MOJOK.COIjazah SMA, tapi ingin gaji gede? Ya udah sih, kalau nggak mau pesugihan mending kerja di kapal pesiar aja.

Siapa sih yang nggak mau kerja di luar negeri dengan gaji dolar? Apalagi, syaratnya minimal lulusan SMA aja.

Kerja di kapal pesiar adalah salah satu yang menjanjikan itu. Gaji minimal ratusan dolar Amerika, punya karier skala internasional, kesempatan untuk keliling dunia, plus syukur-syukur dapet jodoh bule, siapa yang nggak tertarik yeee kan?

Sejauh pengalaman saya bekerja sebagai rekrutmen awak kapal pesiar, ada hal-hal basic yang setidaknya harus kamu punya sebelum kepikiran mau daftar “nebeng jalan-jalan” sekaligus dibayar.

Ingat lho, gaji di kapal pesiar ratusan dolar Amerika itu minimal. Rata-rata sih bisa tuh dapet belasan sampai puluhan ribu dolar per bulan, alias belasan sampai 20-an juta rupiah per bulan.

Punya pengalaman perhotelan

Sebenernya di kapal pesiar nggak cuma ada posisi yang berhubungan dengan hotel aja sih, ada juga posisi yang lain seperti photographerproduction assistant, atau security. Tapi, pembagian posisi tersebut sudah diatur sesuai slot untuk negara masing-masing.

Sejauh ini, slot yang paling banyak diminta dari Indonesia adalah untuk Housekeeping Department, F&B Service Department, dan Kitchen Department. Maka dari itu, penting banget buat kamu untuk membekali diri dengan pengalaman yang berhubungan dengan departemen yang disebut tadi.

Biasanya, minimal pengalaman yang dibutuhkan untuk entry level adalah 6 bulan magang di hotel bintang 4 atau 5. Kalau kamu bukan dari SMK/SMA/Sekolah perhotelan, kamu bisa join di kursus-kursus kapal pesiar yang ada di kota kamu.

Baca juga:  Bukankah Jomblo Itu adalah Pacaran yang Tertunda?

Pertanyaannya, bisa nggak sih kalau apply tanpa punya pengalaman?

Hm, jarang banget sih agensi kapal pesiar mau terima kandidat tanpa pengalaman kecuali kamu anak presiden. Kamu akan dipanggil interview ketika terdapat pengalaman yang sesuai di CV kamu.

Bisa ngobrol pake Bahasa Inggris

Namanya juga kerja di level international, otomatis kemampuan bahasa Inggris diutamakan dong ya. Tapi tenang, kalau kamu merasa bahasa Inggrismu belum begitu jago soal grammar, kamu nggak perlu minder kalau mau coba apply kerja di kapal pesiar.

Sejujurnya, grammar bukan poin utama dalam indikator berkomunikasi di kapal pesiar, yang utama kamu bisa “ngobrol” dengan para tamu ataupun staf tanpa kendala. Catat itu: ngobrol. Ngobrol ya, bukan pakai bahasa isyarat Tarzan karena sama-sama nggak paham.

Oleh sebab itu, nggak usah khawatir kalau skor TOEFL-mu nggak tinggi-tinggi amat. Asalkan mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris itu sudah cukup kok.

Oh iya, siapin juga kemampuan mengobrol dengan alam, terutama kepada ikan, kepada ombak, kepada karang, kepada matahari, kepada angin. Itu juga bekal yang penting kalau kamu serius mau kerja di kapal pesiar.

Ya siapa tahu, selesai kerja dari kapal pesiar kamu nggak cuma bawa duit banyak tapi juga jadi penyair kayak Kahlil Gibran atau Budi Doremi yang demen melukis senja.

Temukan agensi kapal pesiar yang tepat

Di Indonesia, terdapat beberapa agensi kapal pesiar yang biasa mengurus kru Indonesia mulai dari perekrutan hingga keberangkatan. Beberapa agensi yang legal yaitu PT. Alpha Magsaysay International, PT. Sentina Arta Sumberdaya, PT. Ratu Oceania, CTI Jakarta, PT. Cipta Wira Tirta, dan lain-lain.

Baca juga:  Yang Ngamuk Lihat Gus Miftah Orasi di Gereja, kalau Lihat Muslim Salat di Gereja kayak Kami Gimana Ya?

Biasanya, beda agensi beda pula perusahaan kapal pesiar yang mereka tangani. Kamu bisa datang langsung ke kantor masing-masing agensi untuk mendapatkan info lebih lanjut.

Seiring berjalannya waktu, kamu akan banyak mendapatkan tawaran untuk bekerja di kapal pesiar dengan cara shortcut, atau biasa dikenal dengan “calo”. Saran saya, harap kamu berhati-hati dengan tawaran model begini.

Nggak usah sungkan untuk cerewet tanya ini-itu. Nggak apa-apa, cuek aja. Soalnya ini kerjaan yang bisa berisiko kalau tidak memakai prosedur yang transparan, jadi semuanya harus serba-jelas sejak awal.

Siapin dokumen kepelautan

Setiap perusahaan kapal dan posisi biasanya membutuhkan dokumen kepelautan yang berbeda beda. Namun, yang paling sering dibutuhkan adalah.

  1. Pasport
  2. Seaman’s Book
  3. Basic Safety Training Certificate
  4. Safety Awareness Training Certificate
  5. Crowd Control Management Certificate
  6. Medical Fit Certificate

Nah, untuk  bagian ini biasanya banyak pula calonya. Maklum di negara +62 ini mau puter balik aja ada calonya, apalagi mau kerja di kapal pesiar beginian. Semuanya emang pada kreatif, apa aja bisa jadi duit, makanya itu kamu harus hati-hati agar tidak zonk.

Bisa aja sih saya kasih tutorial dapetin itu semua, tapi ketimbang tulisan ini jadi kayak brosur jasa calo terselubung, saya kasih tahu berapa duit yang perlu kamu siapin untuk dapetin syarat administrasi kayak itu semua. Hm, siapin sekitar lima jutaan atau lebih ya.

Oke, itu duit yang nggak dikit sih, tapi untuk potensi gaji besar di atas kapal pesiar, itu semua worth it kok.

Baca juga:  Mau Nonton “Hanum & Rangga” atau “A Man Called Ahok” Aja Ada Cap Cebong dan Kampret

Siapkan kesehatan mental

Ini bagian yang paling penting tapi sering dianggap sepele oleh orang-orang yang baru memulai karier di kapal pesiar.

Perlu kamu ketahui, bekerja di kapal pesiar itu bukan 1-2 minggu. Satu kontrak entry level biasanya berdurasi 8 sampai 10 bulan masa kerja. Hampir satu tahun!

Dan selama jangka waktu tersebut, kamu nggak boleh minta pulang kampung atau mudik. Oleh sebab itu persiapan mental kamu untuk berjauh-jauhan dengan orang tua, teman, pacar, atau pacarnya teman… beneran dipersiapkan.

Saya ngomong begini emang kelihatannya gampang, tapi yakin deh, persoalan mental kayak gini sebenarnya justru jadi perkara krusial karena hidup di atas laut berbulan-bulan tapi nggak bisa ketemu atau sahabat akrab samsek itu beneran bisa bikin nyesek.

Itu kenapa kamu pasti akan punya momen merasa bener-bener kesepian di atas kapal pesiar, di tengah laut, di antara kicau-kicau camar. Cie.

Ini belum dengan antisipasi kalau kamu mendapatkan perlakuan rasial di atas kapal. Lagian toh, kerja yang levelnya internasional begini bikin pertemuan antar-beragam budaya dan bahasa dunia sering jadi problem juga.

Namun di antara itu semua, persiapan mental yang paling parah adalah kamu harus bertahan 10 bulan tanpa sambel, pecel lele, ketoprak, rendang, dan masakan emak. Hal yang juga nggak kalah mengerikannya.

Tapi iming-iming gaji belasan sampai 20-an juta tentu bikin itu semua jadi terasa setimpal. Lebih-lebih kalau kamu part-time pesugihan juga di atas kapal.

BACA JUGA Cara Dapat Gaji 20 Juta sebelum Umur 30 dan tulisan soal PENDAPATAN lainnya.