MOJOK.COAda beberapa tips untuk menjaga suspensi Nissan Grand Livina supaya nggak bikin kamu ngerasa lagi naik gerobak. Silakan disimak.

“Salah memilih mobil ini, mah! Jancuk tenan!” Keluh saya selepas menerima Nissan Grand Livina sewaan itu.

Hari itu saya dan beberapa teman dari Jakarta sedang liburan ke Yogyakarta. Naik KA Progo, kereta ekonomi yang tempat duduknya tegak lurus itu.

Sesampainya di Yogyakarta, saya langsung mengambil mobil sewaan. Sebagai seorang montir yang sedikit bisa membanding-bandingkan kenyamanan mobil, saya memilih Nissan Grand Livina daripada Toyota Avanza walau harga sewanya lebih mahal.

Dilihat dari luar, Grand Livina ini masih mulus dan terlihat muda. Kilometernya juga belum sampai cepek (entah dimundurin atau tidak). Interiornya juga wangi dan bersih. Melihat itu, saya cukup puas.

Sayang, begitu sudah dibayar dan kunci diterima, masalah muncul ketika saya menyalakan mesin.

Cek greng!

Mesin Grand Livina sewaan itu menyala normal. Namun, di dalam kabin, seluruh jiwa dan raga ini ikut bergetar seiring getaran mesin. Bahkan pandangan saya sempat kabur karena getaran mesin yang merambat sampai kabin.

Sial!

Sungguh saat itu saya sangat menyesal. Apalagi sudah bilang ke teman-teman kalau Grand Livina itu paling nyaman di antara mobil-mobil yang ada di rental itu. Tapi kalau kondisi mobilnya seperti ini, apa yang harus saya katakan kepada mereka?

Apakah perlu saya kembalikan saja ke pihak rental? Semakin saya berpikir, semakin tidak layak bagi saya untuk putar balik dan meminta tukar mobil. Aaaa, sial!

Kesalahan saya adalah tidak memastikan barang yang hendak disewa. Ini artinya saya tidak cukup cerdas pada saat itu, ya. Nggak apa-apa saya menceritakan kebodohan saya di masa lalu, semoga hal ini bisa diambil hikmahnya.

Kembali ke Grand Livina yang bergetar kayak vibrator itu. Selain getaran mesin sampai ke dalam kabin, kaki-kaki Grand Livina ini berisik parah. Masa kena poldur kecil saja bunyinya seperti gerobak tanpa suspensi. Njedak!

Setiap melewati poldur, saya pelankan laju kendaraan sampai pelan banget seperti keong. Niatnya biar bunyinya tidak terlalu mengganggu. Tapi, kerusakan suspensi mobil ini memang sudah tidak tertolong.

Grand Livina ini kena guncangan poldur sekali, mentul-mentulnya berkali-kali. Aduh, malah kayak naik perahu. Akhirnya saya minta maaf ke teman-teman saya yang sudah menunggu di asrama.

“Mobil yang kita dapat adalah mobil stok terakhir, jadi kondisinya kurang memuaskan, tapi aman untuk dipakai.” Jelas saya kepada mereka dengan sedikit berbohong demi kebaikan.

Sebenarnya, kerusakan Nissan Grand Livina, terutama pada sektor kaki-kaki bisa diketahui dengan sangat mudah. Bahkan Anda tidak perlu datang ke bengkel untuk mengeceknya. Cukup sediakan kamera hape dan simak tips dari saya ini.

Getaran yang merambat sampai kabin dipengaruhi oleh tiga komponen. Ingat, hanya tiga, yaitu right engine mounting, left engine mounting, dan buffer.

Getaran yang terasa sepanjang mesin menyala, dan semakin parah ketika mesin digas, hal itu dikarenakan kedua mounting tersebut sudah jebol. Maksudnya, karetnya sudah tidak bisa meredam getaran dari mesin. Bisa karena karetnya mengeras atau pecah.

Getaran yang terasa di kabin ketika awal mesin dinyalakan dan atau menjelang mesin mati diakibatkan oleh buffer yang sudah jebol karetnya.

Untuk mengenalinya, coba amati dengan membuka kap mesin, lalu minta orang lain untuk menyalakan mesin dan mematikannya. Nah, getaran seperti itulah yang saya maksud.

Untuk bantingan suspensi yang keras, ada tiga komponen yang mempengaruhi yaitu shock absorber, insulator shock absorber, dan tekanan angin ban.

Untuk mengetahui kondisi ketiga komponen tersebut cukup diintip lewat celah roda depan dengan bodi kendaraan. Shock absorber yang sudah lemah bisa diketahui dari rembesan minyak atau selongsong karetnya. Jika selongsong karet itu sudah patah, besar kemungkinan shock absorber tersebut sudah lemah meski tidak ditemukan kebocoran.

Selain memastikan fisiknya, sebenarnya kerusakan shock absorber bisa diketahui hanya dengan mencoba melewati beberapa lubang atau jalan gelombang. Ayunan mobil normal dan abnormal pasti terasa, kok.

Untuk mengetahui insulator shock absorber masih bagus atau tidak cukup bermodalkan senter hape. Posisikan roda kemudi mentok ke kanan atau ke kiri. Dengan begitu, salah satu insulator akan terangkat dan menunjukkan terdapat kerusakan atau tidak.

Setelah itu, gantian roda kemudi dipentokkan ke sisi lainnya untuk mengecek insulator satunya lagi. Oh iya, komponen ini bisa dilihat dengan membuka kap mesin, ada di pojok ruang mesin di atas shock absorber, yang diikat dengan tiga baut.

Bantingan keras juga bisa dipengaruhi oleh tekanan angin ban, coba saja agak dikurangi dan rasakan bedanya. Dengan catatan, pengurangan angin harus sama kanan dan kiri biar tidak mengubah spooring-an, dengan artian biar kendaraan tidak narik ke salah satu sisi ketika roda kemudi lurus pada kecepatan tertentu. Halah, tinggal mampir ke pom bensin!

Selain bantingan keras, ada bunyi lain yang cukup mengganggu ketika melewati jalan keriting. Ya, pasti mengganggu karena Grand Livina ini akan terasa seperti gerobak tanpa suspensi. Gluduk-gluduk!

Ada lima komponen yang perlu diperhatikan, yaitu karet crossmember, rack steer, con rod, bushing stabilizer, dan pin caliper. Tentu hal ini bisa saya jelaskan, tapi akan menjadi terlalu panjang. Lebih baik datangi saja bengkel kepercayaan Anda.

Jangan sampai mobil MPV rasa sedan ini berubah rasa menjadi gerobak tanpa suspensi seperti yang pernah saya sewa di Yogyakarta tempo hari. Sudahlah, biarkan itu menjadi kenangan pahit yang tak terlupakan buat saya.

BACA JUGA Mengenang Kerja Keras Membangkitkan Kembali Grand Livina yang Mati karena Kebanjiran dan ulasan MPV lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Baca juga:  Toyota Avanza Adalah Mobil yang Tidak Akan Pernah Saya Beli