
22 Maret 2019
A A
jujur soal hobi
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jujur soal hobi kepada pasangan adalah salah satu hal penting yang sering kita abaikan. Padahal, di Amerika, masalah ini sampai diseminarkan dengan judul besar, “How to Keep Your Hobbies and Your Marriage?” lho.

Sahabat Celenger yang motivasi menabungnya naik turun seperti roller coaster rusak,

Iklan

Hal yang sering luput dijadikan perbincangan pasangan yang akan menikah adalah kebiasaan-kebiasaan setelah menikah, apakah dalam perkembangannya akan mengganggu atau membawa konsekuensi ketidakharmonisan. Pernahkah kalian dengan pacar membahas soal-soal tersebut?

“Ay, ini misalnya ya, ntar kalo sudah serumah, satu saat Mas tidurnya ngorok karena kerja keras bagai kuda, kira-kira bikin sebel nggak?”

“Ihhh… Mas ngorok ya? Duhhh Adek ngeri nih. Eh, halus apa kenceng? Staccato atau crescendo?”

“Ay… itu kan misal. Sejak awal udah kukatakan misalnya,”

“Becanda, Mas sayang. Kalau pun satu saat ngorok, sekencang apa pun itu, kalau asalnya dari orang tersayang pasti seperti orkestrasi yang menjanjikan rasa tenang, teduh dan menghanyutkan. Jadi nggak sabar nikah nih, Mas”

Kenyataan biasanya ya tidak seempuk omongan saat lagi sayang-sayangnya. Begitu akhirnya berumah tangga, ternyata capek atau tidak suaminya tetap ngorok dengan kekuatan penuh. Tidak ada orkestrasi alam yang menakjubkan, kuping harus ditutup rapat, dan bahkan kalau dibiarkan berlangsung sampai pagi, getarannya akan membuat biaya renovasi rumah harus dianggarkan lebih.

“Pah, lihat tuh dinding kamar retak karena dengkuran semalam. Papa harusnya paham kalau mama itu sayang banget sama Papa, tapi kalau begini terus, kan kasihan dindingnya!!1!”.

Mengerikan sungguh. Bagaimana dengan perempuan?

Saat masih pacaran sering terjadi pembicaraan ngelantur soal bagaimana melakukan kegiatan ekonomi, bagaimana mengelola rumah tangga kelak setelah menikah. Dari mulai siapa yang bertugas mencari nafkah, siapa yang mendidik anak dengan porsi lebih sampai dengan bagaimana memenuhi keinginan-keinginan.

“Mas, aku itu pengin berkarir sejauh yang aku bisa, dan aku sangat yakin mampu terbang jauh.”

“Nggak perlu, Dek. Adek tenang aja di rumah, menemani permata hati kita dari detik ke detik.”

“Lah, aku nggak boleh ngapa-ngapain dong? Sayang banget ilmuku”

“Bukan begitu. Bisa kok tetap berkarya di rumah….”

“Tapi, Mas Sayang. Aku tu pengin koleksi tas, sepatu, piknik, dan juga meringankan beban rumah tangga.”

“Tenang aja. Itu semua akan jadi urusan Mas.”

Setelah menikah semua rencana bisa saja tidak berjalan dengan mulus. Obrolan dengan taburan kegagahan dan rasa tanggung di masa pacaran mendadak menjadi ampang. Ini acap kali terjadi dan selalu akan terjadi.

Iklan

“Pah, ihh lucu banget ini tasnya. Duh dah lama banget pingin yang model ini. Cocok banget kalo dipadupadan dengan sepatu mama yang warna merah. Duh lucu bangettt”

“Lucu mana sama Cak Lontong?”

Sahabat Celenger, itu bakal getir banget. Bayangkan remuknya hati perempuan yang sudah menyalakan harapan dengan jalan memadamkan mimpinya? Cobaan belum selesai. Kalau belanja di minimarket, kemudian anak merengek minta kinder joy yang karena dianggap mahal dan pemborosan kemudian sama sekali tidak diluluskan? Itu ya, perasaan Si Mamah tambah remuk dan berandai-andai, “coba aku bekerja dan mempunyai uang sendiri.”

Sahabat Celenger yang mendadak pingin mengoreksi kesepakatan dengan calonnya,

Tenang… tenang… tenang… tidak semua urusan kehidupan rumah tangga itu soal pahitnya saja. Jangan sampai pernikahan yang merupakan monumen suci suatu hubungan jadi hancur sebelum tegak berdiri. Segera kembalikan ke marwahnya bahwa pernikahan merupakan lembaga permakluman atas segala keinginan-keinginan kita yang sering berubah dari waktu ke waktu seiring dengan kenaikan pendapatan.

Permakluman?

Loh, iya! Kalian para laki-laki harus maklum seandainya suatu saat pasangannya mengatakan, “Aduh, mau pesta nggak punya baju”, “Duh sepatu kok ya cuma itu-itu saja”. Sementara dengan mata kepala sendiri kita menjadi saksi bahwa pasangan kita tak ubahnya seperti artis saat tampil di panggung. Ganti lagu, ganti baju hahaha.

Para perempuan juga kelak akan menyaksikan bagaimana para lelaki setelah menjadi suami tidak ubahnya seperti anak kecil. Velg mobil diganti, sementara saat mengendarai tidak ada orang yang memperhatikan velg termasuk dirinya. Apa ada jenis orang yang saat mobil berjalan melongokkan kepalanya keluar untuk melihat perputaran velgnya?

Anak pun sering harus dijadikan alasan oleh orang tua untuk melakukan pembenaran atas belanja konsol game yang disukainya, “Wah seru ini. Adek pasti suka, Ma. Sekarang kalau main ngegames tidak perlu sendiri lagi atau ke rumah teman”. Sementara anaknya masih bayi, berjalan pun belum. Nanti begitu anaknya yang masih bayi pingin main playstasion terbaru dengan cara dibanting-banting dinasehati, “Adek mainnya nanti aja kalau dah TK”

Di US, mungkin saja hal-hal biasa, kerap kita anggap remeh, dan sering kita abaikan tersebut sangat perlu diseminarkan dengan judul besar, “How to Keep Your Hobbies and Your Marriage?” Hahaha serius, apa pun bisa jadi mereka pikirkan secara serius. Apa lagi satu kebiasaan yang dianggap mengancam sendi-sendi keutuhan rumah tangga. Walaupun setelah mengikuti seminar tetap tidak menunjukkan perbaikan juga.

Hobi atau kegemaran sifatnya ada yang permanen ada yang sementara, ada yang murah ada yang mahal. Misal temannya pelihara burung ikut pelihara. Sudah ikut-ikut, mahal pula! Begitu tau ternyata urusan teleknya tidak segampang dan seindah suara kicauannya yang kadang-kadang saja, segera bosan! Padahal tau sendiri, seorang pehobi pemula biasanya sangat royal. Kandang harus dari perajin khusus, burung harus yang kualitas lomba, dan makanan seperti ulet juga harus dari Hongkong. Emang dikasih makan ulet Pasar Rebo, Bang? Hahaha

Itu belum belanja mainan model kit (rakit merakit) seperti gundam. Judulnya saja mainan tetapi para pelajar hingga mahasiswa secara umum, dengan alasan mahal kurang bisa mengikuti sesuka apa pun terhadap action figures tersebut. Bentuknya sepele saja tetapi berat di ongkos, dari mulai ngerakitnya hingga ngecat mainan tersebut kalau dituruti bisa untuk membeli kendaraan. Nah ini yang kadang para pehobi pun bersiasat di depan pasangannya untuk menutupi hobi mahal tersebut. Tidak jujur atau bahkan pasang tampang melas pun dilakoni.

“Murah kok, Ma. Ini belinya titip teman, trus yang 2 itu bootleg (palsu). Nah, yang kerdusnya jelek itu dikasih teman.”

“Lha murah kok belanjanya berkurang. Ya sudah belikan Mama La Mer, Kanebo, dan Chanel. Nanti aku tulis lengkapnya.”

“Kalo Kanebo Papa punya, Ma.”

“Hiiihhh itu sih lap mobil!”

Jangan, saya kira untuk urusan menekuni hobi kita tetap harus jujur pada pasangan. Toh secara alamiah, manusia dikaruniai ilmu untuk menghindar dari tekukan-tekukan mematikan dari pasangan saat mewujudkan hobi kok. Nah, sebenarnya tinggal dikompromikan saja dengan pasangannya agar setidaknya ada hobi yang seiring. Walaupun mahal pasti akan lebih bisa dipahami.

Begitu mau belanja buku kita diingatkan bahwa masih banyak buku yang belum terbuka plastiknya. Sangat mungkin kita akan dikatakan sebagai, Tsundoku, rajin sekali belanja buku tapi blas tidak hobi membacanya. Kita bisa mengatakan kalau itu demi cita-cita bersama membangun perpustakaan di ruang keluarga. Gimana, jeniyes kan?

Begitu pun untuk yang mengaku hobi fotografi. Saat harus membeli kamera profesional beserta gearnya yang sudah pasti mahal dan butuh biaya tidak sedikit kita bisa mengatakan ini pas sekali untuk bikin foto yang cetar di media sosial, “lensanya harus yang standar untuk model seperti ini, Ma. Selain fotonya keren, lensa juga investasi, harganya tidak pernah turun.” Begitu punya, lebih seneng memotret macan di kebon binatang yang tidak rewel ngarahin kita saat memotret.

Terakhir diperbarui pada 22 Maret 2019 oleh

Tags: Haryo setyo wibowoKonsultasi keuanganpernikahan
Haryo Setyo Wibowo

Haryo Setyo Wibowo

Artikel Terkait

Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan MOJOK.CO

Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan

31 Juli 2026
Hajatan, Resepsi Mewah, Resepsi Sederhana, Nikah.MOJOK.CO

Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah

26 April 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”

8 April 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Saat banyak teman langsungkan pernikahan, saya pilih tidak menikah demi fokus rawat orang tua MOJOK.CO

Pilih Tidak Menikah demi Fokus Bahagiakan Orang Tua, Justru Merasa Hidup Lebih Lega dan Tak Punya Beban

15 Desember 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Desta pamit dari Vindes rasanya kayak kehilangan dua teman MOJOK.CO

Ketika Desta pamit dari Vindes, saya merasa kehilangan dua teman yang tidak pernah saya kenal

27 Agustus 2026
Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan atau restoran yang seharusnya jadi kewajaran MOJOK.CO

Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan

20 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Kenangan Honda Astrea Grand 1996 di Surabaya. MOJOK.CO

Astrea Grand 1996 Milik Bapak: Saksi Bisu Ketangguhan Orang Tua Saya, Kini Tetap Slay Menyibak Kemacetan Surabaya

27 Agustus 2026
Alfamart dan PGMM beri bantuan seragam ke 7 madrasah di Magelang sebagai wujud kepedulian sosial MOJOK.CO

Alfamart dan PGMM Beri Bantuan Seragam Sekolah di 7 Madrasah Magelang, Jadi Penunjang Semangat dan Kepercayaan Diri Siswa

24 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.