MOJOK.COImpian saya untuk beli iPhone terwujud berkat iPhone SE generasi pertama. Meski cuma bekas, tapi performa hape ini bisa diandalkan.

Sudah sejak lama saya pengin banget punya iPhone. Saya selalu berpikir hape ini sangat mahal, makanya harus nabung dulu.

Hape itu dianggap eksklusif. Di Indonesia, ada dua persepsi yang berlaku. Pertama, hanya orang berada yang bisa punya. Kedua, tidak ada aplikasi yang gratis. Namun, dua persepsi di atas itu tidak benar. Pertama, saya yang nggak punya banyak uang saja bisa punya. Kedua, tidak semua aplikasi di App Store itu berbayar.

Kenapa pengin beli iPhone? Karena saya tertarik dengan sistem iOS yang terus mendapatkan update. Meskipun bukan lagi seri terbaru atau berumur lebih dari dua tahun, masih dapat update. Kemudian, ada iTunes yang bikin saya penasaran dan ingin mencoba beli lagu, film, atau buku.

Oleh sebab itu, saya niat banget buat nabung demi bisa beli hape ini. Namun, bukan ingin terlihat eksklusif saja. Saya juga mempertimbangkan jeroan hape ini. Jadi, selain mengejar “impian”, juga berguna untuk daily driver. Punya impian kayak gitu boleh dong.

Keinginan beli hape ini makin kuat semenjak Xiaomi saya mulai bermasalah. Makin lama makin susah dicas (kadang masuk, kadang tidak bisa). I love my old phone, but….

Hape Xiaomi lawas itu sudah menemani saya selama tujuh tahun. Hebat ya, bisa awet banget. Tapi, berbagai masalah rupanya menunggu muncul di tahun ketujuh. Yah, karena umur tidak bisa berbohong dan tabungan juga sudah terkumpul, saya memutuskan inilah saatnya saya beli hape baru. Nggak terbilang baru sih. Lebih tepatnya iPhone bekas.

Cukup lama mencari, akhirnya saya menemukan iphone SE generasi pertama dan tentu saja bekas. Menurut saya, hape ini tidak terlalu mahal, Rp2 juta lebih dikit, dengan memori besar 64 GB, battery health 94 persen, aksesori bawaan seperti kabel casan dan headset orisinal. Susah lho mencari aksesori orisinal iPhone bekas.

Kenapa memilih iPhone SE ini? Lima hal berikut ini yang menjadi pertimbangan saya.

Budget

Apalagi kalau bukan soal duit. Tabungan memang sudah terkumpul, namun mampunya beli iPhone SE generasi pertama dulu. Tapi, jangan salah, iPhone SE generasi pertama punya performa kayak iPhone 6s Plus.

Kedua hape ini berselisih harga satu jutaan, tapi performa tidak jauh berbeda, memilih iPhone SE tentu lebih bijak untuk saat ini. Meski kapasitas baterai tidak terlalu besar, konsumsi daya terbilang irit karena layarnya kecil. Apalagi sekarang ada dark mode. Konsumsi baterai makin bisa ditekan.

Update iOS

iPhone SE ini masih dapat update iOS 14. Meskipun bekas, tapi dalamnya tetap tidak ketinggalan zaman. Bahkan, sama kayak seri SE 2020 keluaran terbaru. iPhone saya sekarang berjalan dengan ios 13.6.1 dan tidak ada masalah sama sekali. Sempat sewaktu di iOS 13.2 saya membuat notes, tapi tidak bisa dikunci. Namun, setelah update ke versi terbaru, akhirnya saya bisa mengunci notes. I just love privacy.

Saya juga suka fitur fingerprint dan shortcut di iPhone. Kita bisa membuat sendiri isi shortcut sesuai keinginan. Kita bisa belajar coding atau programming sedikit-sedikit dari situ. Saya sangat suka shortcut alarm bangun tidur. Shortcut ini berjalan setelah saya mematikan alarm bangun tidur. Siri, secara otomatis akan berbicara untuk menginformasikan tanggal, cuaca, dan memainkan lagu kesukaan saya tanpa diminta. Canggihnya terasa.

Desain

Desain iPhone SE ini fenomenal. I love it so much. Kecil, bahannya stainless steel yang kelihatan kuat, bezel-nya cantik pula. Dikantongi atau ditaruh di saku pas sekali, tidak ribet karena layar terlalu besar.

Memori besar

Selain RAM, salah satu hal yang harus diperhatikan saat membeli hape adalah ROM. RAM hape ini cuma 2 GB. Namun, kerjanya tetap cepat. Sementara itu, ROM hape ini sebesar 64 GB. Cukup besar untuk meng-install banyak aplikasi.

Port jack

Bagian favorit saya dari iPhone SE generasi pertama adalah port jack alias lubang headset. Tentu kamu tahu bahwa seri terakhir iPhone yang bisa pakai headset tanpa tambahan kabel adalah iPhone SE.

Oleh karena suka mendengarkan musik, keberadaan port jack penting dan menjadi pertimbangan saya ketika membelinya. Yah, bisa dibilang sudah terbiasa mencolokkan headset ke port jack ketika pakai Xiaomi. Mengubah kebiasaan itu terkadang susah, lho.

Itulah lima hal yang harus diperhatikan sebelum membeli iPhone SE generasi pertama. Terima kasih, iPhone SE. impian saya beli iPhone bisa terwujud berkat kamu.

BACA JUGA Tips Membeli iPhone untuk Pemula: No. 1 Jangan Beli Seri Terbaru atau kebahagiaan lainnya setelah beli hape di rubrik KONTER.

Baca juga:  Mi 10: Flagship Resmi Pertama Xiaomi dengan Snapdragon Paling Murah di Indonesia